PENJELASAN SYAIKH SÂLIM ATH-THAWÎL TENTANG VONIS KEPADA SYAIKH ‘ALΠAL-HALABÎ

Pertanyaan :
“Bagaimana bisa setelah Syaikh Rabî’ meminta kepada Sâlim ath-Thawîl untuk menvonis bid’ah ‘Alî al-Hasan Halabî, kemudian beliau meminta kepadanya untuk mempublikasikan bantahan terhadap al-Halabî, namun setelah Syaikh Sâlim kembali ke Kuwait dia malah mengatakan bahwa Syaikh Rabî tidak mengharuskan dia turut menvonis bid’ah ‘Alî Hasan al-Halabî?”

Jawaban :
Bisa jadi sang penanya tidak tahu apa makna “manhaj” sehingga ia mengira bahwa apabila saya tidak menyepakati Syaikh Rabî’ di dalam menghukumi bid’ah seseorang secara spesifik, otomatis saya menjadi orang yang menyelisihi manhaj beliau atau menjadi orang yang tidak diridhainya…!!
Saya berani menyatakan dengan pasti tanpa ada ragu sedikitpun bahwa Syaikh Rabî’ tidak pernah berpendapat seperti ini.

Read more ›

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Pembelaan, Tahdzir

MENGHADIRI KAJIAN YANG DIADAKAN YAYASAN YANG DITAHZIR

FADHÎLAH ASY-SYAIKH SÂLIM BIN SA’AD ATH-THAWÎL

Seorang penanya mengirimkan pertanyaan kepada Syaikh Sâlim bin Sa’ad ath-Thawîl hafizhahullâhu, sebagai berikut :

“Semoga Allôh menganugerahkan (usia yang panjang) bagi Anda, Apakah seseorang diperbolehkan menghadiri dauroh yang diadakan oleh organisasi/yayasan yang di-tahdzîr ?

Jawab :

“Segala puji hanyalah milik Allôh semata, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi terakhir yang tiada Nabi setelahnya. Amma Ba’d : Menjawab pertanyaan Anda, maka saya jawab :

Mungkin Anda memaksudkan kenapa diri saya men-tahdzîr sebagian organisasi/yayasan akan tetapi saya tidak pernah mengatakan tidak boleh menghadiri kegiatan dauroh-dauroh ‘ilmiyah yang diselenggarakan oleh organisasi/yayasan-yayasan tersebut, atau dengan kata lain saya berpendapat boleh menghadirinya.

Saya katakan, kalimat “tidak boleh” (lâ yajûzu) itu berarti harâm!
Dan keharaman itu adalah segala sesuatu yang dilarang oleh Allôh dan Rasûl-Nya secara tegas/pasti dan berkonsekuensi bahwa yang mengamalkannya akan berdosa dan berhak mendapatkan hukuman dari Allôh Azza wa Jalla. Apabila Allôh menghendaki niscaya Ia akan mengadzabnya di dalam Jahannam, dan apabila Allôh berkehendak, Ia akan mengampuninya.

Saya berlindung kepada Allôh dari mengatakan harâm atau tidak boleh hukumnya menghadiri pelajaran ilmiah yang diadakan di dalam rumah di antara rumah-rumah Allôh Ta’âla (Masjid). Demi Allôh, saya sungguh takut dengan adzâb (siksaan) di hari kiamat, apabila saya berpendapat demikian.

Bahkan, tidak pernah saya ketahui ada seorang pun dari para ulama berpendapat bahwa menghadiri kajian ilmiah itu harâm hukumnya hanya karena lantaran yang menyelenggarakannya adalah organisasi/yayasan personal (yang ditahdzîr).

Sekiranya pun ada ulama yang berpendapat harâm hukumnya –saya pribadi tidak pernah mengira ada- maka sesungguhnya para ulama yang menyelisihinya dan berpendapat akan bolehnya hadir dan juga turut serta dalam kajian tersebut lebih banyak.
Diantara para ulama yang tidak mengharamkan bolehnya hadir di acara-acara dauroh yang diselenggarakan oleh organisasi/yayasan-yayasan (yang ditahdzîr) adalah  :

1. SYAIKH ‘ABDUL ‘AZÎZ BIN BÂZ
2. Guru kami SYAIKH MUHAMMAD BIN SHÂLIH AL-‘UTSAIMÎN
3. SYAIKH MUHAMMAD NÂSHIRUDDÎN AL-ALBÂNÎ –semoga Allôh merahmati mereka semua-
4. SYAIKH SHÂLIH BIN FAUZÂN ÂLU FAUZÂN
5. SYAIKH ‘ABDUL MUHSIN AL-‘ABBÂD
6. SYAIKH MUFTÎ ‘ABDUL ‘AZÎZ ÂLU SYAKH
7. SYAIKH FALÂH BIN ISMÂ’ÎL MANDAKÂR
8. Dan ulama lainnya.

Bahkan dari ulama-ulama tersebut di atas, ada yang turut serta (menjadi pemateri) pada sebagian dauroh-dauroh  yang diselenggarakan oleh yayasan-yayasan (yang ditahdzir) via telephone.

Memang, tidak dipungkiri ada sebagian masyaikh yang berpendapat bahwa tidaklah bermaslahat menghadiri acara-acara dauroh semisal ini, atau agar tidak turut memperbanyak jumlah mereka, atau adanya justifikasi pembenaran ijtihâdîyah yang di dalamnya terdapat sisi pandang berbeda sehingga dinasehatkan untuk tidak turut menghadirinya. Adapun berpendapat TIDAK BOLEH atau HARÂM dan kalian akan berdosa jika menghadirinya, maka saya tidak pernah tahu ada ulama yang berpendapat seperti ini.

Akar masalah pembahasan ini secara khusus adalah tentang BOLEH atau TIDAK BOLEH, dan sekarang mereka tidak mendapati sesuatu yang mendukung mereka berpendapat boleh atau boleh nya.

Biar bagaimanapun juga, ini termasuk perkara ijtihâdiyah. Tidak pantas bagi kita menjadikannya lebih besar melebihi porsinya dan menjadikannya sebagai landasan Walâ` (loyalitas) dan Barô` (disloyalitas), atau landasan permusuhan dan kecintaan, atau kasih sayang dan kebencian dan landasan untuk men-tahdzîr  dan meng-hajr (mengisolir)!

Yang wajib atas kita adalah takut kepada Allôh Azza wa Jalla. Barangsiapa yang berpendapat tidak mau hadir atau turut serta di dalam acara tersebut, maka baginya pendapat dan ijithadnya. Dan barangsiapa yang berpendapat berlainan dengan hal ini, ini juga adalah ijtihadnya.

Saya harap jawaban saya ini jelas. Karena sebagian orang ada yang gemar mempelintir perkataan saya kepada makna yang tidak sebenarnya agar mereka dapat mencela dan menjelekkan saya di hadapan publik. Mereka tidak takut kepada Allôh Azza wa Jalla, dan mereka mengira seakan-akan Allôh tidak akan membalas fitnah yang mereka ada-adakan di hari kiamat.
Saya memohon kepada Allôh agar memberikan hidayah kepada mereka, dan mengampuni segala dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, serta dosa-dosa mereka dan kedua orang tua mereka.
Ditulis oleh : Sâlim bin Sa’ad ath-Thawîl.
Hari Rabu, 1 Dzûl Qo’dah 1435 H/ 27 Agustus 2014
Dialihbahasakan oleh : Abû Salmâ Muhammad al-Jinîrî
Hari Senin, 5 Dzûl Qo’dah 1435 H/1 September 2014

Sumber : Situs resmi Syaikh Sâlim ath-Thawîl hafizhahullâhu.

Posted from WordPress for Android

Posted from WordPress for Android

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Syubuhat

Selamat Iedul Fithri 1435 H

ليس العيد لمن لبس الجديد انما العيد لمن نجا يوم الوعيد
ليس العيد لمن فرش البساط انما العيد لمن عبر الصراط
أكتب من القلب كتاب.بعيد الفطر يا أحباب! أقول: كل عام وأنتم بخير
وارجو الله أن يجعلنا من العائدين والفائزين
تقبل الله منا و منكم صالح الاعمال

‘Ied itu bukanlah milik orang yang berpakaian baru, namun ‘ied itu adalah milik orang yang selamat di hari “yang dijanjikan” (kiamat)
‘Ied itu bukanlah milik orang yang menggelar karpet yang luas, namun ‘ied itu adalah milik orang yang mengarungi “jalan” (kebenaran)
Saya menorehkan tulisan ini dari lubuk hati terdalam, utk menyambut ‘iedul fithri wahai sobat!
Saya ucapkan : “Semoga kebaikan senantiasa meliputi engkau sepanjang tahun.”
Dan kuberharap kepada Alloh agar menjadikan kita orang yang kembali (kpd kebenaran)  dan orang yang sukses.”
Semoga Alloh menerima seluruh amal shalih kita…

***Abu Salma &  Keluarga***

Posted from WordPress for Android

Ditulis dalam Adab Islami

APAKAH ISA BIN MARYAM TERMASUK SAHABAT?

Ini adalah sebuah catatan kecil dari hasil diskusi di whatsapp beberapa bulan lalu, setelah salah seorang sahabat membawakan pendapat yang menyatakan bahwa Isa bin Maryam ‘alaihis salam adalah seorang sahabat Nabi. Tidak dipungkiri bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai hal ini, dan berikut adalah sekelumit catatan mengenai hal ini.

PENDAPAT YANG PRO :

Imam adz-Dzahabî berkata :

“Îsâ bin Maryam ‘alaihis salâm adalah seorang Nabi dan Sahabat, karena beliau melihat Nabi Muhammad Shallâllahu ‘alaihi wa Sallam, mengucapkan salam kepada beliau (di malam Isra’) maka beliau adalah seorang sahabat yang paling akhir wafatnya.” (Tajrîd Asmâ’ ash-Shahâbah I/432)

Syaikh ‘Abdul ‘Azîz ar-Râjihî berkata :

“Îsâ ‘alaihis Salâm adalah termasuk salah satu figur umat Muhammad, dan beliau juga seorang Nabi dan orang terbaik umat ini setelah Nabi kita, kemudian setelah beliau adalah Abu Bakr ash-Shiddîq. Beliau (Îsâ ‘alaihis Salâm) juga benar dianggap sebagai sahabat, karena beliau melihat Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam pada malam mi’râj dalam keadaan hidup sehingga beliau dikategorikan sebagai sahabat. Apabila ada yang bertanya, siapakah yang lebih utama dari umat ini melebihi Abû Bakr ash-Shiddîq secara ijma’? (Jawabnya) Îsâ ‘alaihis Salâm, dan beliau adalah Nabi, lebih utama daripada Abû Bakr secara ijma’. Beliau adalah termasuk diantara figur umat ini sekaligus juga seorang sahabat, lantaran beliau menyaksikan Nabi Shallallâhu ‘alaihi was Salam di malam mi’râj. Diantara definisi sahabat adalah orang yang bertemu Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam dalam keadaan beriman dan meninggal dalam keadaan Islam, karena itu beliau dianggap sebagai seorang sahabat, walaupun hanya bertemu sekejap saja. Bahkan sahabat kecil yang ditahnik oleh Nabi pun Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam juga dianggap sebagai sahabat.” (Dari situs syaikh ar-Rajihi)

Read more ›

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Diskursus

SIAPA ORANG YANG BISA KAMI TANYA SEPENINGGALMU? SYAIKH UTSAIMIN MENJAWAB

Orang terdekat Syaikh al-Munajjid menceritakan bahwa Syaikh Shalih al-Munajjid pernah bertanya kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullahu- di saat beliau sakit menjelang wafatnya :

Syaikh al-Munajjid :

من نسأل بعدك؟

 
 

“Wahai Syaikh, siapakah yang bisa kami tanya (meminta fatwa, red) sepeninggal Anda?”

Syaikh ‘Utsaimin :

الشيخ الفوزان والشيخ البراك و الشيخ عبد العزيز الراجحي 

(1) Syaikh (Shalih bin Fauzan) al-Fauzan

(2) Syaikh (‘Abdurrahman bin Nashir) al-Barrak dan

(3) Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ar-Rajihi.”

Sumber : sini

Ditulis dalam Nasehat Ulama
PENTING!

MOHON MAAF KEPADA PARA PENGUNJUNG SEKALIAN APABILA DI DALAM BLOG INI DITEMUKAN IKLAN-IKLAN YANG KURANG LAYAK. SAYA SUDAH MENGUPAYAKAN UNTUK MENGHILANGKANNYA, NAMUN DIJAWAB OLEH PIHAK WORDPRESS BAHWA UNTUK MENGHILANGKAN IKLAN, KAMI HARUS MENGUPGRADE NYA MENJADI AKUN PREMIUM

KARENA ITU BAGI PARA IKHWAH SEKALIAN AGAR MEMBUKA BLOG SAYA DI ABUSALMA.NET YANG INSYA ALLOH BEBAS DARI IKLAN-IKLAN YANG TIDAK SENONOH. SYUKRON. ABUSALMA.NET SUDAH BERHASIL DIRESTORE KEMBALI, ALHAMDULILLAH

**********************

=>klik sini<=

BEBAS IKLAN INSYA ALLOH

**********************

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.645 pengikut lainnya.

Arsip
Tautan

Journal of Life

Pengusaha Muslim

Ebook Terbaru

Berlemahlembutlah Wahai Penuntut Ilmu : Mutiara Nasehat Syaikh Muhammad al-Imam Sekali Lagi Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah

  • RT @dr_abusalah: أول من غير الحنيفية فنصب الأوثان وسيب السائبة…والوصيلة… عمرو بن لحى بن حارثة ابن عمرو بن عامر الأزدي وهو أبو خزاعة #الأصنامabusalma 1 week ago
  • RT @BiN_BAAAZ: أنفع العلاج: الرقية التي رقى بها جبرائيل النبي ﷺ «بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ومن شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك بسم ا…abusalma 1 week ago
  • RT @IssaAlghaith: كلما زاد علمك زاد صمتك واحترامك لغيرك وتقديرك لمخالفيك، وكلما زاد جهلك ارتفع صوتك وفحش ظلمك وساء أدبك، فالعلم يرتقي بصاحب…abusalma 1 week ago
  • “JAZÂKALLÔHU KHOYRON” wp.me/pW5s9-m7abusalma 1 week ago
  • " المؤمن مرآة أخيه " . المؤمن حقاً هو يرى أخطاءه وعيوبه بواسطة غيره الامام الالبانيabusalma 2 weeks ago
Ambil Untuk Situs Anda
Jumlah Pengunjung
  • 2,486,693 Orang
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.645 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: