SYAIKH ZAID AL-MADKHOLÎ : SAMPAIKAN SALAM SAYA KEPADA ‘ALΠAL-HALABÎ

Saudara Fathî al-‘Alî berkata :

فقد كتب على صفحتي في - الفيس بوك -قبل قليل الأخ الفاضل و طالب العلم النبوي  تلميذ الشيخ العلامة الفقية - زيد المدخلي - رحمه الله - فايز الطواهية العبادي -
تعليقا منه على خبر وفاة شيخه العلامة الفقيه ما نصه – :

“Baru saja, seorang saudara yang mulia dan penuntut ilmu, Fayiz ath-Thowâhiyah al-‘Abbâdî, murid Syaikh al-‘Allâmah al-Faqîh Zaid al-Madkhalî menulis di laman facebook-ku ketika mengomentari berita atas wafatnya Asy-Syaikh Zaid al-Madkhalî sbb :

قالي لي الشيخ زيد – : بلغه السلام أي للشيخ علي الحلبي

“Syaikh Zaid berkata kepadaku untuk menyampaikan salam kepada Syaikh ‘Alî al-Halabî”

ومن ثم راسلت الأخ فايز على الخاص فكتب لي جزاه الله خيرا – :

Setelah itu saya langsung mengirimkan pesan privat kepada saudara Fayiz dan beliau langsung membalas pesan saya sebagai berikut –semoga Allôh membalas beliau dengan kebaikan- :

ابناء الشيخ يعرفوني جيداً خاصة ابنه علي

“Anak-anak Syaikh kenal baik dengan saya, terutama puteranya (yang bernama) ‘Alî.”

Saya berkata kepada nya :

الشيخ علي يبعث لك السلام  وكان عند باب المسجد

“Syaikh ‘Ali mengirimkan salam bagi Anda, dan beliau saat itu sedang berada di dekat pintu masjid.”

Lalu saudara Fayiz menjawab :

بلغه السلام

“Beliau menyampaikan salam (untuk Syaikh ‘Alî) Read more ›

Dikaitkatakan dengan: , , , , , , ,
Ditulis dalam Adab Islami

MENGENAL AL-‘ALLÂMAH ZAID AL-MADKHOLΠRAHIMAHULLÂHU

Innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji’ûn…

Kamis kemarin (13/3/14), kita dikejutkan oleh wafatnya seorang ‘âlim senior dari Selatan Saudi, yaitu al-‘Allâmah Zaid bin Muhammad al-Madkhalî rahimahullâhu rahmatan wâsi’atan. Sesungguhnya wafatnya seorang ‘âlim adalah musibah, sebagaimana yang dirwayatkan dari al-Hasan al-Bashrî bahwa beliau berkata, “Dahulu para salaf mengatakan :

موت العالم ثلمة في الإسلام لا يسدها شيء ما اختلف الليل والنهار

“Kematian seorang ‘âlim adalah lubang di dalam Islam yang tidak dapat ditambal oleh apapun seiring dengan bergantinya malam dan siang.” [Diriwayatkan oleh ad-Dârimî]

Sebagaimana pula diriwayatkan oleh Abûd Dardâ’ dari Nabî Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda :

وموت العالم مصيبة لا تجبر، وثلمة لا تسد، ونجم طمس، وموت قبيلة أيسر من موت عالم

“Wafatnya seorang ‘âlim adalah musibah yang tak tergantikan, lubang yang tak dapat ditambal, dan lentera yang padam. Kematian satu kabilah adalah lebih enteng daripada kematian seorang ‘âlim.” Read more ›

Dikaitkatakan dengan: , , , , ,
Ditulis dalam Biografi

MENYIKAPI ULAMA YANG JATUH KEPADA BID’AH (JAWABAN SYAIKH AL-‘ABBÂD)

Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd al-Badr, semoga Allôh memperpanjang usia beliau di dalam ketaatan, ditanya ketika memberikan ceramah rutin beliau di Masjid Nabawi, “Syarah al-Arba’în an-Nawawiyah” :

نرجو بيان معنى كلام الشاطبي رحمه الله في الموافقات حيث قال: ” ينبغي عدم تعيين من ابتدع في الدين، دون البدع العظيمة كالخوارج، وذلك حفظاً للوحدة والألفة والمودة بين عموم المسلمين. انتهى؟

“Kami mengharapkan penjelasan tentang makna ucapan asy-Syâthibî rahimahullâhu di dalam buku beliau “al-Muwâfaqât” yang mengatakan, “Sepatutnya tidak menvonis secara spesifik person yang berbuat bid’ah di dalam agama, kecuali bid’ah yang besar seperti bid’ahnya khowârij. Hal ini untuk menjaga persatuan, pertautan dan kasih sayang di Antara kaum muslimin secara umum.”.”

Jawab :

هذا الكلام يتعلق بالعالم إذا أخطأ وكان فيه شيء من البدعة، فإنه لا يعامل معاملة أصحاب البدع الذين هم مجانبون لأهل السنة والجماعة ومخالفون لأهل السنة والجماعة.

“Ucapan ini berkaitan dengan seorang ‘âlim yang melakukan kesalahan dan di dalam kesalahannya terdapat sesuatu kebid’ahan. Maka dia tidak diperlakukan seperti perlakuan kepada para pelaku bid’ah yang (pada asalnya memang) menentang dan menyeselisihi ahlus sunnah wal jamâ’ah.

يعني: أن من حصل منه شيء من ذلك فإنه يعذر، فلا يبدع ولا يهجر ولا يترك ما عنده من الحق بسبب ما حصل منه من الخطأ. وكم من علماء المسلمين من لا يستغني العلماء وطلبة العلم عن علمهم، ومع ذلك وقعوا في شيء من البدعة، فلو أنهم عوملوا معاملة أهل البدع؛ لم يعول على شيء مما جاءوا به وعلى ما عندهم من العلم.

Artinya, apabila seorang ‘âlim jatuh kepada kebid’ahan maka dimaklumi kesalahannya. Tidak boleh dengan serta merta divonis bid’ah, diboikot (hajr) dan ditinggalkan kebenaran yang masih ada padanya lantaran kesalahan yang dia lakukan. Betapa banyak ulama kaum muslimin yang ilmunya masih dibutuhkan oleh ulama lainnya dan para penuntut ilmu, bersamaan dengan itu mereka jatuh kepada kebid’ahan. Sekiranya mereka disikapi dengan penyikapan terhadap ahli bid’ah, (ini artinya) tidak memperhitungkan kebenaran dan ilmu yang ada pada mereka. Read more ›

Dikaitkatakan dengan: , , , , , , ,
Ditulis dalam Nasehat Ulama

SYAIKH RABÎ’ : SAYA BENCI DIKATAKAN IMAM JARH WA TA’DÎL (SEBUAH NASEHAT DAN WASIAT)

Seorang penanya berkata : “Semoga Allôh menjaga Anda, bagaimana cara kita beribadah kepada Allôh Azza wa Jalla dengan ilmu jarh wa ta’dîl yang merupakan ilmu paling mulia?”

Jawab :

Apabila kalian sudah mencapai tingkatan ilmu, waro’ (kehati-hatian), zuhud dan ikhlas hanya mengharapkan wajah Allôh, niscaya kalian akan mengetahui bagaimana cara ber-taqorrub (beribadah mendekatkan diri) kepada Allôh dan melindungi agama ini dengan menggunakan ilmu tersebut (jarh wa ta’dîl). Sesungguhnya ilmu jarh wa ta’dîl itu adalah ilmu yang agung, yang tidak boleh dibahas kecuali hanya segelintir figur tertentu, bahkan mayoritas pembesar ulama hadits saja banyak yang tidak dianggap sebagai ulama jarh wa ta’dîl.

Saya sampaikan kepada kalian, bahwa SAYA BUKANLAH TERMASUK ULAMA JARH WA TA’DÎL, DAN SAYA NASEHATKAN SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN AGAR MENINGGALKAN SIKAP GHULÛ (BERLEBIH-LEBIHAN), semoga Allôh memberkahi kalian. Saya hanyalah seorang “Nâqid” (kritikus), yang mengkritisi kesalahan-kesalahan sejumlah individu tertentu, namun orang-orang terlalu meninggi-ninggikannya, semoga Allôh memberkahi kalian.

Saya berlepas diri kepada Allôh dari sikap ghulû! JANGANLAH KALIAN SEKALI-KALI MENGATAKAN SYAIKH RABÎ’ ITU IMAM JARH WA TA’DÎL!!! ALLÔH SEBAGAI SAKSI BAHWA SUNGGUH SAYA BENCI UCAPAN INI!!! TINGGALKAN SIKAP BERLEBIH-LEBIHAN INI WAHAI SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN. SAYA DARI SEMENJAK DULU, TIDAK MENYUKAI HAL INI!!!
Read more ›

Dikaitkatakan dengan: , , , , , , ,
Ditulis dalam Nasehat Ulama

BEGINILAH JIKA ULAMA BERBEDA PENDAPAT

Memang sangat berbeda sekali sikap seorang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu dalam menghadapi perbedaan pendapat. Semoga tiga kisah berikut memberikan masukan tersendiri bagi kita semua.

1). Contoh nyata dari ulama abad ke 20, yaitu perselisihan yang terjadi Syaikh al-Albani dengan Syaikh Hamud at-Tuwaijiri rahimahumallah dalam beberapa permasalahan. Satu sama lain saling membantah, setiap orang memiliki pandangan sendiri-sendiri. Suatu ketika Syaikh al-Albani datang ke kota Riyadh, tepatnya pada tahun 1410 H, dan ditemui oleh Syaikh Hamud at-Tuwaijiri pada acara perjamuan makan malam di rumah seorang ulama. lalu Syaikh Hamud mengundang Syaikh al-Albani untuk berkunjung ke rumahnya, Syaikh al-Albani pun memenuhi undangannya. Datanglah Syaikh al-Albani ke rumah Syaikh Hamud, dan ternyata keduanya saling menghormati satu sama lain dan saling mengutamakan saudaranya. Lenyaplah perselisihan dan yang tersisa adalah persaudaraan dan saling sayang. Read more ›

Dikaitkatakan dengan: , , ,
Ditulis dalam Adab Islami
PENTING!

MOHON MAAF KEPADA PARA PENGUNJUNG SEKALIAN APABILA DI DALAM BLOG INI DITEMUKAN IKLAN-IKLAN YANG KURANG LAYAK. SAYA SUDAH MENGUPAYAKAN UNTUK MENGHILANGKANNYA, NAMUN DIJAWAB OLEH PIHAK WORDPRESS BAHWA UNTUK MENGHILANGKAN IKLAN, KAMI HARUS MENGUPGRADE NYA MENJADI AKUN PREMIUM

KARENA ITU BAGI PARA IKHWAH SEKALIAN AGAR MEMBUKA BLOG SAYA DI ABUSALMA.NET YANG INSYA ALLOH BEBAS DARI IKLAN-IKLAN YANG TIDAK SENONOH. SYUKRON. ABUSALMA.NET SUDAH BERHASIL DIRESTORE KEMBALI, ALHAMDULILLAH

**********************

=>klik sini<=

BEBAS IKLAN INSYA ALLOH

**********************

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.374 pengikut lainnya.

Arsip
Tautan

Journal of Life

Pengusaha Muslim

Ebook Terbaru

Berlemahlembutlah Wahai Penuntut Ilmu : Mutiara Nasehat Syaikh Muhammad al-Imam Sekali Lagi Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah

Ambil Untuk Situs Anda
Jumlah Pengunjung
  • 2,380,165 Orang
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.374 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: