STUDI KRITIS PEMAHAMAN JAMA’AH TABLIGH

STUDI KRITIS PEMAHAMAN JAMA’AH TABLIGH DAN KITAB TABLIGHI NISHAB

Oleh :

Abu Salma al-Atsari

 

SEJARAH SINGKAT

Jama’ah Tabligh didirikan oleh Syaikh Maulana Ilyas bin Syaikh Muhammad Ismail Al-Kandahlawi Al-Hanafi –Rahimahullah- di benua hindia, tepatnya di kota Sahar Nufur. Beliau dilahirkan tahun 1303 H. di lingkungan keluarga yang mengikuti thariqat Al-Jitsytiyyah ash-Shufiyyah. Beliau orang yang hafidz (hafal Qur’an) dan menimba ilmu di Madrasah Diyuband setelah diba’iat oleh guru besar Thariqat, Syaikh Rasyid Ahmad Al-Katskuhi.

Pusat perkembangan jama’ah tabligh ada di India, tepatnya perkampungan Nidzammudin, Delhi. Mereka memiliki masjid sebagai pusat tabligh yang dikeliliingi oleh 4 kuburan wali. Mereka terkesan sangat mengagungkan masjid tersebut dan menganggap suci masjid yang ada kuburannya tersebut. Da’wah jama’ah tabligh menyebar hingga ke Pakistan, Bangladesh dan negara-negara asia timur dan menyebar hingga ke seluruh dunia. Tujuan dakwah mereka adalah membina ummat islam dengan konsep khuruj/jaulah[1] yang lebih menekankan kepada aspek pembinaan suluk/akhlak, ibadah-ibadah tertentu seperti dzikir, zuhud, dan sabar[2].

AQIDAH MEREKA

Jama’ah tabligh bermanhaj shufi dalam masalah aqidah. Tasawwuf sangatlah mendominasi anggota-anggota jama’ah dimana mereka sangat bersemangat dalam ibadah, dan dzikir, melatih diri dengan sedikit makan dan minum, tidur dan berbicara. Mereka juga mencurahkan perhatian besar terhadap mimpi dan takwilnya. Aqidah mereka menurut pandangan ahlus sunnah wal jama’ah adalah rusak dan khatir, sesat dan menyesatkan. Aqidah jama’ah tabligh tercampur baur dengan syirik, khurafat, bid’ah, wihdatul wujud dan hulul [3].Mereka berkeyakinan akan adanya mukasyafah [4], wali-wali aqhtab [5], dan mereka membenarkan ucapan-ucapan syatahat [6]. Mereka juga menghidupkan dan mengajarkan bid’ah-bid’ah syirkiyyat seperti tabaruk [7], tawassul terhadap makhluk, terhadap kuburan-kuburan nabi dan wali, dan kesyirikan-kesyirikan yang nyata lainnya. Mereka juga menghidupkan bid’ah-bid’ah mawalid dengan membaca qashidah burdah yang penuh dengan kesyirikan dan kebid’ahan.[8]

KHURUJ METODE DAKWAH BID’AH

Mereka begitu mencintai metode dakwah mereka yang mereka nama khuruj ini, bahkan seolah-olah khuruj ini termasuk dalam bagian tak terpisahkan dari syariat islam yang murni dan suci ini. Mereka telah mengotori manhaj dakwah nabi dengan memasukkan apa-apa yang bukan dari-nya. Mereka begitu mengagung-agungkan metode ini, sampai-sampai jika ada diantara jama’ah yang disuruh memilih antara khuruj dan haji, maka mereka lebih memilih dan menyatakan keutamaan khuruj, sembari menyatakan, jika kita berhaji maka pahalanya dan kebaikannya adalah untuk kita sendiri, namun jika kita melaksanakan khuruj maka pahala dan kebaikannya selain untuk kita, juga untuk manusia lainnya. Bahkan mereka lebih memuliakan khuruj dibandingkan jihad fi sabilillah, sebab menurut mereka khuruj itulah jihad fi sabilillah. Mereka berdalil tentang disyariatkannya khuruj ini dengan mimpi pendiri jama’ah tabligh ini, yakni Maulana Ilyas Al-Kandahlawi, yang bermimpi tentang tafsir Al-Qur’an Surat Ali Imran 110 yang berbunyi : “Kuntum khoiru ummatin UKHRIJAT linnasi …” mereka menafsirkan kata ukhrijat dengan makna keluar untuk mengadakan perjalanan (siyahah). Sungguh penafsiran yang bathil yang menyelisihi hampir seluruh kitab tafsir ulama’ salaf dan khalaf.Mereka pun ketika khuruj dan berdakwah kepada ummat tanpa disertai ilmu dan bashirah (hujjah yang nyata dan jelas). Mereka mengajak kaum muslimin untuk menegakkan sholat namun mereka tidak mau membahas permasalahan sholat secara mendalam beserta hujjah dan dalilnya sehingga mereka tidak tahu bagiamana sifat sholat rasulullah yang benar itu. Mereka mengajak untuk mencontoh kepada rasulullah sedangkan mereka tidak mengetahui sunnah-sunnah dan hadits rasulullah, mereka tidak peduli entah yang mereka gunakan itu hadits dhaif atau maudhu’, yang penting hadits…!!!Mereka telah menetapkan sesuatu syariat yang seharusnya menjadi hak Allah dan rasul-Nya, mereka mengkhususkan bilangan jumlah hari dalam dakwah (baca : khuruj) secara tertentu tanpa ada keterangannya dari rasulullah, mereka menentukan bilangan hari dalam khuruj dengan bilangan yang tidak ada dasarnya sama sekali dari sunnah. Mereka menentukan bilangan hari khuruj selama 6 bulan, 3 bulan, 40 hari, 20 hari, 7 hari lalu seminggu. Suatu pengkhususan yang tidak berdasar dalam manhaj da’wah rasulullah.

Mereka begitu terdorong dan bersemangat mengikuti hadits rasulullah yang menyatakan : “Balligu ‘anni walau aayah…” (Sampaikan dariku walau satu ayat…) namun mereka melupakan kata ‘annii (dari-ku, yakni dari rasulullah), yang seharusnya mereka menyampaikan ayat yang telah benar-benar nyata dari rasulullah. Mereka juga lupa akan ayat Allah yang berbunyi : “Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah atas bashiroh (hujjah yang nyata)” (QS. Yusuf 108). Yang seharusnya mereka menyeru kepada islam di atas hujjah yang nyata…!!!

Khuruj yang dilakukan jama’ah Tabligh yang mereka tentukan jumlah harinya pada hakikatnya tidak pernah menjadi amalan generasi para salaf dan khalaf. Yang mengherankan adalah mereka keluar untuk tabligh (menyampaikan islam) namun mereka mengakui bahwa mereka tidak layak untuk tabligh dan bukan ahlinya. Tabligh seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas keilmuan yang mumpuni seperti yang dilakukan oleh rasulullah ketika mengutus delegasinya yang terdiri dari sahabat alim yang mengajarkan islam kepada ummatnya, seperti beliau mengutus Ali bin Abi Thalib, Mu’adz bin Jabal, dan selainnya seorang diri, tidak pernah beliau mengutus serombongan sahabat lain untuk menyertai individu-individu utusan rasul tersebut.

Karena itu kami menasehati jama’ah tabligh untuk lebih memperdalam ilmu dien ini. Mengenai ucapan mereka -Jama’ah Tabligh- yang menyatakan : “lihatlah para sahabat… mereka berasal dari mekkah, berasal dari medinnah… namun kuburan-kuburan mereka tersebar, ada yang dikuburkan di negeri Bukhara, di negeri samarkhand, di negeri Andalusia…” maka sungguh mereka salah meletakkan ucapan mereka yang mengqiyaskan apa yang dilakukan oleh para sahabat itu sebagai khuruj ala tablighi. Namun adalah mereka, para sahabat –Ridhwanullah ‘alaihim ajma’in- mereka keluar adalah dalam rangka jihad fi sabilillah.

KEANEHAN-KEANEHAN KITAB TABLIGHI NISHAB/ FADHAILUL ‘AMAL

Sungguh, mereka benar-benar telah menjadikan 2 kitab tulisan tokoh mereka yakni Tablighi Nishab[9] yang ditulis oleh Maulana Zakaria al-Kandahlawy dan Hayatus-Shahabah yang ditulis oleh Maulana Yusuf al-Kandahlawy, sebagaimana 2 kitab syaikhani[10], padahal 2 kitab yang mereka jadikan rujukan utama, yang senantiasa mereka baca di setiap waktu, yang mereka cintai, yang selalu mereka bawa kemana-mana, adalah kitab yang sesat lagi menyesatkan, di dalamnya tercampur antara hadits shahih dengan hadits dhaif, maudhu’, dan laa ashla lahu, di dalamnya terkumpul bid’ah, syirik, khurafat, dongeng, mitos, dan kesesatan lainnya[11]. Namun, begitu taqlidnya mereka, begitu husnudh-dhonnya mereka, sehingga mereka biarkan kesesatan itu tetap ada di dalam kitab mereka, mereka tidak ridha dan rela kitab mereka dibersihkan dari kesesatan ini, mereka tetap menginginkan kitab itu seperti apa adanya sebagaimana ditulis oleh penulisnya, dan mereka tidak sadar bahwa penulis kedua kitab itu tidak ma’shum, namun mereka tetap tidak mengindahkannya, dan mereka menganggap seolah-olah penulis dua kitab itu bagaikan wali yang ma’shum. –Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka-Sungguh, telah banyak para ulama’ pencinta kebenaran yang mengkoreksi kitab-kitab semacam ini, yang berusaha membuang dan membersihkan agama ini dari kotoran-kotoran, yang berusaha memelihara kemurnian agama ini, yang berusaha memerangi para ahli bid’ah dan kebid’ahannya. Namun, usaha mereka itu tidaklah mendapatkan tempat bagi orang-orang yang cinta akan kesesatan dan kebid’ahan. Diantara kesesatan kitab itu adalah :

TABLIGHI NISHAB MENCAMPUR HADITS-HADITS MAUDHU’ DAN DHAIF

1. Dalam Fadha’iludz Dzikir, hal. 96 Diriwayatkan dari Umar, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Manakala nabi Adam ‘alahi salam melakukan perbuatan dosa, ia mengetengadahkan kepala ke langit seraya berkata : ‘Ya Rabb, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan Muhammad, ampunilah dosaku.’ Maka Allah menurunkan wahyu dari ‘arsy. Lalu Adam berkata : ‘Maha suci nama-Mu, tatkala Kau menciptaku, aku mengetengadahkan kepalaku ke arah arsy, ternyata tertulis padanya, Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah. Maka aku mengetahui bahwa tak seorangpun yang lebih mulia martabatnya di sisi-Mu daripada orang yang telah engkau jadikan beriringan dengan nama-Mu.’ Lalu Allah berfirman kepada Adam, ‘wahai Adam, sesunggunya Muhammad itu nabi terakhir dan termasuk anak cucumu, seandainya Muhammad tidak diciptakan maka Aku tidak menciptamu.” (Tablighi Nishab, bab Fadhailudz Dzikir, hal 96.)Keterangan : Hadits di atas adalah hadits Maudhu’ dalam Al-Maudhu’at Al-Kabir. Perawi-perawi dalam hadits di atas majhul (tidak dikenal).

2. Dalam Fadha’iludz Dzikir, hal. 109-110

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, bersabda Rasulullah : ‘Barangsiapa menziarahi kuburanku, maka wajib atasnya syafatku.’ (Tablighi Nishab, Bab Fadha’iludz Dzikir, hal. 109-110)

Keterangan : Hadits di atas hadits Maudhu’, lihat Dhaiful Jami’ no 5618.

3. Dalam Fadha’ilul Haj, hal. 101

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menziarahiku setelah wafat maka ia laksana menziarahiku sewaktu aku hidup.” Berkata penulis : Diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Daruquthni dan Baihaqi. Baihaqi menyatakan Hadits ini Dhaif dalam Al Ittihaf. Berdasarkan riwayat Imam Baihaqi dalam Al-Misyqat disebutkan, “Siapa yang melakukan haji dan menziarahi kuburanku, maka ia seperti menziarahiku sewaktu aku hidup.” Berkata penulis : Al-Muwaffiq dalam Al-Mughni menjadikan hadits ini sebagai dalil terhadap keutamaan ziarah ke makam nabi. (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 101)

Keterangan : Hadits di atas Maudhu’ dalam Dha’iful Jami’ no 5563

Inilah sekelumit di antara kandungan hadits-hadits Maudhu’ dalam Tablighi Nishab, yang masih sangat banyak lagi di dalamnya yang harus dibersihkan dan dibuang jauh-jauh, karena Rasulullah bersabda dalam haditsnya yang Mutawattir : “Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja maka persiapkan duduknya di atas neraka”, termasuk berdusta atas nama nabi yakni menyampaikan kepada ummat apa-apa yang bukan dari beliau namun disandarkan terhadap beliau, masuk di dalamnya menyampaikan atau menggunakan hadits maudhu’, dan telah sepakat ummat ini bahwa hadits maudhu’ tidak dapat dijadikan hujjah atau dalil.

TABLIGHI NISHAB BERISI KHURAFAT, HIKAYAT DAN DONGENG.

Muhammad Zakaria al-Kandahlawy –semoga Allah mengampuninya- di dalam bukunya Tablighi Nishab merangkum khurafat, bid’ah, mitos dan hikayat-hikayat yang memekakkan telinga dan jauh dari kodrat dan tidak bisa dibenarkan akal sehat. Rujukan yang dipegangnya tak dapat dipercaya dan ia menukil dari pengarang yang tak mendapatkan legitimasi para ulama’. Diantara kisah-kisah tersebut adalah :

 1. Dalam Fadhailul Haj, hal 137-138, akhir bab IX, hikayat ke-13 Dinukil dari As-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi bahwa Sa’id Ahmad Ar-Rifa’I berziarah ke makam Nabi setelah haji pada tahun 555 H. Ia melagukan dua bait syair sebagai berikut :

Dalam hal yang jauh, ruhku kulepaskan….

Bumi menerima dariku, karena ia wakilku…

Inilah kerajaan khayalan yang aku hadiri…

Maka ulurkan tangan kananmu agar terengkuh oleh bibirku…

Lalu tangan nabi yang diberkahi keluar dari makamnya yang mulia dan Ar-Rifa’i pun mencium tangannya.

Penulis menambahkan dalam kitab Al-Bunyan Al-Masyid, “ada 90 ribu orang yang menyaksikan hal itu. Mereka adalah peziarah makam Nabi. Diantara peziara itu adalah Syaikh Abdul Qodir Jailani.”

(Tablighi Anishab, bab Fadhailul Haj, hal 137-138, akhir bab IX, hikayat 13)

2. Dalam Fadha’ilul Haj, hal 133

Syaikh Abu Khair Al-Aqtha’ berkata, “Aku merasa lapar karena selama 5 hari aku belum makan. Lalu aku berziarah dan ketiduran setelah aku membaca shalawat kepada Nabi di sisi makamnya. Aku bermimpi Nabi datang bersama Syaikhani dan Ali Radhiallahu ‘anhu. Kemudian beliau memberi aku sepotong roti. Aku makan roti itu setengahnya, ketika aku terbangun, aku melihat setengah roti sisanya masih ada di tanganku.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 133)

3. Dalam Fadahilul hajj, hal 141

Syaikh Syamsuddin, ketua Khadamul haram An-Nabawi berkata : “Satu jama’ah dari Aleppo menyuap gubernur Madinnah agar mereka dizinkan membongkar makam Syaikhani dan mengambil jasad keduanya. Maka ketika itu datanglah 40 orang laki-laki membawa cangkul pada malam harinya. Keempat puluh orang itu iba-tiba saja hilang di telan bumi. Setelah itu gubernur Madinah berkata, ‘Janganlah kau sebarkan hal ini, atau aku akan memenggal kepalamu.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 141)

4. Dalam Fadha’ilul Haj, hal 87)

Syaikh Zakaria berkata, “Dinukil dari beberapa Syaikh, bahwa seorang Syaikh yang tinggal di negeri Khurasan lebih dekat ke Ka’bah karena ia selalu bersentuhan dengan ka’bah dibandingkan orang-orang yang selalu berthawaf di ka’bah. Bahkan terkadang ka’bah datang mengunjunginya.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Haj, hal 87)

5. Dalam Fadhailush Shadaqah, hal. 588. dikisahkan : Syaikh Zakaria mengerjakan sholat sebanyak 1000 raka’at dengan berdiri. Apabila ia merasa lelah, maka ia sholat dengan duduk sebanyak 1000 raka’at. (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilush Shadaqah, hal 588)

6. Dalam Fadha’ilul Qur’an, hal. 15. Diceritakan : bahwa Ibnu Katib mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari sebanyak 8 kali.

7. Dalam Fadhailul Haj, hal. 218. Diceritakan : bahwa Nabi Khidr mengerjakan sholat shubuh di mekkah dan duduk di rukun syami sampai terbit matahari, kemudian sholat Dhuhur di Madinah, sholat ashar di Baitul Maqdis dan Sholat Maghrib dan Isya’ di Al-Iskandari.

8. Dalam Fadha’ilush Shadaqah hal. 588. Diceritakan : bahwa Abu Muhammad Al Jurairi melaksanaknan I’tikaf di Makkah selama setahun penuh, tidak tidur tidak pula bersandar di dinding atau tiang.

9. Dalam Fadhailul Hajj, hal 135

Seseorang bertanya kepada Nabi Khidir, “apakah kamu melihat seseorang yang lebih mulia daripada dirimu?” menjawab Nabi Khidir, “Pada suatu ketika aku berada di dalam masjid Muhammad (di madinah). Pada waktu itu Imam Abdurrazaq sedang mengajari jama’ah tentang hadits nabi, maka aku melihat seorang pemuda duduk sendiri di pojok masjid sambil meletakkan kepalanya di atas kedua lututnya. Aku bertanya padanya, ‘mengapa kau tidak mengikuti majlis Abdurrazaq dan mendengarkan hadits-hadits nabawi’, ia menjawab, ‘Di sana jama’ah mendengarkan pengajian dari Abdurrarzaq, namun di sini ada seorang sendirian mendengarkan pelajaran Abdurrazaq tanpa ada orang lain.’ Kemudian Nabi Khidr berkata, ‘Jika benar demikian maka katakanlah siapakah aku ini?’ Ia menjawab ‘Kamu adalah nabi Khidr’. Nabi Khidr berkata. ‘dengan demikian aku mengetahui bahwa ada sebagian wali Allah yang tidak aku ketahui dikarenakan ketinggian derajatnya.” (Tablighi Nishab, bab Fadha’ilul Hajj, hal 135)

Banyak lagi hikayat-hikayat lainnya di samping dongeng-dongeng di atas, yang mana di dalam buku ini banyak sekali berserakan di dalamnya mitos, kebatilan, khurafat dan bid’ah. Apakah gerangan yang diinginkan pengarang buku ini dengan memuat segala malapetaka ini? Bagiamana bisa Jama’ah Tabligh menerima sesuatu yang rasanya pahit ini? Bagiamanakah sikap ulama’ mereka terhadap bahaya sufistik ini? Apakah ada yang bisa menjawab? Hanya Allah lah tempat mengadu…!!!

PERNYATAAN ULAMA’-ULAMA’ SUNNAH TENTANG JAMA’AH TABLIGH·

Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashrudin Al-Albani –Rahimahullah- dalam fatawa Al-Imarotiyah hal. 30 ketika ditanya tentang jama’ah tabligh, beliau memberikan jawaban : “Da’wah Jama’ah Tabligh adalah sufi masa kini (shufiyyah ashriyyah) yang tidak berpijak kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya…”

· Fatwa terakhir Samahatusy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim ‘alu Syaikh –Rahimahullah- : “Saya jelaskan bahwa jam’iyyah ini (jama’ah tabligh, peny.) adalah jam’iyah yang tidak kebaikan padanya. Sebab itu jam’iyah ini adalah bid’ah lagi sesat menyesatkan.” (fatawa Syaikh Ibrahim, hal. 405 tanggal 29/1/82 H)

· Fatwa terakhir Al-Allamah Samahatusy-Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baaz –Rahimahullah-, ketika beliau ditanya mengenai jama’ah tabligh, beliau menjawab : “…Jama’ah Tabligh dari India yang sudah dikenal ini terdapat khurafat, bid’ah dan syirik pada mereka…” (Fatwa terakhir Syaikh bin Bazz dikutip dari kaset Ta’qib Samahatusy-Syaikh Abdul Aziz bin Bazz ‘ala Nadwah.)

· Syaikh Hammud bin Abdullah At-Tuwaijiri –Rahimahullah- ketika ditanya tentang jama’ah tabligh, beliau menjawab secara terperinci dalam Al-Qoul Al-Baligh fi ar-Roddi ‘ala jama’atit tabligh yang intinya adalah : “Saya katakan bahwa jama’ah tabligh itu kelompok yang sesat lagi bid’ah. Mereka tidaklah mengikuti jalan yang telah ditempuh Rasulullah dan sahabatnya, juga para tabi’in. Akan tetapi mereka mengikuti metode shufiyyah yang bid’ah…”

· Syaikh Ali Hasan ketika ditanya mengenai kebaikan jama’ah tabligh karena banyaknya pemuda yang masuk islam melalui da’wah mereka, menjawab : “Perkataan itu benar namun kurang! Benar jama’ah tabligh menda’wahi banyak manusia dimana menghasilkan orang yang dahulunya berandalan sekarang bertaubat, tetapi sebagaimana pendapat ulama’, bahwasanya hidayah itu ada dua, yakni hidayah ‘ila thariq (ke jalan) dan hidayah fi thariq (di jalan). Ya.. memang jama’ah tabligh ini mendakwahi manusia ‘ila thariq, tapi mereka tidak berdakwah fi thariq. Bagaimana tidak !!! aqidah mereka saja hancur!!! Mereka mengatakan dalam kitab mereka yang masyhur tablighi nishab yang penuh dengan khurafat serta penyimpangan-penyimpangan…” (kaset muhadharah Syaikh Ali berjudul Manhaj as-Salaf).

· Fatawa Lajnah Al-fatawa fi idaratil Buhuts al-ilmiyyah wal ifta’ wad da’wah wal irsyad, menyatakan : “Jama’ah Tabligh sangat berlebihan dalam hal-hal negatif dan generalisasi terhadap suatu masalah. Jama’ah tabligh tidak jelas mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah dalam berdakwah sampai dengan perincian prinsip-prinsip syariat islam dan cabang-cabang hukumnya…” (dinukil oleh Ust. Falih Nafi’ dalam kitabnya Ad-Diinun-Nashiihah hal 17-18)

NASIHAT BAGI JAMA’AH TABLIGH

Kami nasihatkan bagi jama’ah tabligh dan orang-orang yang simpati pada da’wah mereka, termasuk orang-orang yang mengepankan ukhuwwah dan tidak menegakkan pilar saling menasihati dan membiarkan kebathilan dan kesalahan seperti ini dipendam dengan maksud menjaga ukhuwwah dan supaya ummat tidak terpecah belah, agar : 1. Bertakwa kepada Allah, takut akan siksa-Nya dan adzab-Nya. Menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya dan meninggalkan segala hal yang mengakibatkan murka-Nya.2. Bertaubat kepada Allah akan kesalahan-kesalahan kita, berjanji tidak akan mengulanginya, dan meninggalkan segala pemahaman-pemahaman sesat dan salah yang selama ini kita pegang.

3. Menuntut ilmu dien yang syar’i yang selaras dengan pemahaman salaf ash-sholih, mengamalkannya, mendakwahkannya dan sabar dalam memeliharanya.

4. Senantiasa menegakkan pilar nasehat-menasehati dan tolong menolong dalam kebenaran dan ketakwaan.

Catatan kaki :

[1] keluar wilayah untuk berdakwah dengan jumlah waktu yang telah ditentukan seperti 4 bulan, 40 hari, seminggu, dls.

[2] baca ‘Jama’ah Tabligh’ karya M. Aslam Al-Bakistani –beliau mantan tokoh Jama’ah tabligh yang ruju’ /taubat dari manhaj tablighi-

[3] akan datang keterangannya mengenai kesesatan aqidah jama’ah tabligh ini.

[4] tersingkapnya tabir ghaib sehingga manusia dapat mengetahui yang ghaib dan ini merupakan aqidah shufi yang rusak

[5] keyakinan adanya wali-wali kutub yang memiliki kemampuan mempengaruhi kahidupan makhluk –ini termasuk kesyirikan yang nyata

[6] (ucapan-ucapan yang keluar dari orang-orang shufiyah ketika akal mereka hilang dan mereka menganggap mereka (orang-orang shufiyah ini, peny.) dalam maqam yang paling tinggi dan ucapannya hampir seperti wahyu –Wallahul musta’an)

[7] mencari berkah baik di kuburan ataupun di tempat-tempat yang dikeramatkan dan ini termasuk kesyirikan yang nyata

[8] Baca kitab mereka yang berjudul Bahjatul qulub karya Muhammad Iqbal, salah seorang tokoh jama’ah tabligh, buku ini penuh dengan keanehan-keanehan, kesyirikan dan kebid’ahan yang sesat lagi menyesatkan.

[9] Atau dikenal dengan Fadhailul ‘amal. Nama fadhailul ‘amal ini diambil sebagai upaya pentalbisan dengan mengangkat kebolehan penggunaan hujjah hadits dhaif dalam fadhilah ‘amal (amalan fadhilah), namun mereka melupakan syarat-syarat bolehnya hadits dhoif digunakan sebagai fadhilah amal, lebih jauh lagi, kitab ini bukan hanya mengangkat hadits dhoif saja, namun juga maudhu’, hikayat-hikayat, dan dongeng-dongeng palsu.

[10] Yaitu Bukhari Muslim, wallahu a’lam

[11] Akan menyusul contoh-contohnya dalam risalah ini

About these ads
Perihal

لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه، بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق؛ فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقًا Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran.

Ditulis dalam Bantahan
49 comments on “STUDI KRITIS PEMAHAMAN JAMA’AH TABLIGH
  1. Abu Aqil Al-Atsy mengatakan:

    Pusat perkembangan jama’ah tabligh ada di India, tepatnya perkampungan Nidzammudin, Delhi. Mereka memiliki masjid sebagai pusat tabligh yang dikeliliingi oleh 4 kuburan wali.
    Akhy Karim, apakah benar berita ini ? Seorang Karkun JT pernah membantah hal ini dalam forum hidayatullah.com
    Gimana Akh, Ana sendiri kurang tau kondisi mesjid Di Nidzamuddin tersebut.

    Nukilan tersebut ada di buku Syaikh Muhammad Aslam al-Bakistani, mantan pembesar jama’ah Tabligh yang telah bertaubat dan menulis kritikan dan nasehat kepada Jama’ah Tabligh. Maka berita dari beliau lebih kuat tentunya daripada simpatisannya.

  2. Badrus Soleh mengatakan:

    Tidak seharusnya anda berprasangka buruk terhadap jamaah tabligh yang telah banyak merubah manusia dari batil kepada ketaatan pada allah SWT. harusnya anda ikut dulu khuruj mereka baru bisa merasakan, memahami maksud mereka.

    Alhamdulillah… ini bukan berburuk sangka. Ini adalah nasehat. Apabila benar silakan diterima, apabila tidak juga itu juga hak anda. Jika apa yang diutarakan salah maka anda luruskan kesalahan tersebut secara ilmiah dan diiringi dengan dalil tentunya.

  3. N. Nasution mengatakan:

    Assalamu alaikum WR.Wb.
    Saudara2ku se Iman,
    Kok begitu antusiasnya kalian menyerang orang2 yang bersyahadat kepada Allah SWT.jangan2 kalian yang bid`ah, karena sama2 kita ketahui bahwa Rasulullah Saw.sangat santun. coba sudah berapa kali kalian menuduh orang bid`ah, dan berapa kali Rasulullah mengucapkan bid`ah, apakah kelompok kalian yang sudah pasti diterima Allah SWT.mengapa kalian begitu gencarnya menuduh yang tidak diperbuat orang lain, dan kelihatannya kalian memancing kemarahan orang lain, jika sudah marah maka pasti didalamnya ada syaitan dan pada akhirnya ummat idlam ini akan gonto2kan, orang lain akan tertawa, saya bertanya2dalam hati, apakah kelompok kalian ini memang untuk memecah2kan ummat Islam. Demikian, dan mohon ma`af atas kebodohan saya.
    Wassalmu`alaikum wr.wb

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Saudaraku, apabila ini anda anggap sebagai tuduhan yang tidak diperbuat, maka saya hanya bisa menasehatkan : “Wa la taqfu maa laysa laka biha ‘ilm” (Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmunya). Ketidaktahuan anda akan hakikat sebenarnyalah yang menyebabkan anda demikian. Semoga Alloh membimbing anda dan kita semua di bawah hidayah-Nya. Amien.

  4. Umair mengatakan:

    Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    alhamdulilah setelah 4 tahun jadi karkun,khuruj Allah menunjuki pada ana manhaj yang haq, ana sendiri ikut paling tinggi 40 hari,
    ana pribadi yang terberat meninggalkan JT bukan mengenai dalil atau hadistnya tetapi hal-2 ghaib yang seolah-2 menunjuki bahwa jalan ini yang benar.

    di tempat saya tinggal karkun-2 sering ikut kajian dan daurah meski mereka kadang masih khuruj, jaulah 1 dan 2

  5. galih mengatakan:

    Assalamualaikum Wr WB
    Akhi..antum berbicara seolah2 kalianlah satu2nya penghuni surga..semua2 mnrt kepercayaan aliran antum, kalau yang bukan msk aliran antum adalah bid’ah..dan Allah adalah Maha Adil, kejelekan2 yang salafi lakukan terhadap orang lain..ternyata Allah telah buka ..lihat apa yang dilakukan masyarakat lombok pada orang2 salafy dan wahabi..kalian diusir dan ditendang seperti layaknay binatang,ana pikir itulah akibat dari kalian yang sering menjelek2kan orang lain..belajar akhi, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah Nya pada kalian semua..
    Walahualam ..

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Subhanallohu. Diantara manhaj dan aqidah ahlus sunnah adalah “tidak boleh mempersaksikan seseorang sebagai ahli surga atau ahli neraka melainkan yang dipersaksikan oleh Alloh dan Rasul-Nya”. Apabila orang lain saja tidak boleh, maka apalagi terhadap diri sendiri. Kita semua berharap bahwa semoga Alloh memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Adapun tuduhan antum, yang bukan se’aliran’ dengan kami maka kami bid’ahkan adalah sebuah tuduhan yang berangkat dari kejahilan dan kedustaan. Kami tidak berani menvonis bid’ah suatu kaum melainkan setelah terpenuhi syarat-2nya dan dengan hujjah dan bayyinah.
    Adapun nasehat dan kritikan, bahwa amalan ini bid’ah, dan kelompok ini difatwakan bid’ah karena banyaknya bid’ah di dalamnya, dikatakan sebagai upaya penjelekan, maka benar. Penjelekan bid’ah dan pengagungan sunnah. Dan ini menunjukkan bagaimana antum masih jahil dalam masalah sunnah dan bid’ah.
    Sebaiknya antum apabila mengkritik, maka kritiklah dengan ilmiah dan bayyinah. Jangan hanya beropini, karena seorang zindiq munafiq pun dapat beropini tentang agama ini. Adapun apa yang terjadi pada saudara-2 kami ahlus sunnah di Lombok, maka ini merupakan batu rintangan dakwah. Dakwah mereka dihalang2i oleh ahli bid’ah dan mereka memerangi mereka.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah diusir oleh masyarakat kuffar Quraisy, bahkan para ulama ahlus sunnah zaman dahulu pun juga sering mengalami cobaan dari ahli bid’ah. Keadaan diusirnya ikhwah salafiyah di Lombok tidaklah menunjukkan bahwa mereka menyimpang, karena sunnah di zaman ini adalah asing, sedangkan bid’ah merebak di mana-mana.
    Adapun kasus di Lombok, maka anda sesungguhnya tidak tahu tentang realitanya. Bahwa kasus ini dipicu dengan meninggalnya seorang yang turut mengaji sunnah dengan salafiyah, dan sebelum meninggal beliau berwasiat kepada Ustadz Salafi di sana agar dimakamkan menurut sunnah. Namun keluarga dan warga menolak dan menghendaki memakamnnya menurut adat bid’ah.
    Karena ini merupakan wasiat, maka tetaplah dilaksanakan wasiat sunnah ini. Masyarakat pun marah, mereka dibakar dan dihasut oleh para pembesar kesesatan dan bid’ah. Lantas mereka menyerang ahlus sunnah.
    Subhanalloh. Ikhwan salafiyyin di Lombok sebenarnya telah bersiap-2 untuk mempertahankan diri apabila diserang kembali. Namun karena sikap hikmah para du’at salafiyyin di sana, mereka akhirnya bersikap mengalah. Hal ini menunjukkan, bagaimana antum dengan mudahnya menvonis sesuatu dari mayoritas dan kenyataan yang tidak benar.
    Allohumma, belajarlah masalah agama, masalah tauhid syirik, masalah sunnah dan bid’ah, semoga Alloh memberi anda hidayah. Semoga Alloh mengampuni segala dosa-2 anda dan saya, dan menuntun kita di atas al-Haq.

  6. Yuzdi mengatakan:

    ana punya saudara, sudah membaca tahdzir ulama Ahlus Sunnah mengenai jama’ah Tabligh tapi kok ternyata masih bersikukuh dengan JT nya. tapi alhamdulillah masih mau mendatangi kajian /majlis ‘ilmu.

  7. galih mengatakan:

    disitulah kesalahan kalian..tidak menghormati adat istiadat yang berlaku di sana..mgkn mereka melakukan kesalahan karena mengikuti adat yang tidak di sunahkan nabi,bahkan mgkn berbau khufarat dan syrik..tapi ya kasih taunya dengan lemah lembut donk..antum tahu akhi ? dl di desa saya pernah kedatangan JT,dan dengan dakwah mereka,mesjid yan gtadinay sepi kian hari kian ramai..tapi apa yang terjadi ? karena hasutan seorang salafy,karkun2 itu akhirnay diusir dan mesjid menjadi sepi lagi,itu ana alami sendiri akhi, ana tidak pernah menganggap salafi musuh,sama skl tidak..tapi knp bgt antusiasnya mereka membidahkan kami ? bahkan dengan cara keji spt itu ? kalau memang JT itu sesat dan bidah..kok MUI tidak melarang dakwah kami ?

    Adat istiadat yang menyimpang tidak boleh dihormati. Namun, antum benar, bahwa dakwah adalah bil hikmah. Dakwah memang harus dengan lemah lembut. Namun, terkadang manusia, mereka bertindak karena dibakar kecemburuan agama melakukan hal yang terkesan keras dan kasar. Seperti antum sekarang, menyuruh orang utk lemah lembut namun antum contohkan dg kata-2 sebagaimana di atas dan sebelumnya. Hal ini tdk bisa digeneralisir bahwa setiap org adl sama keadaannya. Ana tahu sendiri keadaan Lombok, karena teman-2 ana banyak dari Lombok. Sebagai muslim yang mengagungkan sunnah seharusnya antum membela saudara antum yang teraniaya, yang mana mereka berupaya menegakkan sunnah dan memerangi bid’ah. Namun, apabila antum termasuk pembela bid’ah, maka tidak heran apabila antum membela para pelaku bid’ah.
    Kebenaran tidak dinilai dari orang per orang atau pun dari MUI. Karena tidak semua orang yang di MUI mengenal dan membela sunnah. Apabila menurut antum JT tidak bid’ah dan sesat, maka jelaskan kesalahan risalah di atas dengan ilmiah. Bukannya, malah emosi dan marah-2 karena fanatisme kelompok. Tunjukkan semangat ilmiah di dalam membantah, karena membantah tsmk bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar, namun tentunya harus dengan ilmiah dan jelas. Semoga Alloh memberikan hidayahnya kepada anda…

  8. tilmidz mengatakan:

    nukilan dari saudara abu salma:
    Nukilan tersebut ada di buku Syaikh Muhammad Aslam al-Bakistani, mantan pembesar jama’ah Tabligh yang telah bertaubat dan menulis kritikan dan nasehat kepada Jama’ah Tabligh. Maka berita dari beliau lebih kuat tentunya daripada simpatisannya.

    Assalamu’alaykum
    saudaraku abu salma, mungkin untuk lebih adil, antum bisa membaca buku Maulana Muhammad Ilyas Rah.A, Di antara Pengikut dan Penentangnya. Di terjemahkan dari buku, Maulana Muhammad Ilyas Bayna al Muayyidin Wal Muta’arridlin. Karangan Dr.Abdul Khaliq Pirzada

    setidaknya, disana disebutkan mengenai syaikh muhammad aslam al-bakistani yang antum jadikan salah satu rujukan..
    tilmidz

  9. galaih mengatakan:

    sama sekali tidak ada maksud untuk membela ahli bidah akhi .. tapi ilmu yang kalian miliki mstnya jangan untuk membidah2an orang lain, seolah2 cm kalian yang pantas masuk surga .. tuduhan2 yang antum blg nasehat itu tidak berdasar..misalnya orang2 jamaah tabligh antum tuduh menyemabh kuburan..akhi,yang berdoa dan menyembah kuburan di kompleks dekat markas tabligh di india adalah orang2 hindu yang kebetulan cara berpakaianny sama dengan JT,apakah antum pernah meneliti sendiri kesana? lagipula kuburan yan gada disana kan terhalang tembok mesjid, dan solat itu sudah dinyatakan sah karena ada penghalang antara masjid dan kuburan ..saran saya, coba antum sendiri kesana, cb lihat apa bnr yang antum tuduhkan itu…
    Wassalam

    Apakah antum telah melihat dan membuktikannya sendiri bahwa apa yang antum klaim adalah benar adanya? Lantas bagaimana dengan isi tablighi nishab atau fadha’ilul ‘amal yang banyak hadits dha’if, maudhu’ dan kisah-2 khurofat dan takhayulnya yang menganjurkan utk bertabaruk di kuburan dan semisalnya sebagaimana pembahasan di atas?

  10. Budi mengatakan:

    Assalamu’alaykum
    Untuk ustad saya mohon membahas tentang LDII,karena dimana telah banyak beredar,apalagi situs-situs mereka banyak mencela dakwah Salaf.lihat LDII Watch dll

  11. abu syadza mengatakan:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    berita dari serambi indonesia banda aceh
    “8 orang jamaah tabligh ditangkap dan di sandera oleh masyarakat karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. diantara anggota JT yang polisi tersebut diketahui bertato dan setelah diteliti barang barang mereka antara lain hp ternyata ditemukan hal-hal yang tidak islami….”
    bukan fitnah dan bukan untuk menggeneralisir semua JT semacam itu..sekedar perenungan saja bagi ita semua. semoga Allah memberi hidayahnya untuk kita semua dalam memahami agamanya dengan benar, lurus dengan pemahaman para salafus Shalih yang mereka paling baik ilmu agamanya, paling dekat dengan Rasulullah S.A.W

  12. galih mengatakan:

    saudaraku Abu Syadza.. di tempat saya di yogyakarta., orang2 salafy hanya karena kesalah pahaman sedikit telah menganiaya orang yang dianggap preman, dengan memukulinay sampai cacat..dan saya lihat itu dengan kepala sendiri, sejka saat itu mereka yang dianggap preman, mereka makin jauh hidupnya dari agama, dan hidayah tidak menyentuh hati mereka ..mengenai tatoo..mungkin mereka adalah orang yang yang sedang baru memulai taubat nasuha mereka, dan semuanya ana rasa perlu proses, tidak serta merta kalau mengenal islam lantas perbuatannya dulu yang dilarang ditinggalkan , tapi setidak2nya mengurangi, dan akhirnya lambat laun menghilangkannya sama sekali, dan satu lagi akhi..saya juag sering menemui jamaah salafy yang tidak mau menjawab salam yang di ucapkan orang lain..padahal katanya ulama2 salaf ? ulama salaf atau ‘salah’ akhi ?

    Mungkin maksud anda adalah ulah sebagian oknum pengaku-2 salafiyah.

  13. Yuzdi mengatakan:

    To Mas Galih

    minta satu dalil disyari’atkannya Khuruj, dari Alqur’an maupun Hadits, atau atsar sahabat..

  14. Abdul Haq mengatakan:

    Untuk Akh Galih, saya juga tinggal di jogja, tolong antum sebutkan di daerah mana orang salafy memukul preman ?

    Saya nasehatkan untuk akh galih supaya antum rajin untuk menuntut ilmu agama dengan pemahaman salafush shalih dan banyak berdo’a memohon di mudahkan menerima kebenaran. Janganlah menjadi orang yang sombong karena menolak kebenaran yang ada dihadapan antum. Walaupun antum orang yang rajin beribadah, menunjukkan akhlaq yang baik tetapi jika antum lari, menjauh, menentang kebenaran yang ada di depan antum, maka pada hakekatnya antum orang yang sombong.

    Saya nasehatkan juga untuk akh Galih, kenalilah ulama’. Siapakah sebenarnya yang dinamakan para ulama’. Apakah Muhammad Ilyas pantas dikatakan ulama’ ??

    Sedikit cerita bahwa saya dan ikhwah saya pernah menasehati orang Jama’ah Tabligh Jogja beberapa kali. Tetapi mereka tidak mau menerima (Pada hakekatnya), meskipun ketika dinasehati mereka diam atau tidak dapat membantah apa yang kami sampaikan.

    Apakah seorang muslim mempunyai sifat demikian ??
    Menjadi penolak kebenaran
    Wallohu Musta’an

  15. Haitan Rachman mengatakan:

    Saudara-saudara,
    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Dari beberapa analisa yang kami lakukan, beberapa halnya menunjukkan bahwa hari ini kaum muslimin mempunyai kerangka yang kurang tepat, termasuk juga dalam lingkungan para ulama, terhadap usaha da’wah ini. Sehingga akhirnya menimbulkan kontra-produktif di lingkungan kaum muslimin.
    Misalkan dalam hal hitungan waktu saja, akhirnya banyak kaum muslimin menanyakan mana dalilnya 3 hari, 40 hari dan 4 bulan. Sehingga akhirnya disebutkan saja sebagai aktifitas Bid’ah. Kalau kita runut kerangka ini, maka kita sendiri akhirnya bisa membalikan kerangka, bahwa orang yang sedang mendalami Islam dengan program DR, juga merupakan Bid’ah juga. termasuk juga dengan Ulama yang menyampaikan pandangan tentang waktu itu. Karena program waktu untuk S3 tidak ada di jaman Nabi. Sehingga Bid’ah juga. Tetapi kerangka ini keliru, dikarenakan tidak ada di jaman Nabi, maka kita katakan Bid’ah. Oleh karena itu, penjelasan tentang 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan, seharusnya dipelajari terlebih dahulu, apa kerangka pengelolaan ini, jadi tidak langsung diarahkan karena tidak ada di jaman Nabi.
    Kasus di atas merupakan hasil sebuah kerangka yang keliru, maka akhirnya menghasilkan pandangan yang keliru juga. Atau juga usaha da’wah ini tidak mempunyai pijakan kitabullah dan sunnah rasulullah SAW, dikarenakan tidak ada. Jelas ini merupakan satu kerangka yang kurang tepat dalam hal menyampaikan itu.
    [b]Sehingga kami menemukan sebuah kerangka yang tidak tepat terhadap sebuah penilaian untuk sesuatu hal, maka akhirnya hasilnya juga akan tidak tepat juga. Silahkan ada beberapa tulisan yang dimudzakarahkan dengan teman-teman salafi di myQuran dan juga sidogiri.com. Dan kami sudah meminta kepada teman-teman salafi untuk membawanya kepada para ulama atau juga muridnya, sehingga kita kaum muslimin bisa saling cross-check dalam sebuah kerangka saling menasehati dan akhirnya membangun ummat dengan yang lebih baik[/b]

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Sebelum menginjak diskusi lebih lanjut silakan anda kirimkan ke email saya (abu_amman[ad]yahoo.com dan ibnu_burhan[ad]hotmail.com) pemahaman anda ttg bid’ah dan kriteria suatu amalan menjadi bid’ah. Insya Alloh akan saya komentari dan muat di blog ini. Lalu kita lanjutkan ke diskusi berikutnya. Syukron.

  16. Haitan Rachman mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Kenapa harus kita mudzakarahnya secara tertutup dahulu? Kita saat ini sedang menggunakan mudzakarah terbuka (Internet), sehingga kaum muslimin yang lain perlu mengetahuinya secara terbuka juga. Apakah dikarenakan kami menyebutkan bahwa pandangan para ulama salafi kurang tepat, dan salah satunya kami menyebutkan kasusnya adalah terhadap pandangan khuruj itu sendiri. Sehingga akhirnya menyerempet terhadap pemberi pandangan itu sendiri, seperti yang kami jelaskan itu. Sehingga diperlukan mudzakarah secara tertutup.
    Oleh karena itu, Insya Allah, kami akan kompilasi kembali terhadap tulisan kami yang ada di sidogiri, ketika kami bermudzakarah tentang hal perkara bid’ah ini, di situs itu secara terbuka dengan teman-teman salafi, bahkan sampai kami sampaikan menanyakan terhadap perkara khuruj segala, supaya semuanya menjadi fair terhadap kaidah yang dipergunakan.
    Kami tetap berpedoman bahwa mudzkarah ini merupakan pola terbuka, tidak tertutup, supaya kaum muslimin yang lain juga mendapatkan pandangan-pandangan yang berkembang di lingkungan kaum muslimin, tidak hanya membaca dari satu sisi saja. Karena saat ini, banyak sekali pandangan yang berkembang di lingkungan kaum muslimin, tetapi terlihatnya satu arah, seolah-olah pandangan-pandangan yang disampaikan sudah benar mutlaknya.

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Saya tidak mengajak anda berdiskusi secara tertutup. Namun saya hanya minta anda kirim artike-2 anda kepada saya nanti -insya Alloh- apabila ada keluangan dan kelapangan serta kesempatan, akan ana komentari dan kritisi di blog ini. Demikianlah. Silakan anda kritisi apa yang mau anda kritisi, namun koridor kita adalah mencari al-haq bukan utk menang-2an, dan tentu saja kita harus menyepakati dulu landasan kita. Yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih, dan dikembalikan kepada pemahaman para sahabat dan salaful ummah, yang jelas sumber penukilan dan validitas sanadnya.

  17. Haitan Rachman mengatakan:

    Saudara Abdul Haq,
    Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Kami sangat senang saudara memberikan nasehatnya kepada teman-teman kami. Tetapi saudara juga perlu santun, sampai-sampai saudara menanyakan apakah pantas Maulana Ilyas ini disebut Ulama. Hal ini artinya saudara, dan bahkan teman-teman salafi tidak memahami bagaimana menghormati kaum muslimin. Bukankah teman-teman salafi sering membaca hadits Nabi, bahwa ciri-ciri menghormati kaum muslimin merupakan ciri dari orang beriman. Apakah kita tidak perlu menjawab salam, dikarenakan kaum muslimin mengikuti usaha da’wah. Padahal sudah jelas sekali ucapan Nabi Muhammad SAW bahwa sampaikan salam kepada orang yang kamu kenal atau tidak kenal, dan juga bermuka manis kepada kaum muslimin.

    Dan juga perlu saudara juga memahami bahwa nasehat itu tidak hanya satu arah saja, tetapi bisa dua arah juga, artinya yang diajarkan adalah saling menasehati sesuai dengan QS 103:1-3. Kecuali kita memahami bahwa nasehat itu untuk orang lain, sedangkan kita tidak perlu mendapatkan nasehat itu. Tidak mungkin teman-teman salafi memaksakan pandangan-pandangannya, tanpa mendapatkan feedback membangun juga. Karena dengan hal ini, seolah-olah para ulama salafi benar dalam fatwanya.

    Bayangkan sdr., sampai ada satu ucapan bahwa usaha da’wah ini lebih berbahaya dari TARTAR. Sebuah perkataan yang berlebihan, dan sangat berbahay. Dan bisa dibayangkan kalau ada seorang ulama memanggil kepada ulama lainnya dengan kata-kata kasar, dengan sebutan salah satu hewan yang paling tidak disukai kaum muslimin.

    Kami sangat senang mendapatkan nasehat, darimanapun, tetapi yang memberikan nasehat juga perlu mendapatkan feeback ilmiyah juga, sehingga tidak hanya satu arah saja. Disinilah saudara perlu banyak belajar, termasuk juga teman-teman salafi yang lainnya.

  18. Haitan Rachman mengatakan:

    Saudara-saudara,
    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashrudin Al-Albani –Rahimahullah- dalam fatawa Al-Imarotiyah hal. 30 ketika ditanya tentang jama’ah tabligh, beliau memberikan jawaban : “Da’wah Jama’ah Tabligh adalah sufi masa kini (shufiyyah ashriyyah) yang tidak berpijak kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya…”
    Kalimat ini cukup mengejutkan bahwa usaha da’wah tidak mempunyai landasan atau berpijak kepada Kitabullah dan Sunnah-Rasul-Nya. Kami heran apa maksud dari kalimat ini, tetapi dari analisa kami sendiri pandangan seperti ini adalah tidak tepat sekali. Kaum muslimin saat ini sangat lemah dalam berbagai bidang, sehingga kita kaum muslimin seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan pandangan-pandangannya. Saling mengingatkan hal yang harus dilakukan, tidak hanya kepada teman-teman usaha da’wah, tetapi juga kepada teman-teman salafi. Karena memang kaum muslimin harus saling mengingatkan.

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Ucapan al-Muhaddits al-Albani tidaklah salah apabila anda mau menelaahnya secara ilmiah dan dengan penelaahan mendalam atas dasar ucapan beliau. Sebelumnya beliau beberapa kali telah berdiskusi dengan tablighiyun sehingga ucapan beliau tidaklah kosong dari hujjah dan argumentasi. Saya tantang anda untuk membantah contoh-2 ulasan kemaudhu’an dan khurofat di dalam kitab-2 mutabannat Jama’ah Tabligh sebagaimana tersebut di dalam contoh di atas? Baru setelah itu kita menginjak ke diskusi berikut…

    Apakah mengajak kaum muslimin untuk sholat berjama’ah tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?

    Tidak, bahkan sholat berjam’ah bagi laki-2 adl wajib.

    Apakah bersilaturahmi antara kaum muslimin tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?

    Silaturrahim adl bagian dari Islam dan sangat disyariatkan. Bahkan Alloh dan rasul-Nya mencela bahkan mengancam orang yang memutus silaturrahim.

    Apakah berdzikir pagi dan petang di masjid tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?

    Dzikir pagi dan petang adl sunnah Rasulullah dengan tuntunan dan bacaan dzikir yang telah ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Adapun membuat-2 sendiri, mengkhususkan bacaan ttt yg tdk pernah dikhususkan oleh Rasulullah, makan ini bid’ah munkarah.

    Apakah mendorong kaum muslimin untuk ikhlash dalam seluruh amal tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?

    Islam datang untuk menegakkan kalimat tauhid laa ilaha illa Allohu, mengikhlaskannya dari segala bentuk kesyirikan dan kebid’ahan. Islam berdiri di atas dua pondasi : (1) ikhlas lillahi ta’ala dan (2) mutaba’ah. Ikhlas saja di dalam amal tdklah cukup namun haruslah disertai dengan mutaba’ah.

    Apakah untuk selalu membaca Al-quran tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?

    Membaca Al-Qur’an sangat dituntunkan oleh Rasulullah, dimanapun dan kapanpun kecuali di tempat-2 yang dilarang oleh beliau, yaitu tempat yang najis (KM) dan kuburan. Islam juga menuntunkan membaca Al-Qur’an kapan saja, dan apabila mengkhususkan pada hari-2 ttt maka hrslah dengan dalil. Mengkhususkan membaca Yasin setiap hari Kamis adl bid’ah, bukan karena membaca al-Qur’an itu bid’ah, namun yg bid’ah adl atas dasar apa pengkhususan surat yasin dan hari kamis dilakukan? Adakah Rasulullah menentukannya? apabila tidak maka bid’ah!

    Apakah untuk menjaga sholat berjama’ah tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?
    Apakah untuk saling menjaga kehormatan kaum muslimin tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?
    Apakah untuk saling menghormati dan mengingatkan kaum muslimin tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?
    Apakah menyampaikan da’wah Islam tidak diajarkan dalam Al-quran dan juga sunnah Rasulullah SAW?
    Seluruhnya sangat dianjurkan dalam Al-quran dan juga Sunnah Rasulullah SAW, sehingga dengan pandangan di atas itu, merupakan pandangan yang keliru. Usaha da’wah ini sangat mendorong untuk mengamalkan beberapa hal di atas itu, dan segala berdasarkan pada quran dan sunnah, dan juga para shahabat RA.

    Aduhai… Sungguh benar perkataan seorang penyair
    “Aku berjalan ke barat dan kau berjalan ke timur… Alangkah jauhnya barat dan timur…”
    Wahai saudaraku, apa korelasi amalan yg anda sebutkan dengan ucapan Syaikh al-Albani di atas? Seakan-2 anda berasumsi bahwa syaikh al-Albani menuduh JT shufi gaya baru hanya karena JT mengamalkan amalan-2 sunnah di atas…
    Wahai saudara, anda benar-2 tdk faham ttg masalah bid’ah dan sunnah. Oleh karena itulah saya minta kpd anda utk menuliskan ulasan anda ttg bid’ah,kriteria dan dhowabitnya. Agar saya mengetahui sejauh mana yang anda fahami ttg masalah bid’ah dan sunnah. Dan jauhilah berkata-2 tanpa ilmu wahai saudara… karena apa yg anda katakan lebih banyak berangkat dari pemahaman anda yg keliru krn ketiadafahaman anda thd masalah-2 prinsipil di dalam Islam.
    Oleh krn itu sebelum anda berkomentar lebih jauh dan lebih banyak yg menyebabkan anda semakin jatuh kpd banyak kesalahan, maka tahanlah diri anda, dan kirimkan apa yang anda fahami ttg Islam, ttg tauhid syirik, ttg sunnah bid’ah, baru setelah itu kita lanjut ke diskusi berikutnya. Allohu yahdik.

  19. galih mengatakan:

    Saudaraku seiman dan seaqidah ..
    saya memang belum pernah ke india, tapi insya Allah setelah selesai kuliah..saya akan pergi kesana,melihat bagaimana sunnah nabi disana dipraktekkan dan diamalkan, dan bagi saudara salafi kami terkasih..
    jika memang kalian memfitnah kami dengan tuduhan2 keji seperti kami menyembah kuburan disana, bisakah kalian tunjukkan buktinya ? pernahkah kalian semua menyelidiki lebih jauh ? pernahkah saudara2ku salafy menyaksikan sendiri kami menyembah kuburan ? jikalau kalian menyaksikan sendiri bahwa kami bukalah penyembah kuburan seperti yang kalian fitnahkan, apakah kalian tetap menganggap kami ahli bid’ah ?

    Syaikh Muhammad Aslam al-Bakistani dan masyaikh Jum’iyah Ahlil Hadits India telah mempersaksikan bahwa mayoritas tablighiyun di India adl quburiyun, kecuali yg dirahmati Alloh. Apa yg dipaparkan oleh Syaikh al-Bakistani dan juga syaikh Sholah Maqbul Ahmad al-Hindi di dalam bukunya “Zawabi’ fi Wajhis Sunnah” sdh cukup dijadikan bukti. Silakan counter apa yg dimuat di dalam Fahilah Amal sbgmn termaktub di atas berupa khurofat quburi, blm lagi hadits maudhu’ dan palsu. Semoga Alloh memberikan hidayahnya kepada kita semua.

  20. Haitan Rachman mengatakan:

    Saudara-saudara,
    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Saya secara pribadi menghormati syeikh Al-Banni dalam bidang ilmu hadits, meskipun banyak juga ulama yang lain memberikan pandangan-pandangannya terhadap beliau. Dan banyak manfaat yang saya peroleh dari beliau ini. Saat ini usaha da’wah di tataran arab menggunakan kitab riyadhush sholihin sebagai pembacaan ta’limnya, dan di tempat lain adalah kitab Fadhilah Amal. Saya sendiri tidak hanya terfokus pada kitab fadhilah amal, dan banyak juga teman-teman da’wah tidak hanya berkutat dengan fadhilah amal.
    Saya sudah jelaskan sebelumnya, bahwa kita perlu bermudzakarah tidak tertutup seperti ini, dan hal ini jelas akan mempersempit mudzakarah ini. Kita susun saja beberapa hal perkara yang sering disampaikan oleh ulama salafi, dan kita sama-sama mudzakarah terhadap hal itu secara ilmiyyah. Tetapi kita harus membahasnya secara teratur dan sistematik.
    Dan jika ada pandangan yang tidak dipahami oleh sdr, terhadap pandangan saya yang disampaikan terhadap pandangan-pandangan tersebut. Sebainya sdr. membawanya kepada ulama atau juga murid-muridnya untuk dibahas dan dikaji, karena hal ini untuk memberikan feedback yang membangun bersama di kalangan kaum muslimin. Saya pernah bermudzakarah dengan teman-teman salafi di myQuran, dan juga sidogiri. Sdr. Bisa membuka forum di sana, jika sdr. tetap berkeinginan membahas. Saya tidak berkeinginan membahas yang berkutat dengan kitab fadhilah amal saja, tetapi yang lainnya supaya yang lainnya bisa terbuka pikiran dan wawasannya.
    Catatan:
    Saya memahami bahwa forum feedback di situs ini, tidak mungkin dilakukan karena modelnya tidak untuk memberikan kerangka membangun bersama, tetapi lebih membangun satu arah.

  21. Nanda Heksa mengatakan:

    fenomena sekarang banyak mantan aktivis JT yang berasal dari mahasiswa telah meninggalkan JT. Dengan alam demokrasi dan informasi yang tersebar juga semakin kuatnya pola pikir rasional dikalangan mahasiswa, mereka berani mempertanyakan metodologi JT dalam beragama. Seorang karkun yang khuruj disuatu wilayah tertentu Mengapa ikut2-an kegiatan kesyirikan diwilayah itudengan mengatasnamakan da’wah. Mereka JT tidak punya dalil yang SAH (SAhih dan Hasan) tentang metede da’wahnya.

    Lau kaana khairan lasabaquna alaihi . Seandainya aqidah 6 sifat dan khuruj JT itu bai tentulah para Shahabat telah mendahului kita mengamalkannya.

  22. Abdul Haq mengatakan:

    Untuk Haitan Rachman,

    Yang namanya bermudzakaroh, yang penting diperhatikan bagi seorang muslim adalah ingin mencari kebenaran.Keikhlasan niat untuk mencari kebenaran.

    Betapa banyak diskusi yang seperti ini yang tidak membawa hasil. Ya karena tujuannya tidak benar.

    Ingat, bahwa da’wah yang haq itu di bangun diatas tauhid yang benar,fokus utamanya adalah da’wah tauhid, bukan masalah keutamaan suatu amal. Seandainya da’wah dengan khuruj, menetapkan waktu tertentu baik, menda’wahkan fadhail amal baik niscaya para sahabat sudah melakukannya.

    Apakah JT fokus da’wahnya masalah tauhid ? apakah JT memberantas kesyirikan ?
    Bagaimana mau berda’wah tauhid wong mereka sendiri belum faham benar masalah tauhid, kitab yang mereka pelajari juga bukan membahas tauhid.

    Meskipun kalian mengatakan kami tidak hanya berda’wah pada kitab fadhail amal, kami juga berda’wah tauhid (sebagaimana yang dikatakan orang JT jogja ketika diskusi dg saya) namun kenyataanya mana ? dusta

    Apakah yang namanya da’wah tauhid itu hanya mengatakan: “wahai bapak-bapak, ibu-ibu mari kita hanya mentauhidkan alloh dan tidak berbuat syirik” niscaya mereka akan berkata: “mari”

    Ingatlah, yang namanya da’wah tauhid itu da’wah secara rinci, berdo’a hanya kepada Alloh, istianah, nadzar, tawaf, tawakal, semuanya hanya untuk Alloh dan di rinci penjelasannya dll

    Apakah mereka pernah memperingatkan dari bahaya kesyirikan secara rinci ??
    Menyembah kuburan, tawaf di kuburan, meminta pada penghuni kubur, bertawassul pada orang mati, memakai jimat semua itu syirik

    Apakah mereka pernah menyampaikan hal ini ketika berda’wah ??
    Jadi da’wah tauhid itu harus di rinci, bukan hanya global.
    Dan inilah da’wah setiap rosul.

    Jika keadaan mereka demikian maka benarlah jika para ulama’ menghukumi bahwa da’wah JT tidak mencontoh Rosululloh, dan banyak menyelisihi Rosululloh khususnya dalam permasalahan aqidah dan banyak melakukan hal-hal yang tidak dicontohkan Rosululloh.

  23. galih mengatakan:

    begitu juga salafi akh.nanda .. begitu banyak aliran salafi yang terpecah2 di daerah saya,murid ustadz jafar umar talib banyak yang berpaling dari beliau, akhirnya buat salafi tandingan..di kampus saya pun takmir mesjidnya harus diganti karena takmir masjid dahulu yang kebanyakan orang 2 salafi selalu membuat resah jamaah..dan saudaraku abu salma, anda saya tantang untuk pergi ke india untuk menyaksikan sendiri apa kegiatan kami disana, betulkah menyemah kuburan atau tidak, anda tidak menyanggupi ? bagaimana mungkin anda tahu tanpa menyaksikan sendiri ? apa anda takut akan kebenaran sejati sehingga tidak menjawab tantangan saya ?

    Seorang penyair pernah berkata :
    ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود
    Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui
    Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui

    Orang-2 yang tsiqoh, para ulama ahli hadits dari India mengabarkan, dan kabarnya mereka tulis di dalam buku, bahwa apa yang mereka tulis adalah realita yang ada di hadapan mereka… Mereka menceritakan apa yang mereka dapatkan, dan mereka terbakar gairah keislaman utk memurnikan agama yang mulia ini dari adroon (noda-noda) syirik dan bid’ah.
    Namun, seorang Indunisiy yang emosi marah dibakar ashobiyah akan jama’ahnya, mendustakan kesaksian tsb, karena matanya tidak mampu menjangkaunya, inderanya mendustakan pendengarannya… Ia tidak melihat sendiri, namun mendustakan apa yang dikabarkan oleh khobar mustafidh dari para ulama ahli hadits India dan Pakistan…
    wahai saudaraku…
    وإذا لم تر الهلال فسلم لأناس رأوه بالأبصار
    Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah
    Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala

    Allohumma… Apabila realita tidak demikian maka wajib bagi anda membantah apa yg ada di dalam tablighi nishab atau fadhailul ‘amal, karena berita/isi yg ada dalam kitab inilah yang membenarkan apa yg disampaikan oleh para ulama tsb.

  24. galih mengatakan:

    untuk saudaraku abdul haq..bahaya syirik yang melanda bangsa kita tentu juga menjadi titik keprihatinan kami,tapi perlu antum ingat , syirik2 seperti menyembah kuburan,sedekah laut,atau banyak yang lainnya telah mendarah daging selama ratusan tahum lamanya, dan telah menjadi adat istiadat khususnya masy.jawa..apakah itu semua langsung bisa sirna bgt saja dalam waktu singkat ? dakwah yang kami lakukan pelan2 , kita tidak langsung mengatakan bahwa itu syirik, karena nantinay akan justru membuat mereka marah karena mereka merasa adat mereka yang berusaha dilestarikan selama ratusan tahun itu dilecehkan, perlu diingat akhi, kita bukan arab, jangan disamakan bangsa ini dengan orang arab..bukan maksud saya untuk membela kesyirikan, tapi mnrt saya, dakwah yang kita lakukan sebisa mungkin jangan sampai menimbulkan masalah, seperti yan gterjadi di lombok terhdp orang2 salafi,setelah mereka dirasa ckp memiliki landasan ilmu yang kuat barulah kita sampaikan pelan2 bahaya syirik itu, secara perlahan2..lagipula bukankah tugas kita cm menyampaikan ? masalah hidayah urusan Allah akhi, bukan urusan kita.. Allah yang memutuskan siapa diantara umat Nya yang akan diberikan petunjuk ,dan bukankah itu juga yang dilakukan RAsul ?

    Allohumma… tampaknya antum perlu belajar sirah nabawiyah lagi… namun sirah yang shahihah jangan yang maudhu’ah…

  25. Haitan Rachman mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Sdr. Nanda Heksa, Sdr. Abdul Haq, dan teman-teman,
    Sangat tepat sekali, kita mencari kebenaran dengan hal itu. Dan kebenaran itu bukan milik satu golongan atau kaum, tetapi kebenaran itu milik kita bersama, sebagai bagian dari kaum muslimin itu sendiri. Dan kita bersyukur hari ini telah menjadi bagian kaum muslimin itu sendiri.
    Untuk itu, kita dapat bermudzakarah lebih luas dan berwacana terhadap kaidah-kaidah atau juga hal-hal yang berhubungan dengan usaha da’wah termasuk juga dengan pandangan-pandangan atau fatwa-fatwa yang disampaikannya.
    Kita tidak mungkin bermudzakarah, kalau kita sendiri mempunyai ruang lingkup yang sempit, sehingga kebenaran itu sendiri cukup sulit kita peroleh dengan baik. Dan juga mungkin kita dapat libatkan teman-teman yang dahulunya pernah mengikuti usaha da’wah ketika mahasiswanya.
    Jangan kuatir, kita semua mencari kebenaran itu sendiri. Kita semua pernah membaca ucapan Imam Syafi’i terhadap sebuah pandangan beliau, kalau ada kebenaran yang lebih shohih dari pendapatku maka itu juga pandanganku. Artinya beliau selalu mengikuti kebenaran itu sendiri. Itulah pandangan saya sendiri, tetapi kita harus mempunyai kerangka yang betul. Jangan sampai kita menilai sesuatu, tetapi kerangka yang dipergunakan keliru. Dan kami temukan hal itu dalam pandangan-pandangan teman-teman salafi, termasuk dengan tulisan yang diatas.
    Tetapi bagaimana kita dapat mencari kebenaran itu sendiri, jika kita ini selalu dalam kerangka satu arah dan tidak melakukan eksplorasi yang lebih dalam dan bersama. Silahkan buka forum di tempat yang lebih terbuka, di situs myquran atau juga sidogiri.
    Saya diminta mengirimkan email ke beberapa orang. Jelas ini tidak bisa dilakukan, karena kita semua perlu bermudzakarah secara terbuka dan seksama dan sistematika. Sehingga semua orang yang pernah tahu dengan usaha da’wah ini, dan juga sering memberikan komentar juga dapat terlibat secara sistematik dan eksplorasi lebih dalam dan telaten. Insya Allah, saya tunggu informasinya, karena kita semua mengajak untuk mencari kebenaran itu sendiri.

    Pak haitan… bersabarlah utk mendapatkan respon atas ulasan anda yang anda muat di website anda tsb. Apabila ulasan anda itu benar maka tidak ada penghalang bagi kami menerimanya, namun apabila ulasan anda itu kurang tepat, tidak berdasar, dan bobot keilmiahannya masih diragukan… maka saya harap anda juga tidak ragu melakukan yang sama. Insya Alloh kita diskusikan secara lebih dalam dan telaten. Namun, saat ini saya sedang sedikit sibuk, insya Alloh di tengah kesibukan ini akan saya coba luangkan waktu untuk mengomentari ulasan anda…

  26. syaefudin mengatakan:

    luar biasa memang salafi ini, awas berbalik kepada diri anda sendiri nantinya kesesatan itu, anda pasti tau dalilnya

  27. abu yusya assulaify mengatakan:

    Assalamulaikum

    Akhsan bagian komen ditutup saja ana lihat perdebatan di sini semakin tidak ilmiyah & sedikit manfaatnya.

  28. Ahmad mengatakan:

    Semoga tujuan amtum menyingkap kesalahan2 jama’ah tabligh ini ikhlas karena Allah ta’ala dan bukan karena membenci jama’ah tabligh. Tetapi kalau antum mengatakan kalau di dalam jama’ah tabligh itu semuanya bid’ah dan tidak ada yang benar saya berani bersaksi kalo antum KADZDZAB

  29. Haitan Rachman mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    My Brother,

    Terimakasih, hanya beberapa bagian tulisan yang pernah disampaikan dalam situs ini, tidak ditampilkan. Tetapi kami tetap menghargai hal itu, meskipun point-point cukup penting.

  30. Haitan Rachman mengatakan:

    abu yusya assulaify Berkata:
    Maret 24th, 2007 pada 8:49 pm
    Assalamulaikum
    Akhsan bagian komen ditutup saja ana lihat perdebatan di sini semakin tidak ilmiyah & sedikit manfaatnya.

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Kita kaum muslimin perlu banyak belajar dengan perkembangan yang berkembang saat ini, tetapi kadangkala kita juga tidak dapat hanya diajari dengan pola berpikir yang satu arah dan tidak adanya feedback pada pandangan-pandangan yang berkembang itu. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan tidak hanya ilmiyyah dari sisi satu sumber saja, tetapi juga ilmiyyah dari sumber lain. Sehingga ilmiyyah itu dapat dibangun untuk kalangan kaum muslimin.

    Internet saat ini sudah dipergunakan untuk penyebaran ilmiyyah, tetapi kadangkala kaum muslimin tidak hikmah terhadap ilmiyyah itu sendiri. Artinya kita hanya memandang ilmiyyah kepada satu pandangan, tetapi feedback terhadap pandangan itu tidak dianggap ilmiyyah. Ini merupakan yang terjadi saat ini di lingkungan kaum muslimin saat ini. Dan hal ini sudah nampak di hadapan kita semua.

  31. abu jibrin mengatakan:

    akh abu salma, mungkin sebaiknya antum menurunkan tulisan Ust. Abdul Hakim yang membantah pembesarnya JT di Masjid An-Nur Pekanbaru.

  32. Haitan Rachman mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Kepada teman-teman,
    Kami sangat senang sekali untuk mudzakarah tentang usaha da’wah ini. Tetapi kadangkala mudzakarah di situs ini cukup kurang fleksible.

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Silakan bermudzakarah, tapi blog ini bukan sarana utk berdiskusi dan berjidal ria. Saya tdk banyak waktu mengomentari semua komen yang masuk kecuali yang penting-2 saja. Silakan komentari dan counter apa saja yg ada di blog ini dan sebarkan, masukkan ke blog anda. Apabila dirasa perlu sekali maka akan saya tanggapi. Saya telah menawarkan kepada anda utk berdiskusi secara ilmiah via email, bukan artinya sembunyi-2. Namun, saya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman anda ttg bid’ah dan sunnah, ttg tauhid dan syirik… baru hasil diskusi kita silakan di blow-up kemana-2…

  33. Haitan Rachman mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Di bawah ini merupakan tulisan singkat mudah-mudahan bermanfaat.

    Perkara-I:
    Banyak pandangan yang berhubungan terhadap usaha da’wah dikarenakan kitab fadhilah amal ini.

    Saudara-saudara,
    Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Kami tidak memberikan penjelasan terhadap hadits-hadits yang disampaikan itu, tetapi kami mengajak untuk lebih berpikir proporsional dalam menghadapi keadaan, sehingga kita dapat membangun kebersamaan untuk kaum muslimin di masa depan, tidak lagi dalam suasana Kontra-Produktif. Sehingga tulisan-tulisan ini lebih mengajak untuk berpikir, tidak lagi dalam saling bermudzakarah dalam hadits-haditsnya.

    Kitab Fadhilah Amal yang sekarang banyak dipelajari kaum muslimin merupakan kitab untuk dorongan beramal. Saat ini telah ada pandangan-pandangan yang berlebihan terhadap usaha da’wah ini dikarenakan kitab fadhilah amal, seperti dinyatakan bahwa usaha da’wah ini sebagai aliran sesat, banyak melakukan bid’ah, khurafat, dsb. Sehingga pandangan-pandangan ini sangat berlebihan, bahkan seolah-olah memperlihatkan ketidaksukaan sebagian kaum muslimin terhadap usaha da’wah ini. Dan hal ini telah memberikan perilaku yang kurang baik, misalkan menyimpan kitab fadhilah amal ke dalam tong sampah. Perilaku ini jelas tidak terpuji disisi Agama kita yang mulia ini.

    Beberapa ulama menyatakan bahwa kitab ini mempunyai hadits yang dhoif, maudhu, mungkar. Tulisan dari kitab ini jelas merupakan hasil karya seorang ulama yang berdasarkan pada sumber-sumber rujukan (referensi) sebelumnya. Artinya bahwa kitab ini tidak terlepas dari sumber-sumber yang menjadi rujukannya. Tetapi yang harus dipahami bahwa penentuan hadits dhoif dan maudhu terhadap bobot satu hadits, belum tentu semua ulama mempunyai timbangan yang sama. Kita semua dapat mempelajari dari beberapa kitab hadits yang ada sekarang ini. Bahkan dalam kitab Targhib Wat Tarhib sendiri beberapa haditsnya dinyatakan sebagai maudhu oleh Syeikh Al-Banni, atau juga kitab Al-Mashobih.

    Yang menjadi sebuah pertanyaan besar adalah kenapa demikian terbukanya para ulama salafi terhadap kitab fadhilah amal, sampai-sampai dengan menggunakan perkataan-perkataan yang boleh jadi berlebihan. Tetapi kenapa tidak juga dilakukan kepada kitab-kitab yang menjadi rujukan kitab fadhilah amal sendiri, seperti kitab targhib wat tarhib atau kitab al-mashobih. Sehingga dengan pendekatan seperti ini, kenapa tidak dilakukan kepada rujukan-rujukannya, karena ini lebih mendasar lagi sebenarnya.

    Padahal dalam usaha da’wah ini jelas mempunyai kebijakan-kebijakan, misalkan saja kitab riyadhush sholihin dipergunakan di tataran arab. Kenapa dipilihnya kitab riyadhush sholihin? Tidak kitab-kitab lainnya, misalkan kitab al-muntaqa atau kitab bulughul murom. Hal ini sebenarnya melalui proses musyawarah. Sudah dijelaskan diawal bahwa kitab yang diperlukan adalah kitab yang menjadi dorongan-dorongan amal, sehingga lebih memudahkan kaum muslimin untuk membentuk suasana amal islam itu sendiri.

    Sebenarnya para ulama salafi atau siapa saja yang mempunyai kemampuan terhadap hadits, tidak perlu dengan cara seperti itu disampaikannya, sehingga akhirnya hanya mempunyai dorongan-dorongan kepada kaum muslimin awam, terutama para pemuda yang baru belajar Islam dengan semangatnya, untuk berperilaku yang tidak islami, misalkan menyimpan kitab ke dalam tong sampah, tidak menjawab salam ketika disampaikan salam.

    Syeikh Al-Banni sudah melakukan pembagian terhadap kitab-kitab besar, misalkan kitab Targhib Wat Tarhib, Tirmidzi. Sehingga dibagi ke dalam dua bagian utama, yaitu kitab khusus Shohih saja dan juga dhoif atau maudhu. Sehingga ini mungkin akan memudahkan bagi yang lainnya. Ini merupakan yang sistematik, meskipun ada sebagian ulama lain yang kurang berkenan terhadap pemisahan hal ini. Dari contoh di atas, tidak ada satupun ucapan-ucapan yang meremehkan terhadap si penulisnya sendiri, meskipun syeikh al-banni sendiri menyebutkan ada yang dhoif atau maudhu.

    Kitab Riyadhush Sholihin dipergunakan untuk di tataran Arab. Artinya tidak menutup kemungkinan dipergunakan kitab lainnya. Kami sering perhatikan terhadap kitab-kitab lainnya, para ulama juga mengetahui bahwa terdapat hadits-hadits yang dhoif dan maudhu dalam kitab-kitab itu. Para ulama tidak serta menyalahkan atau bahkan menapikan sama sekali terhadap kitab-kitab itu.

    Terhadap kitab Fadhilah Amal ini, penulis sendiri, Maulana Dzakaria, memberikan kesempatan kaum muslimin untuk menyampaikannya kepada orang-orang yang ditunjuk oleh Penulisnya sendiri, bukan kepada setiap orang yang terlibat dalam usaha da’wah ini. Seperti tadi kita kaum muslimin tidak semuanya mempunyai pandangan yang sama terhadap satu bobot hadits tadi, misalkan yang telah kami sampai sebelumnya, Syeikh Al-Banni saja memilahkan kitab itu ke dalam dua kitab yang berbeda. Itu merupakan hak ilmiyah dari Syeikh Al-Banni, tetapi juga bukan berarti semuanya harus sama mengikutinya terhadap pembobotan itu.

    Kitab Riyadhush Sholihin merupakan kitab yang dipergunakan secara baik, jadi artinya jika ada kitab yang boleh jadi cocok dengan sasaran yang dimaksud ta’lim fadhilah itu, maka kita sendiri bisa mengajukannya. Atau jika memang tidak ada, maka boleh jadi kita melakukan pemisahan terhadap kitab fadhilah Amal itu sendiri, seperti syeikh Al-Banni terhadap kitab Tirmidzi, dan juga disebar luaskan ke lingkungan kaum muslimin. Atau jika tidak berkenan dengan pemisahan ini, maka coba kita susun kembali tulisan-tulisan fadhilah Amal seperti kitab riyadhush sholihin atau bahkan seperti kitab fadhilah amal, yang disusun oleh Maulana Dzakaria. Artinya kita semua perlu diajari dengan cara-cara yang membangun bersama di lingkungan kaum muslimin, tidak hanya diarahkan kepada sebuah keadaan yang bukan alamnya sekarang ini.

    Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
    Haitan Rachman

  34. Haitan Rachman mengatakan:

    abu jibrin Berkata:
    Maret 27th, 2007 pada 3:10 pm

    akh abu salma, mungkin sebaiknya antum menurunkan tulisan Ust. Abdul Hakim yang membantah pembesarnya JT di Masjid An-Nur Pekanbaru.

    Kami kira perlu juga, sehingga kita dapat bermudzakarah. Dan mungkin saja kami dapat memberikan masukan yang diperlukan. Dan untuk sdr. pemilik situs ini, apa-apa yang diminta dan dikirim ke email, merupakan hal yang cukup berat dan panjang, karena jelas nantinya merupakan tulisan yang cukup panjang, dan merupakan buku dan hal ini memerlukan waktu. Tetapi jika melalui mudzakarah, kita akan pada topik-per-topik.

    Tetapi sebagai informasi saja, kitab aqidah yang kami pelajari yaitu Kitab Aqidah Imam Thohawiyyah , Kitab Al-Iman. Oleh karena itu, kami berikan apa yang tertulis di beberapa situs saja, seperti http://shahabat.jamrud.com dan juga http://www.jamrud.com/tabligh; serta di situs forum terbuka di http://www.sidogiri.com atau juga http://www.myquran.com

  35. annuar mengatakan:

    Saya dari Malaysia. Saya juga pernah mengikuti firqah tabligh dahulu (pernah keluar 40H). Alhamdulillah, selepas mengikuti program/kuliah hadis dari para ustaz salaf, terbuka hati ini untuk mengkaji berkenaan pegangan/manhaj tabligh ini. Bukti yang saya perolehi cukup jelas menunjukkan bahawa J.T. tidak berdiri di atas manhaj salafushaleh. Tetapi J.T mengikuti manhaj Muhammad Ilyas iaitu manhaj Sufi.

    Buktinya ada di dalam buku2 karangan beliau dan Muhammad Zakaria. Saya mempunyai hampir kesemua buku2 terjemahan J.T saya perolehi dari Masjid Sri Petaling iaitu markaz Tabligh di Malaysia. Fadhilat Amal, Sedekah, haji semua cerita Sufi. Yg paling menyedihkan adalah apa yg ditulis oleh. Mohd. Zakaria di dalam Fad. Selawat (Darood). Buku ini pernah di jual di Masjid Sri Petaling tetapi sudah tiada di sana (saya sempat membeli buku itu). Cerita2 di dalam memang merosakkan akidah kita. Semoga Allah mengampunkan mereka ini.

    Muhammad Zakaria banyak memasukkan unsur2 Kasyaf, Sufi, kisah Wali/Nabi Khidir dan Mimpi di dalam tulisan beliau. Pendapat yg kuat, mimpi bukan Hujah. Tetapi , kalau tuan baca buku Malfuzat Siri Alif, kata/nasihat Muhammad Ilyas, beliau dengan jelas mengatakan beliau mendapat perintah untuk usaha tabligh ini melalui mimpi (tafsiran beliau ke atas ayat alquran – “kamu adalah umat yg terbaik…”). Kemudian, di dalam banyak tulisan Muhammad Zakaria (Fad Sedekah, haji), beliau menceritakan bagaimana Rasulullah memberi pertolongan walaupun banginda telah wafat. Ini mustahil! Rasulullah telah wafat dan tak mungkin dapat kembali ke dunia untuk memberi apa2 lagi. Tuan bacalah kisah ini di dalam Fadhilat Sedekah, haji dll.

    Alhamdulillah, masih ada lagi mereka yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah, mengikut kefahaman As-Salafusshaleh. Mereka tidak mencampur-adukkan agama ini dengan cerita2 sufi, kashaf, wali, dan mimpi melainkan, mereka menegakkan agama ini dengan hujjah yg nyata iaitu Ilmu.

    India adalah negara kuffar, di dalamnya ada penyembah kubur, umat Islam sepatutnya tidak ke negara tersebut.

    Bayan Maulana2 di Ijtimak Rawind (risalah – Msjd Sri Petaling) dan juga di Tomboro 2005 (CD – Msjd Sri Petaling), jelas menunjuk akidah mereka menyimpang dari Akidah A Sunnah Wal Jamaah. Mereka mengatakan “tidaklah dijadikan dunia ini melainkan kerana dijadikan Rasulullah”. Ini sama sekali tidak ada di dalam hadis – melainkan fahaman tarikat Nur Muhammad. Saya memang terkejut dengan semua ini. Sila rujuk fatwa Syaikh Mohd Saleh Al-Munajid (http://islamqa.com, soalan No. 4509 – “Apakah Nabi SAW diciptakan dari cahaya?). Tidak ada satu akidah dan manhaj yg menyatukan umat Islam di dalam gerakan tabligh, melainkan bercampur-baur dengan segala macam akidah/manhaj. Ini mustahil! Akidah dan manhaj kita hanya satu.

    Saya tidak mempunyai apa2 kepentingan di dalam masalah J.T ini. Cukuplah apa yg ada di dalam Quran dan Sunnah. Pada pendapat saya, dakwah akan diteruskan walau pun bukan dengan mana2 Jamaah.

  36. pemerhati mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Berita kemiringan mengenai jamaah tablig adalah sebuah berita dhoif.
    Mengenai pertanyaan berikut ini :
    “Nukilan tersebut ada di buku Syaikh Muhammad Aslam al-Bakistani, mantan pembesar jama’ah Tabligh yang telah bertaubat dan menulis kritikan dan nasehat kepada Jama’ah Tabligh. Maka berita dari beliau lebih kuat tentunya daripada simpatisannya”
    Syaik Muhammad Aslam ini al-Bakistani ini siapa?
    Siapanya siapa?
    Ini perlu diselidiki?
    Kemungkinan dia adalah Karkun yang patah hati.
    Dalam dakwah yang bukan organisasi tapi terkoordinir ini, tidak ada ikatan sedikitpun.
    Jadi dakwah tidak perlu kita, tapi kitalah yang perlu dengan dakwah.
    Kalau beliau masih hidup, mendingan ustadz tanya aja langsung jangan baca bukunya doang.
    Beliau (Syaik Muhammad Aslam ini al-Bakistani) tinggal dimana?
    punya nggak alamat email?
    Syukur2 punya nomor HP.
    Undang dong ke Indonesia?
    Atau ustadz ke nizamuddin aja sekalian, biar liat langsung.
    Apa benar sih jemaah ini nyembah kuburan?
    Tuh liat tuh.. di makam sunan ampel tiap malam?

    Wa’alaikumus salam warohmatullahi wabarokatuh
    Beliau mantan Jama’ah tabligh. Setelah belajar di Jamiah Islamiyah Madinah beliau faham akan penyimpangan-2 tablighi lalu beliau pun menulilskan buku kritik thd tablighi yang beliau munaqosyahkan di Jamiah.

  37. galih mengatakan:

    akh annuar yang dirahmati Allah..jika memang india adalah negeri kuffar..bukankah kewajiban kita berdakwah untuk meluruskan mereka ? apakah jika mereka sekarang kuffar lantas kiat diamkan saja tanpa mendakwahi mereka ? tidakkah kiat merasa berdosa karena tidak bisa membimbing mereka ke jalan yang lurus?banyak teman2 salafy yang bilang bahwa JT adalah penyemabh kubur,tapi ketika diminta untuk membuktikan atau diajak ke india untuk melihat bagaimana praktik JT disana, tidak ada yang menyanggupi? saran saya supaya tidak menjadi fitnah, mari kita sama2 buktikan apakah bnr yang dituduhkan saudara2 salafy kepada JT ?

  38. adamlf mengatakan:

    Assalaamu’alaykum…

    8-) Wah2… Postingan ana kok belum muncul yahhh…

    ya sdh tidak apa2 kok.. semoga jadi bahan mudzakarah bagi antum2 khususnya pengelola situs ini dan Ikhwah pada umumnya.

    Wassalaamu’alaykum…

  39. Abu Najiyah mengatakan:

    Wah, diskusi yang sangat menarik sekali dan bermanfaat.
    ingsya Allah saya akan ikut berdiskusi disini, sebetulnya Aslam sendiri bukan pentolan Jama’ah tabligh tetapi pensiunan tentara saja dengan beraliran Brewli penyembah kuburan. lalu hijrah ke Arab dan belajar disana …nah yang di pertanyakan adalah keabsahan tesisnya di bidang keilmuannya. Ingsya Allah saya kasih tahu biodatanya sedikit, dan gimana Akhi kalau Syaikh Abu bakar al jaiziri yang mendukung Jama’ah Tablih ?

    Muhammad Aslam al-Bakistani adalah salah seorang mantan tablighi, dan di dalam tablighiyun ini banyak macam sekte mulai dari deobandiy, barelwiy dan thariqat-2 shufiyah lainnya. Tafadhdhol kalo antum ada info tentangnya. Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi memang mentazkiyah tablighi yang ada di Saudi, karena yang tampak pada beliau, tablighiyun di Saudi adalah aqidahnya tdk menyimpang. Al-Hukmu far’un ‘an tashowwurihi (penghukuman itu cabang dari gambaran relitanya). Disebabkan khobar dan informasi kpd beliau adl kebaikannya saja, maka demikianlah yang beliau pegang. Sebagaimana pula Al-Imam Muhammad Ibrahim Alu Syaikh dan Imam Ibnu Baz, di awal mentazkiyah mereka, namun tatkala tampak penyelewengan mereka dari kitab-2 tabligi sendiri, sebagaimana surat yang dikirimkan oleh al-Allamah Hammud at-Tuwaijiri dan Sa’d al-Hushayyin kepada mereka ini, mereka merubah fatawa.
    Al-Akh al-ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda mengkhabarkan bahwa menantu Syaikh al-Jazairi yang sekaligus dosen Jamiah, menyatakan bahwa Syaikh Abu Bakr telah rujuk dari pendapat tsb. Wallohu a’lam. Demikian pula, ketika Syaikh Khalid al-Mushlih -menantu Imam Ibnu ‘Utsaimin- waktu berkunjung ke Indonesia beberapa waktu silam, sempat memuji tablighiyun. Namun al-ustadz Yazid Jawwas menjelaskan dan menerangkan bahwa realita tablighiyun di lapangan tdk sebagaimana yang Syaikh al-Mushlih tangkap di Saudi, lantas Syaikh menjawab : “Wallohi, ma aroftu hadza… hadza ma zhoharo liy fi Su’udi… Wallohi ma adri” demikian kurang lebih apa yang disampaikan oleh Syaikh secara makna.
    Al-Hasil, suatu keterangan yang tafshil dan terperinci lebih didahulukan daripada pengetahuan yang ijmal dan global. Allohu a’lam.
    Ana sendiri memiliki beberapa pengalaman dengan tablighiyun. Diantara mereka ada yang -masya Alloh- akhlak mereka bgt baik, dan adapula yang emosional sebagaimana manusia lainnya. Bahkan, sewaktu ana kuliah dulu, di kontrakan teman-2 salafiy, “Wisma as-Sunnah” Surabaya, Keputih ITS, ada seorang ikhwan tablighi yang turut ngontrak di sana. Dia sering berdiskusi dan faham bahwa, aqidah yang shahih adl demikian dan demikian dan tablighiy kebanyakan kurang memiliki ilmu, dan dia sering meminta kami utk mendakwahi teman-2nya. Namun ia mengatakan bahwa ia tdk dapat melepaskan tablighi-nya. Ia masih bermajelis dg mereka dan mengaku sering menasehati mereka -Allohu a’lam-.
    Diantara mereka juga ada yang keras dan emosional. Sampai ada yang mengatakan bahwa berteman dengan seorang Syi’i lebih baik ketimbang dg seorang Salafi atau Wahhabi. Ana waktu beberapa tahun lalu ketika pulang di Palu (kampungnya ibu), naik kapal Rinjani, di dalamnya banyak tabligiyun yg sedang jaulah. Setiap sholat mereka sering memberikan ceramah. Dan subhanalloh, ketika saya berdialog dengan salah seorang mereka -karena awalnya saya dikira juga tablighi- dan ketika tahu bahwa saya salafi langsung sikapnya berubah 100%. Dia sudah tidak mau lagi dekat dengan ana, padahal ana biasa saja dengan mereka.
    Di palu pun juga tablighiyun tidak sedikit. Mereka punya markaz di sana di sebuah Masjid -yang ana lupa namanya-. Masjid itu tergolong besar, dan masyarakat Palu sudah mengenal mereka, dari pakaian panjang, surban, berjenggot, dls. Bahkan keluarga ana pun mengira bahwa ana salah satu tablighiyun. Dakwah mereka menyebar di sana karena mereka bisa membaur dengan masyarakat dan tdk mempermasalah masalah aqidah, tauhid, bid’ah, dll.
    Mereka tiap Jum’at pun membaca burdah dan barzanji dan sebagian juga sering bertabaruk di kuburan. Mereka tdk mempermasalah hal ini selama ummat islam mau masuk ke tablighi dan menerapkan ilzam-2nya tablighi. Teman paman saya adl seorang tablighi sekaligus tokoh di Palu, saya pernah berdiskusi dengan beliau. Ketika dia tahu bahwa ana sering ikut pengajian di Al-Irsyad, dia lalu menasehati ana bahwa Al-Irsyad itu Wahhabi. Dan Wahhabi itu sesat dan menyesatkan. Allohumma…
    Jika demikian, maka tuduhan bahwa salafi suka menghujat juga layak ditujukan kepada mereka. Ana menyatakan di artikel di atas, bahwa ini adl nasehat. Jika mau diterima silakan jika tidak juga tidak apa-2. JIka ingin membantah pun juga silakan, namun tentunya dengan ilmiah. Tafadhdholuuu

  40. Abu Fauzan mengatakan:

    akh galih….tanggapin juga donk commentnya akh annuar dari malaysia, jika aqidah antum masih diatas fithrah


    Muhammad Zakaria banyak memasukkan unsur2 Kasyaf, Sufi, kisah Wali/Nabi Khidir dan Mimpi di dalam tulisan beliau. Pendapat yg kuat, mimpi bukan Hujah. Tetapi , kalau tuan baca buku Malfuzat Siri Alif, kata/nasihat Muhammad Ilyas, beliau dengan jelas mengatakan beliau mendapat perintah untuk usaha tabligh ini melalui mimpi (tafsiran beliau ke atas ayat alquran – “kamu adalah umat yg terbaik…”). Kemudian, di dalam banyak tulisan Muhammad Zakaria (Fad Sedekah, haji), beliau menceritakan bagaimana Rasulullah memberi pertolongan walaupun banginda telah wafat. Ini mustahil! Rasulullah telah wafat dan tak mungkin dapat kembali ke dunia untuk memberi apa2 lagi. Tuan bacalah kisah ini di dalam Fadhilat Sedekah, haji dll.

    Alhamdulillah, masih ada lagi mereka yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah, mengikut kefahaman As-Salafusshaleh. Mereka tidak mencampur-adukkan agama ini dengan cerita2 sufi, kashaf, wali, dan mimpi melainkan, mereka menegakkan agama ini dengan hujjah yg nyata iaitu Ilmu.

    Bayan Maulana2 di Ijtimak Rawind (risalah – Msjd Sri Petaling) dan juga di Tomboro 2005 (CD – Msjd Sri Petaling), jelas menunjuk akidah mereka menyimpang dari Akidah A Sunnah Wal Jamaah. Mereka mengatakan “tidaklah dijadikan dunia ini melainkan kerana dijadikan Rasulullah”. Ini sama sekali tidak ada di dalam hadis – melainkan fahaman tarikat Nur Muhammad. Saya memang terkejut dengan semua ini. Sila rujuk fatwa Syaikh Mohd Saleh Al-Munajid (http://islamqa.com, soalan No. 4509 – “Apakah Nabi SAW diciptakan dari cahaya?). Tidak ada satu akidah dan manhaj yg menyatukan umat Islam di dalam gerakan tabligh, melainkan bercampur-baur dengan segala macam akidah/manhaj. Ini mustahil! Akidah dan manhaj kita hanya satu.

  41. abdulloh mengatakan:

    Alhamdulillah…

    Bermujahadah dan berjuang dalam rangka menegakkan agama menghasilkan iman dan kepahaman terhadap agama, saudara-saudaraku sebaiknya tidak usah berdebat karena kepahaman seseorang pada agama berbeda mengikuti pengobarnannya untuk agama. Abu bakar RA adalah sahabat yang paling faham kepada agama karena pengorbanannya pada agama, sehingga beliau paling yang pertama kali yakin akan adanya Isra’ Mi`raj Muhammad SAW. Tetaplah berda’wah, tetapi belajarlah, bukankah dalam anjuran 6 sifat ada “ilmu ma’a dzikir”.
    Suatu saat Alloh akan menolong yang Haq dan menghancurkan yang batil. Percayalah dengan Janji Alloh! Tetap berjuanglah wahai saudaraku….

  42. adamlf mengatakan:

    Assalaamu’alaykum…
    Akhi pengelola situs… post an saya yang Tgl 18 april mana ??? Ana fikir Ikhwah Fillah yang ada di sini perlu membaca juga…
    Sangat tdk adil klo tdk dimunculkan. Bahkan ana post sampai 3 kali lhoo.. 8-(
    Wassalaamu’alaykum..

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Afwan akhy, karena banyaknya komen yang masuk dan tidak bisa ana komentari semuanya, dan kurang berfaidah apabila diloloskan, maka sebagian ana hapus. Adapun pesan antum sebanyak 3 kali, apabila dalam satu hari dengan PC yang sama, maka yang dua bisa jadi masuk ke spam. Apabila antum ada tanggapan ataupun bantahan, tafadhdhol… silakan dimuat dimuat di web antum, atau forum apapun, atau kirim ke email ana. Adapun yg komen ttg tablighi di artikel ini terlalu banyak dan mayoritas tdk menyinggung ranah esensi dari artikel di atas.

  43. Haitan Rachman mengatakan:

    Perkara-II Rev 1.0 – 7 April 2007:
    Banyak pandangan yang berhubungan terhadap khuruj fisabilillah dan juga jumlah hari yang dilakukannya, bahkan terdapat pandangan yang mengatakan bahwa khuruj fisabilillah dan jumlah-jumlah hari merupakan perkara Bid’ah yang tidak ada contohnya.

    [truncated]

    Akan ditelaah dan ditanggapi. Artikel terlalu panjang…

  44. Abu Najiyah mengatakan:

    Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Maaf Akhi saya belum bisa kasih tahu siapa Aslam itu sekarang , karena buku tersebut masih di tangan teman ana . tetapi sekarang saya sedikit memberi masukan saja yang tertera di atas yang antum paparkan secara realita di lapangan, emang apa yang antum sebut itu ada benarnya. Karena kebenaran antum berarti tidak semua orang tabligh itu begitu semua karena masih ada yang lurus. masalahnya di dalam tubuh tabligh itu bercampur ria walaupun tabligh tidak mengikatnya, seperti mereka-mereka yang punya basic dari kalangan NU.Muhammadiyah, Persis, ikhwani, HT, kadang Salafi juga ada secara garis besarnya. di tingkat awam kebanyakan orang yang inshaf seperti preman, para dukun, abangan, kaum kolot ini secara garis besarnya. terus dari pemerintahan TNI, polisi,seskoad,karena daftar Jama’ah Tabligh di urutan pertama dan di kasih tanda hijau tidak merah di daftar BIN (badan Intelegen Indonesia ) untuk seluruh pergerakan Islam di Indonesia.
    Saya melihat dari kebanyakan itu semua adalah umumiyat dan komplek sekali, ketika mengomentari dakwah Salafi pasti mengomentarinya dengan beragam pula dengan masing-masing basic yang dia ketahui.

    Dan saya juga melihat mereka ini kurang Komunikasi dan juga pendekatan dengan dakwah Salafi dan sebaliknya, sehingga dakwah salafi itu menjadi momok yang menakutkan karena sudah dari dulunya mungkin sudah kenal masyarakat Indonesia khususnya.

    Terus dakwah Salafi ini mungkin bagi mereka sebagai dakwah eklusif tersendiri, belum mencapai kepelosok-pelosok , perkampungan-perkampungan, hanya di peruntukan di kalangan menengah ke atas seperti para pelajar dan mahasiswa itu pun masih di dalam kota dan di dalam kota pun masih di hitung jari orang-orangnya apa lagi ustadz nya sedangkan umat ini banyak.

    Sedangkan Jama’ah tabligh itu selama 24 jam bergerak terus di seluruh belahan dunia tidak pernah berhenti, mungkin menurut mereka Ustadz Salafi ini hanya diam di masjid kasih pengajian tiap hari sabtu dari jam 09.00 sampai 11.00 berarti 2 jam, contoh misalkan Ustadz Abu haidar di Bandung ngisi tiap hari sabtu dan Ahad dan setelah beres pengajian langsung semuanya bubar dan pulang masing-masing.

    mungkin bagi mereka ustadz-ustadz di tabligh itu punyak banyak waktu untuk bersua-sua dengan jama’ahnya bisa makan satu nampan, curhat, menanyakan masalah fiqih, tentang pribadi bahkan rumah tangganya bagaikan seperti Para sahabat dengan Nabi ketika dahulu berkumpul tidak membeda-bedakan ini orang miskin, ini kaya, ini mantan preman banyak tatonya, ini orang awam dsbnya..tejadi ada keharmonisan didalamnya. Sedangkan bagi mereka mungkin Ustadz salafi ini serba terbatas dan ingin di datangi oleh Ummat bukan bilau yang datang kepada Ummat, sehingga bagi mereka itu bahwa ustad Salafi dengan jama’ahnya adalah bukan para sahabat tetapi sahabat ‘pena’.

    Setelah saya melihat begitu Akhi, dalam benak saya punya kesimpulan nyeleneh tapi ini menurut pribadi saya. Mungkin ini mah …usaha dakwah Tabligh itu buat menyadarkan orang-orang berbuat maksiat kembali kepada masjid minimal bisa Shalat 5 waktu terjaga,dan hanya menyadarkan ummat ini akan hal Agama dan bergairah lagi unutk menga’malkan Agamanya buat pribadi ,keluarganya dan seluruh manusia. karena yang tiap mereka pegang kebanyakan orang awam membaca hal-hal Fadhilah saja, jadi sesuai yang iya baca maka keluarnya juga tidak jauh apa yang iya baca…hanya semangat bera’amal saja.

    Setelah Umat ini kembali kepada Agama dan bersemangat bera’mal agama atas usaha dakwah Jema’ah tabligh maka antum tinggal menuai panen saja , coba dekati mereka-mereka ini dengan hikmah dan akhlakul karimah.
    Mudahan dengan adanya dakwah Salafi ini satu persatu mereka semua bisa kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah menurut femahan Salafus Sholeh yang benar. Tapi selama itu Akhi pasti banyak benturan dan gejolak-gejolak yang sekarang ini kita saksikan bersama, tetapi antum jangan putus asa dari rahmat Allah karena Hidayah itu milik Allah semata.

    —————————————————-

    Yang antum sesat Deobandi itu apanya ? emang sih di benua India sendiri terbagi menjadi dua kubu yaitu Deobandi bermuara pada pesantren Darul Ulum di Deoband, sedangkan Brelwi bermuara pada Mulwi Ahmad Ridhlo Khan Brelwi. Pada tahun 1323 H. Mulwi Ahmad Ridlo khan Brelwi pergi haji dengan membawa tulisan pemikiran ulama besar Deobandi yaitu Maulana Qasim Nanutwi Ra.a(Pendiri Darul Ulum besar Deoband),Maulana rasyid Ahmad Ganggohi Ra.a,Maulana Khalil Ahmad Saharanpuri ra.a dan Maulana Asyraf Ali Thanwi ra.a. Tulisan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Arab dan diselewengkan dari maksud sebenarnya,kemudian dinukiloleh Mulwi Abu Ahmad ( Penulis (Kasyfusy Syubhah).

    Berdasarkan hal tersebut,maka para mufti memutuskan fatwa kafir kepada mereka. Sebagian mufti menulis bahwa apabila kenyataannya benar seperti apa yang telah dinyatakan di atas,maka fatwa tersebut benar. Sepulangnya Mulwi Ahmad Rdlo Khandari Makkah,kumpulan fatwa tersebut dicetak dan disebarluaskan pada tahun 1325 H. dengan judul Husanul Haramain. Atas tersebarnya fitnah tersebut, Sayyid husain Ahmad Madani ra.a. mendatangi para Ulama Hijaz dan menjelaskan ahwal yang sebenarnya.

    Untuk keinsfan dan kehati-hatian, maka para Ulama Hijaz mengajukan 26 pertanyaan tentang masalah aqidah kepada para Ulama Deoband. berdasarkan jawaban para ulama Deoband barulah para ulama Hijaz akan mengluarkan fatwa shahih. Karena Maulana Qasim Nanutwi ra.a. dan maulana Rasyid Ahmad Gangohi ra.a. telah wafat,maka Maulana Khalil Ahmad Saharanpuri ra.a yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan legalitasi ulama-ulama Deoband. (Al Muhannad 17-190)

    Berdasarkan jawaban tersebut para ulama di hijaz dan sekitanya menyatakan bahwa para ulama Deoband adalah ahlul haq. Di antara yang menyebu pernyataan adalah sebagai berikut :

    1. Syaikh Muhammad Sa’id bin Muhammad Bashil ra.a, mufti Syafi’iyyah dan Roisul Ulama di Makkah.

    2. Syaikh Muhammad Abid bin Husain ra.a, mufti Malikiyah di Makkah.

    3. Syaikh Muhammad Ali bin Husain ra.a, imam dan pengajar di Masjid Al Makki.

    4. Syaikh Ahmad Al Barzanji ra.a, nufti Syafi’iyyah di Madinah

    5. Syaikh Umar bin Hamdan Al Mahrasi ra.a, pengajar di Masjid Nabawi.

    6. Syaikh Ahmad Al Jazairi ra.a, syikhul Malikiyyah di madinah. (Al Muhannad : 107-147).

    Kemudian kumpulan tanya jawab beserta pertanyaa persetujuan para ulama tersebut di cetak dan diterbitkan dengna judul Al Muhannad’alal Mufannad. Buku tersebut sampai sekarang menjadi wakil dan rujukan aqidah ulama Ahlusunnah Deoband di Anak benua India.
    jadi,buku kasyfusy Syubhah tersebut sebenarnya lebih dominan membahas motif khilafiyah Deobandi-Brelwi dari pada kritik terhadap usaha dakwah tabligh.

    Setelah kita mengenal syakhshiyyah orang-orang yang dijadikan sasaran, sebenarnya tidak perlu lagi menjawab buku tersebut. Apalagi dalam kasus ini seorang Majhulul’adalah dan majhulu’ain (yang dalam mushthalaah hadist tidak bisa di terima riwayatnya,apalagi kritikannya) mengkritik orang-orang yang masyhur keadilannya dan diakui oleh para ulama yang mu’tabar.

    Namun karena buku tersebut sudah terlanjur menyebar pada kalangan masyarakat bahkan ulama,maka pelurusan kesalah pahaman adalah sesuatu yang harus.

    Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  45. Haitan Rachman mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Kami bertemu dengan teman kami yang pulang khuruj dari Yordania, rombongan teman kami ini dibantu atau dinushroh oleh teman-teman salafi yordania. Dan sempat ditanyakan dengan hal ini. Beberapa teman salafi di sana menjelaskan bahwa sebelum meninggalnya, Syeikh Al-Banni RH, menyampaikan minta maafnya kepada usaha da’wah ini. Dan beliau mendorong agar murid-muridnya untuk mendukung dan membantu usaha da’wah di yordania dengan baik.
    Apakah kabar ini benar? Hal ini perlu dikonfirmasikan kepada teman-teman salafi di Indonesia dan juga di Yordania? Karena berita begitu santer di Yordania. Sehingga mungkin saja teman-teman salafi sebagiannya mengikuti dan juga mendukung usaha da’wah ini.
    Terimakasih atas perhatiannya, hal ini untuk mendapatkan konfirmasi dari siapapun.

    Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh
    Maaf pak, kami belum dengar masalah ini sama sekali. Termasuk dari murid Imam al-Albani yang sering datang ke Indonesia. Insya Alloh akan kami konfirmasi…

  46. adamlf mengatakan:

    Assalaamu’alaykum..

    Subhanallah…

    Jazakallah Khairan Katsiran kepada Akhi “Abu Najiyah” yang sudah memberikan Informasi – informasinya.

    Apa yang antum sampaikan adalah benar yaa akhi… Saudara2 kita di Tabligh Ada + & – , … Seperti yang saya post (namun tdk muncul) bahwa banyak2 hal2 yang kadang2 tdk bisa hanya dengan buku/fatwa/perkataan lalu bisa menyimpulkan secara ‘General’ bahwa mereka Ahlul Bid’ah, Khurafat, Jahil dan lain2.

    Sedangkan di dalam gerakan usaha da’wah itu sendiri macam2 asalnya. Saya punya teman yang dari Salafy ikut da’wah, dan dia bisa membagi ilmunya dgn cara ‘Mudzakarah’ dengan yang lain. Blom lagi yang dari PKS, NU, dan lain2.

    Jadi memang perlu ‘Kita’ sendiri yang mendetail melihat, mengobservasi bahkan kalau perlu menemani. Apakah benar wujud mereka seperti yang ad di Fatwa2 saat ini yang menyebar di Internet maupun di Buku2 ???.

    Mereka kurang ‘Ilmu maka kita2 yang lebih dalam ilmu agamanya yang ‘menambal’. Begitupun kita menambal kekurangan yang ad pada diri kita dan belajar semangat mereka Menyampaikan Kalimat Laailaahaaillallah kepada saudara2 kita yang blom ada Jazbah mengamalkan Agama. MEnyampaikan pentingnya Agama, Amal Shaleh, Dunia Sementara AKhirat Selama2nya.

    Bukankah untuk saudara2 kita yang jauh dari Allah SWT, Jauh dari Amal Agama hal2 seperti itu yg harus pertama kali di sampaikan ?? Apakah Orang yg tdk pernah shalat lalu kita datangi dia dan mengajarkan dia Wudlu lalu Fiqih Shalat ???. Ada step by step yang mesti di lakukan.

    Ikhwah Fillah… Perkembangan da’wah saat ini sudah cukup pesat. Apakah antum2 tahu bahwa markaz da’wah di Israel yang notabene Yahudi sudah ad 10 markaz ?? (antum bisa menkonfirmasi secara langsung dengan mendatangi markaz da’wah & tabligh di Mesjid Jami’ Kebun jeruk, jumpa dengan Syuro di sana)belom lagi di negara2 lainnya. Ini semua asbab Mujahadah, Niat Ishlah diri mencari Ridla Allah SWT.

    Semoga dengan adnya komentar2 ini bisa merubah cara pandang kita terhadap mereka.

    Ingat akhi masalah Ikhtilaf sampai kapanpn akan ada. Permasalahan Bid’ah saja ‘Ulama sdh beda pendapat. Ikhwah di salafy tdk Ruju’ dgn pendapat ada Bid’ah Hasanah tentu saja dengan Hujjah2 yang ada. Tapi di satu sisi ‘Ulama seperti Imam Syafi’i Rah., dan Imam Izzudin bin Abdissalam Rah., Membagi Bid’ah sesuai dgn Ijtihad mereka.

    Lalu apakah masalah2 yang sifatnya Ikhtilaf ini menjadi asbab kita terpecah Belah ???. Inilah yang harus kita Musyawarahkan bersama.

    Mungkin itu aja doeloe.. 8-) semoga kali ini bisa di POst oleh pngelola situs..

    Oh ya Akhi Abu Najiyah, klo antum berkenan bisa mengirim hal2 yang antum post di atas dan informasi2 lain ke e-mail ini ;

    adam.lloyd@component.astra.co.id

    Wassalaamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

  47. Abu Najiyah mengatakan:

    Assalammu’alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh,

    Cerita di atas itu emang sempat di dengar di telinga saya, dari mulut ke mulut..wallahu a’lam.

    dan saya juga pernah mendengar dari teman saya ketika dia ke jakarta, bahwa fatwa – fatwa dari Syaikh Bin Baz tentang Jama’ah Tabligh adalah bikinan orang-orang Indonesia saja karena ketika mau wafat Syaikh Bin Baz maka ulama-ulama dari India dan pakistan datang untuk menanyakan komitmen tentang fatwa dari Syaikh sebelumnya..dan ternyata jawaban Syaikh masih mendukungnya.

    tela’ah saya, fatwa Syaikh tentang Jama’ah tabligh berupa suara dari kaset ketika ada tanya jawab sedang mengisi kajian atau dauroh. dalam benak saya mungkin suara itu bisa di selewengkan berupa orang lain..mungkin, karena mengingat terjadi kasus lainnya yaitu ada ustadz salaf meminta fatwa tentang kejadian Ambon pada Ulama di arab sana karena tidak sesuai hawa nafsunya ntah kemana fatwa tersebut hilang apa di telan bumi atau ambisi. Lalu yang menguatkan dugaan saya adalah kebetulan Jumidar Jama’ah Tabligh dari kota Cianjur Alhamdulillah sekarang sudah di rekrut menjadi pengajar Salaf untuk wilayah Kota Cianjur yang bernama Ustadz Anwar dan beliau akkhirnya di Salaf kurang lebih 4 tahunan mungkin hingga sekarang. Nah beliau ini datang ketika ada Musyawarah Jawa Barat di bandung tahun lalu, dan banyak cerita-cerita ketika di rekrut menjadi pengajar Salaf dari yayasan yang berada di Kota Bogor …lupa saya nama yayasannya. Yah banyak yang di ceritakannya, mulai dari mana asal dananya untuk yayasan tersebut, Apakah dana tersebut buat makan santri atau buat pengajar plus kalau ngisi di luar kota berikut ongkos penginapan dan tranportasi dllnya. dan juga temannya yang menjadi khawarij yaitu yang melakukan BOM kuningan di Jakarta, wah pokoknya banyak oleh-oleh ceeritanya. Nah menguatkan dugaan saya di atas adalaah ketika Ustadz Anwar pernah mendatangi suatu daurah di salah satu gedung yang berisikan ustadz-ustadz salafi yang hadir, Nah yang sebagai pembicara di atas podium menjelek-jelekkan Ustadz ja’far umar thalib kurang lebihnya bahwa ustadz jafar menyimpan foto-foto porno di rumahnya sambil meyakinkan khlayak yang hadir pada saat itu sambil mejelekan Ustadz Jafar.

    Dan inilah perlu kerja keras untuk meluruskan itu semua oleh antum karena lillahi ta’ala, Apa yang tulis ini karena fakta di lapangan begitu…salah benarnya Wallahu a’lam bhisowab.

  48. abu_hudzaifah mengatakan:

    assalamualaikum warahmatullah wabarakatu.
    Subhanallah dari sekian banyak perdebatan insyallah akan nampaklah mana yg haq mana yg batil. mana yg berilmu mana yg kosong akan keilmuan > dari mujahid berkata : tidak akan mendapatkan ilmu orang yg sombong dan pemalu. utk akh salma subhanallah karya2 antum [---edited---]. sekiranya ana mampu membantu antum dlm berdakwah lewat internet insyaallah ana akan membantu. tapi apa daya diri ini ketiadaan waktu dan fasilitas sebuah penghalang bagi ana. tapi ana hanya bisa berdoa kpd allah subhanallah wata’ala agar antum dan da’wah antum diridoi-Nya Amin.
    untuk ikhwan sekalian ana hanya bisa berucap : belajar belajar …!
    org yg mempunyai ilmu yg luas ilmu dien yg haq pasti akan tahu mana yg haq dan yg batil.
    wassalamualaikum

Komentar ditutup.

PENTING!

MOHON MAAF KEPADA PARA PENGUNJUNG SEKALIAN APABILA DI DALAM BLOG INI DITEMUKAN IKLAN-IKLAN YANG KURANG LAYAK. SAYA SUDAH MENGUPAYAKAN UNTUK MENGHILANGKANNYA, NAMUN DIJAWAB OLEH PIHAK WORDPRESS BAHWA UNTUK MENGHILANGKAN IKLAN, KAMI HARUS MENGUPGRADE NYA MENJADI AKUN PREMIUM

KARENA ITU BAGI PARA IKHWAH SEKALIAN AGAR MEMBUKA BLOG SAYA DI ABUSALMA.NET YANG INSYA ALLOH BEBAS DARI IKLAN-IKLAN YANG TIDAK SENONOH. SYUKRON. ABUSALMA.NET SUDAH BERHASIL DIRESTORE KEMBALI, ALHAMDULILLAH

**********************

=>klik sini<=

BEBAS IKLAN INSYA ALLOH

**********************

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.372 pengikut lainnya.

Arsip
Tautan

Journal of Life

Pengusaha Muslim

Ebook Terbaru

Berlemahlembutlah Wahai Penuntut Ilmu : Mutiara Nasehat Syaikh Muhammad al-Imam Sekali Lagi Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah

Ambil Untuk Situs Anda
Jumlah Pengunjung
  • 2,374,745 Orang
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.372 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: