أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة

Ahlus Sunnah Akan Jaya Sampai Hari Kiamat

Arsip untuk Januari, 2008

UPCOMING DAUROH MASYAIKH VIII

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 26, 2008

dauroh-new.gif

 

Ditulis dalam Informasi | Tidak ada komentar »

JABAT TANGAN TERLARANG

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 26, 2008

JABAT TANGAN TERLARANG

Oleh : Abu Zahra

 

Hari demi hari telah berlalu, bulan suci Ramadhan dengan berbagai amal ibadahnya, baik yang wajib maupun yang sunnah. Semoga semua itu diterima di sisi-Nya sebagai catatan yang baik nan memberatkan timbangan kebaikan kita, amien.

Kaum muslimin berbahagia di penghujung bulan suci ini dengan satu harapan, semoga Ramadhan yang akan pergi telah menghapuskan dosa-dosa mereka dan memberikan bekal catatan amal baik yang berlipat ganda. Akan tetapi setelah kita renungkan, sebetulnya kita lebih pantas untuk bersedih, karena dengan akan perginya bulan yang mulia ini berarti peluang untuk melebur dosa dan melipatgandakan pahala akan pergi jua. Dan tidak seorangpun bisa menjamin dirinya bisa bertemu lagi dengan bulan yang penuh berkah ini di tahun-tahun yang akan datang. Namun apa mau dikata, demikianlah kehidupan dunia berputar seiring dengan berputarnya roda zaman, tak seorangpun kuasa menolak serta merubahnya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Fikih Islami | 2 Komentar »

Saatnya Hidayah Menyapa Rumahku

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 12, 2008

 

TABLIGH AKBAR

Tema / Judul Buku :

Saatnya Hidayah Menyapa Rumahku

Oleh : Ust. Zainal Abidin LC.

 

saatnya-hidayah.jpg

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Informasi | 2 Komentar »

NASEHAT BAGI PARA DA’I SALAFI

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 10, 2008

NASEHAT BAGI PARA DA’I SALAFI

Oleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

 

Diantara adab para da’i yang wajib untuk mereka jalankan, adalah tolong menolong diantara mereka. Dan tidak selayaknya mereka berkeinginan agar ucapannya saja yang diterima dan harus didahulukan dari pada orang lain. Tapi semestinya keinginan seorang da’i adalah agar dakwah (kebenaran), diterima baik lewat dirinya atau orang lain. Selama keinginan anda adalah tegaknya agama (di muka bumi) maka jangan anda perdulikan darimana kebenaran itu akan menyebar, apakah dari anda atau yang lain.

Memang benar bahwa seseorang berkeinginan agar kebaikan itu berada ditangannya, tapi tidak boleh dia membenci kalau seandainya kebaikan itu juga ada ditangan orang lain. Yang wajib baginya adalah agar agama Allah tegak darimana saja datangnya. Jika seorang dai telah membangun pemikirannya diatas kaidah ini, maka dia akan membantu saudaranya dalam berdakwah di jalan Allah meskipun manusia lebih banyak condong kepada orang lain dari pada dirinya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Nasehat Ulama | Tidak ada komentar »

EX ANGGOTA FPI MURTAD MELECEHKAN ISLAM

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 7, 2008

 

ISLAM DILECEHKAN!

 

Di tengah masyarakat kita belakangan ini muncul sebuah VCD yang meresahkan. Di dalam VCD ini ditampilkan ceramah seorang murtad (sebagaimana tampak dari pengakuannya sendiri, entah itu jujur atau tidak) yang bernama Mohamad Ali Makrus Attamimi, dan ia mengaku sebagai seorang ‘habib’ (keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu). Pengakuannya ini dusta, karena at-Tamimi adalah nisbat kepada Bani Tamim, bukan kepada keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang disebut dengan Alawiyin atau Baalawi.

Seorang penyair mengatakan:

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلاً لِلَيْلَى وَلَيْلَى لَا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَا

Semua orang mengaku punya hubungan dengan Laila

Namun Laila tidak mengakui ucapan mereka

Disebutkan pula bahwa dia adalah mantan aktifis FPI, seorang keturunan habib, dan juga pernah menjadi anggota Tim Pemburu Hantu Reality Show TV (Lativi) bahkan lebih parah lagi orang ini menyatakan sendiri bahwa dia pernah menjabat sebagai ‘penasehat paguyuban paranormal’ berarti sangat menggandrungi dunia perdukunan dan kesyrikan. Dan yang paling menyedihkan adalah disebutkan bahwa ‘dia menemukan kebenaran’ (artinya meninggalkan Islam dan memeluk agama Nashrani , wal ‘iyadzu billah!), padahal pada hakikatnya dia telah terseret dalam arus kesesatan yang nyata. Semoga Allah menyelamatkan kita dari tipu daya syaitan dan bala tentaranya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bantahan, Syubuhat, Tahdzir | 15 Komentar »

ADA APA DENGAN “WAHHÂBΔ?

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 4, 2008

ADA APA DENGAN “WAHHÂBΔ?

 

Oleh :

Syaikh Muhammad bin Jamîl Zainū

 

Orang-orang biasa menuduh “wahhâbî” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun keperca-yaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur`ânul Karîm dan hadîts-hadîts shahîh. Mereka menentang dakwah kepada tauhîd dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allôh semata.

Suatu kali, di depan seorang syaikh penulis (Syaikh Jamîl Zainū) membacakan hadîts riwayat Ibnu Abbâs yang terdapat dalam kitab Al-Arba’în An-Nawawîyah. hadîts itu berbunyi:

إذا سألتَ فاسأل الله و إذا استعنت فاستعن بالله ” (رواه الترمذي و قال حديث حسن)

“Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allôh, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kep-da Allôh.” (HR. At-Tirmidzî, ia berkata hadîts hasan shahîh)

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Biografi, Diskursus, Syubuhat | 1 Komentar »

MENYINGKAP WAHHABISME

Ditulis oleh abu salma di/pada Januari 4, 2008

WAHHABISME EXPOSED“MENYINGKAP WAHHABISME”

Hidaayah Islamic Foundation [ Sri Lanka ]

 

Pada paruh pertama abad kedua belas (hijrîyah), dunia Islâm mengalami kemunduran, kehinaan dan kejatuhan yang amat sangat. Atmosfer yang melingkupi seluruh wilayah Islâm dalam keadaan sangat suram dan gelap. Degradasi dan penyelewengan akhlâq (moral) merajalela di mana-mana. Agama pun juga mengalami kemerosotoan sebagaimana seluruh aspek lainnya.

Ajaran tauhîd (monotheisme) Nabî Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam yang murni dan tegas mulai terkotori oleh khurôfat dan takhâyul yang tumbuh dan berkembang pesat. Masjid-masjid mulai kosong ditinggalkan dan bahkan dilupakan. Banyak masyarakat awam yang jâhil yang tertipu dengan jimat-jimat, jampi-jampi (mantra) dan bulir tasbih, hanya mendengar dan bertaklid buta kepada kaum shūfî yang berlagak faqîr yang menyedihkan dan kaum Darwisy yang (gemar menari-nari) penuh kebahagiaan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Diskursus, Syubuhat | Tidak ada komentar »