<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI??</title>
	<atom:link href="http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/</link>
	<description>Homepage Abu Salma</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2009 03:35:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: orgawam</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2535</link>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 21:56:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2535</guid>
		<description>Seharusnya lah anda bersikap adil. Jika kitab sirah, tata bahasa, memberi tanda waqaf Qur’an dan semisalnya termasuk maslahah mursalah, maka kitab maulid pun termasuk maslahah mursalah juga.

Seandainya ada yg salah di dalam kitab, maka sdh sepantasnya dihukumi menurut kesalahannya. Dan itu berlaku untuk semua kitab, tak hanya untuk Maulid saja.

Memperketat hukum untuk satu hal (kitab Maulid) dan melonggarkan ke hal lain (kitab2 yg lain) adalah standard ganda. Ini perbuatan dzolim.

Selain itu, tudingan anda (ttg kitab maulid) di atas harus dibuktikan. Apalagi banyak para ulama salafus saleh yg mengarangnya, sebagaimana komentar saya sebelumnya (#13). 

Jika tudingan tak terbukti, maka fitnah lah yang telah disebarkan.

Maaf kl tak berkenan. Wallahu a&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seharusnya lah anda bersikap adil. Jika kitab sirah, tata bahasa, memberi tanda waqaf Qur’an dan semisalnya termasuk maslahah mursalah, maka kitab maulid pun termasuk maslahah mursalah juga.</p>
<p>Seandainya ada yg salah di dalam kitab, maka sdh sepantasnya dihukumi menurut kesalahannya. Dan itu berlaku untuk semua kitab, tak hanya untuk Maulid saja.</p>
<p>Memperketat hukum untuk satu hal (kitab Maulid) dan melonggarkan ke hal lain (kitab2 yg lain) adalah standard ganda. Ini perbuatan dzolim.</p>
<p>Selain itu, tudingan anda (ttg kitab maulid) di atas harus dibuktikan. Apalagi banyak para ulama salafus saleh yg mengarangnya, sebagaimana komentar saya sebelumnya (#13). </p>
<p>Jika tudingan tak terbukti, maka fitnah lah yang telah disebarkan.</p>
<p>Maaf kl tak berkenan. Wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orgawam</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2525</link>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 16:33:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2525</guid>
		<description>@yansya (#16)
Ada banyak perbuatan baik yg para sahabat tak mengerjakannya.
Menulis hadits, memberi tanda waqaf al Qur&#039;an, menomori surat dan ayat al Qur&#039;an, menulis sirah Nabawi, menulis kitab tata bahasa arab, dan masih banyak lagi, termasuk menulis kitab Maulid. Itu semua tak dilakukan para sahabat ra. Padahal ke semuanya adalah perbuatan baik.
Maka di sini argumen anda lemah sekali.

&lt;blockquote&gt;Sesunggunya menulis kitab sirah, tata bahasa, memberi tanda waqaf Qur&#039;an dan semisalnya termasuk maslahah mursalah. Adapun menulis kitab maulid, maka kita lihat dulu apa isinya. Jika isinya adalah sirah Nabi dan pujian kepada beliau dengan pujian yang layak kepada beliau dan tidak berlebihan, apalagi sampai memberikan sifat rububiyah atau ilahiyah kepada beliau &#039;alaihi sholatu wa salam, maka ini haram hukumnya... Menulis kitab maulid berupa shalawat2 buatan sendiri, dan menentukan cara dan waktu untuk membacanya, maka ini termasuk bid&#039;ah dhalalah. Wallohu a&#039;lam.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@yansya (#16)<br />
Ada banyak perbuatan baik yg para sahabat tak mengerjakannya.<br />
Menulis hadits, memberi tanda waqaf al Qur&#8217;an, menomori surat dan ayat al Qur&#8217;an, menulis sirah Nabawi, menulis kitab tata bahasa arab, dan masih banyak lagi, termasuk menulis kitab Maulid. Itu semua tak dilakukan para sahabat ra. Padahal ke semuanya adalah perbuatan baik.<br />
Maka di sini argumen anda lemah sekali.</p>
<blockquote><p>Sesunggunya menulis kitab sirah, tata bahasa, memberi tanda waqaf Qur&#8217;an dan semisalnya termasuk maslahah mursalah. Adapun menulis kitab maulid, maka kita lihat dulu apa isinya. Jika isinya adalah sirah Nabi dan pujian kepada beliau dengan pujian yang layak kepada beliau dan tidak berlebihan, apalagi sampai memberikan sifat rububiyah atau ilahiyah kepada beliau &#8216;alaihi sholatu wa salam, maka ini haram hukumnya&#8230; Menulis kitab maulid berupa shalawat2 buatan sendiri, dan menentukan cara dan waktu untuk membacanya, maka ini termasuk bid&#8217;ah dhalalah. Wallohu a&#8217;lam.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deva123jur</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2497</link>
		<dc:creator>deva123jur</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 20:28:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2497</guid>
		<description>deva berkata :
assalamu&#039;alaikum wr. wb.
  Salam kenal...
  
 kita harus dewasa dalam beragama .....
 

 Assalamu&#039;alaikum wr, wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>deva berkata :<br />
assalamu&#8217;alaikum wr. wb.<br />
  Salam kenal&#8230;</p>
<p> kita harus dewasa dalam beragama &#8230;..</p>
<p> Assalamu&#8217;alaikum wr, wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yansya</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2475</link>
		<dc:creator>yansya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 05:22:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2475</guid>
		<description>Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

SALAM KENAL....

DARI PERSOALAN DIATAS, ANA HANYA COMMENT... &quot; KALAU SEKIRANYA PERBUATAN ITU BAIK, TENTU PARA SHAHABAT RA TELAH MENDAHULUI KITA UNTUK MENGERJAKANNYA &quot;

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.</p>
<p>SALAM KENAL&#8230;.</p>
<p>DARI PERSOALAN DIATAS, ANA HANYA COMMENT&#8230; &#8221; KALAU SEKIRANYA PERBUATAN ITU BAIK, TENTU PARA SHAHABAT RA TELAH MENDAHULUI KITA UNTUK MENGERJAKANNYA &#8221;</p>
<p>Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orgawam</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2375</link>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 05:10:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2375</guid>
		<description>Artikel di atas dinukil dari situs shufiy yang mengagungkan Habib Ali al-Jufri …

====

Mestinya yg disebut ulama2 salaf bukan hanya ulama2 dari Saudi dkk saja.


&lt;blockquote&gt;Betul sekali. Dan saya tidak pernah mengklaim bahwa ulama salaf hanya ulama saudi saja.&lt;/blockquote&gt;

Dari siapapun hujah harus dilihat secara obyektif. Lihatlah isi di dalamnya, ada banyak pendapat2 ulama ahlu sunnah waljamaah. Sejak zaman 500-an H ulama2 telah menyetujuinya. Ibnu Katsir, Ibnu Hajr, as Suyuti, Qasthalany, Al Iraqy, dll. Bukankah mereka itu ulama2 salaf juga?


&lt;blockquote&gt;Betul, mereka adalah ulama salaf. Namun penukilan dari mereka harus dicek dan diperiksa, baik teks maupun konteksnya. Dan di sinilah salah seorang penulis yang membantah Ali al-Jufri menyebutkan kekeliruan metode istinbath dan penukilan beliau.&lt;/blockquote&gt;

Melihat banyak artikel anda yg lain mengutip pendapat Ibnu Hajr atau Ibnu Katsir, kenapa kali ini tak dikutib pendapatnya?
&lt;blockquote&gt;Di dalam artikel lain sebelumnya ttg maulid, ada penukilan dari mereka. Dan dalam waktu akan datang akan kita periksa kembali penukilan-2 tsb.&lt;/blockquote&gt;

Para ulama ahlu sunnah waljamaah ramai2 menggubah kitab Maulid. Bahkan ibnu katsir pun ada mengarang kitab Maulid. Lihat link di atas. Apakah ini akan diingkari juga.


&lt;blockquote&gt;Penisbatan buku tsb juga perlu dicek dan diperiksa. JIka memang beliau menuliskannya, maka &lt;em&gt;kullu qowlin yu&#039;khadz wa yutrak, illan Nabiy shallallahu &#039;alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Sementara ini ana sangsi akan penisbatan buku tsb. Untuk itu ana tawaqquf, sampai ana mengecek kembali penisbatan tersebut.&lt;/blockquote&gt;


Maaf kl tak berkenan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel di atas dinukil dari situs shufiy yang mengagungkan Habib Ali al-Jufri …</p>
<p>====</p>
<p>Mestinya yg disebut ulama2 salaf bukan hanya ulama2 dari Saudi dkk saja.</p>
<blockquote><p>Betul sekali. Dan saya tidak pernah mengklaim bahwa ulama salaf hanya ulama saudi saja.</p></blockquote>
<p>Dari siapapun hujah harus dilihat secara obyektif. Lihatlah isi di dalamnya, ada banyak pendapat2 ulama ahlu sunnah waljamaah. Sejak zaman 500-an H ulama2 telah menyetujuinya. Ibnu Katsir, Ibnu Hajr, as Suyuti, Qasthalany, Al Iraqy, dll. Bukankah mereka itu ulama2 salaf juga?</p>
<blockquote><p>Betul, mereka adalah ulama salaf. Namun penukilan dari mereka harus dicek dan diperiksa, baik teks maupun konteksnya. Dan di sinilah salah seorang penulis yang membantah Ali al-Jufri menyebutkan kekeliruan metode istinbath dan penukilan beliau.</p></blockquote>
<p>Melihat banyak artikel anda yg lain mengutip pendapat Ibnu Hajr atau Ibnu Katsir, kenapa kali ini tak dikutib pendapatnya?</p>
<blockquote><p>Di dalam artikel lain sebelumnya ttg maulid, ada penukilan dari mereka. Dan dalam waktu akan datang akan kita periksa kembali penukilan-2 tsb.</p></blockquote>
<p>Para ulama ahlu sunnah waljamaah ramai2 menggubah kitab Maulid. Bahkan ibnu katsir pun ada mengarang kitab Maulid. Lihat link di atas. Apakah ini akan diingkari juga.</p>
<blockquote><p>Penisbatan buku tsb juga perlu dicek dan diperiksa. JIka memang beliau menuliskannya, maka <em>kullu qowlin yu&#8217;khadz wa yutrak, illan Nabiy shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Sementara ini ana sangsi akan penisbatan buku tsb. Untuk itu ana tawaqquf, sampai ana mengecek kembali penisbatan tersebut.</p></blockquote>
<p>Maaf kl tak berkenan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI?? &#171; Cahaya Kebenaran</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2367</link>
		<dc:creator>BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI?? &#171; Cahaya Kebenaran</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 07:31:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2367</guid>
		<description>[...] pm dan disimpan dalam Bid&#8217;ah. . Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pm dan disimpan dalam Bid&#8217;ah. . Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orgawam</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2341</link>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 15:25:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2341</guid>
		<description>Sebagai penyeimbang ttg hukum memperingati Maulid, coba simak ini
&lt;a href=&quot;http://orgawam.wordpress.com/2008/03/27/pendapat-para-ulama-tentang-peringatan-maulid-nabi-saw/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pendapat Para Ulama Ahlu sunnah wal jamaah ttg Maulid&lt;/a&gt;.
Masih ada yg lain. Namun itu saya kira mencukupi. Semoga manfaat


&lt;blockquote&gt;Artikel di atas dinukil dari situs shufiy yang mengagungkan Habib Ali al-Jufri dari Yaman dan sebagian besar mengambil atau serupa dengan istidlal Habib &#039;Ali al-Jufri. Falhamdulillah, beberapa waktu lalu, seorang rekan yang bekerja di Bahrain, memberikan saya hadiah, diantaranya sebuah buku bantahan thd &#039;Ali al-Jufri tentang pembolehannya dan metode istidlalnya yang penuh dengan kesalahkaprahan di dalam memperbolehkan maulid. 
Jika ada waktu, akan saya intisarikan isi buku tersebut. Sayang, minggu-2 ini saya masih di Depok bersama isteri, jadi blm ada kesempatan utk mengupdate isi blog.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penyeimbang ttg hukum memperingati Maulid, coba simak ini<br />
<a href="http://orgawam.wordpress.com/2008/03/27/pendapat-para-ulama-tentang-peringatan-maulid-nabi-saw/" rel="nofollow">Pendapat Para Ulama Ahlu sunnah wal jamaah ttg Maulid</a>.<br />
Masih ada yg lain. Namun itu saya kira mencukupi. Semoga manfaat</p>
<blockquote><p>Artikel di atas dinukil dari situs shufiy yang mengagungkan Habib Ali al-Jufri dari Yaman dan sebagian besar mengambil atau serupa dengan istidlal Habib &#8216;Ali al-Jufri. Falhamdulillah, beberapa waktu lalu, seorang rekan yang bekerja di Bahrain, memberikan saya hadiah, diantaranya sebuah buku bantahan thd &#8216;Ali al-Jufri tentang pembolehannya dan metode istidlalnya yang penuh dengan kesalahkaprahan di dalam memperbolehkan maulid.<br />
Jika ada waktu, akan saya intisarikan isi buku tersebut. Sayang, minggu-2 ini saya masih di Depok bersama isteri, jadi blm ada kesempatan utk mengupdate isi blog.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bmnot</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2320</link>
		<dc:creator>bmnot</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 09:45:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2320</guid>
		<description>anakbangsa berkata:
Tidaklah kita boleh menyalahkan yang karena sebab yang tidak pasti
dan pastinya mereka memiliki hadist yang kuat pula
dan janganlah kalian saudaraku terkenan makanan setan untuk membunuh dirinya sendiri
dan apakah kita tiada berpikir bahwasanya ISLAM hancur bukan karena dikalahkan musuh tapi hancur oleh tangannya sendiri
Perangilah yag wajib kalian perangi (Orang yang sesat yang benar2 sesat)
Musuhilah yang wajib kalian musuhi (Iblis &amp; keturunannya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anakbangsa berkata:<br />
Tidaklah kita boleh menyalahkan yang karena sebab yang tidak pasti<br />
dan pastinya mereka memiliki hadist yang kuat pula<br />
dan janganlah kalian saudaraku terkenan makanan setan untuk membunuh dirinya sendiri<br />
dan apakah kita tiada berpikir bahwasanya ISLAM hancur bukan karena dikalahkan musuh tapi hancur oleh tangannya sendiri<br />
Perangilah yag wajib kalian perangi (Orang yang sesat yang benar2 sesat)<br />
Musuhilah yang wajib kalian musuhi (Iblis &amp; keturunannya)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: senengbanget</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2294</link>
		<dc:creator>senengbanget</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 02:41:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2294</guid>
		<description>Dari tanggapan antum &amp; Ashab Antum, sederhana sj jawaban ana:

Antum bebas mengklaim golongan/sekte Antum sj yg punya/menguasi dalil dan hujah, Antum kira mayoritas ulama lain tdk mengetahui dalil/hujah? Apa Antum kira golongan diluar Antum tdk menguasai ilmu2 Qur&#039;an &amp; Hadits? Afwan Akhi, inilah salah satu penyakit mahluq yg sangat sukar diobati yaitu &quot;takabur&quot; merasa paling benar, paling mengikuti hujjah/dalil Qur&#039;an &amp; Hadits, paling ittiba thdp generasi Sahabat &amp; Salafus-Shaleh dll.... diluar sekte-nya adalah bodoh, bid&#039;ah tdk mengerti ilmu agama dll. Penyakit ini pula (Takabur/merasa paling benar dll) yg merupakan dosa pertama yg dilakukan mahluk ke pd Allo SWT dengan ucapannya &quot;Ana Khoirun min hu....&quot; 

Kalo boleh tanya dari mana Antum mengambil dalil? apakah sanad2 yg Antum ambil muttasil, sampai pada Nabi SAW???? Jangan hanya bicara/ngaku mengikuti RasuluLloh SAW Sohabat, &amp; generasi Salafus-Sholeh lainnya, kalo hanya bicara, siapapun bisa. Alhamdulillah Guru2 &amp; Ulama2 kami mempunyai sanad yg muttasil sampai kpd Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW. dgn sanad2 yg Tsiqoh. (ana cuma Tahaduts bi Ni&#039;mah)

Masalah dalil2, sangat banyak utk menghemat ruang komentar ini, ana yakin antum bisa searching di Google dalil2 yg membolehkan Maulid, bukannya apa2 tp supaya antum bisa menilai suatu hukum secara berimbang dari dua kutub yg berbeda &amp; supaya pemikiran qta tdk picik! Antum hanya melihat dari sisi pandang &quot;Ulama&quot; anda saja, seperti yg tlah ana sampaikan, jangan membiasakan berfikiran picik!

Afwan, Ana yaqin banyak kt2 ana yg dirasakan menyakitkan, ana minta maaf ana tdk bermaksud demikian, tp kadang kalo penyakit sudah akut perlu penanganan khusus yg tdk jarang akan merasakan kesakitan yg amat, tp bersabarlah kalo qta ingin cpat sembuh!

Afwan sekali lgi...&quot;Takabur kpd orang takabur = Sodaqoh&quot;

Salam hormat ana utk Guru2 antum yg mulia &amp; Keluarga! Smoga Alloh membersihkan hati qta dari sifat Takabur &amp; penyakit2 hati lainnya! Semoga aqidah yg qta pegang benar2 diatas jalur yg benar(Qur&#039;an &amp; Hadits) dengan pemahaman Salafus-Sholeh! Semoga qta dikaruniai kelapangan hati dalam menerima kebenaran! Aamiiin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari tanggapan antum &amp; Ashab Antum, sederhana sj jawaban ana:</p>
<p>Antum bebas mengklaim golongan/sekte Antum sj yg punya/menguasi dalil dan hujah, Antum kira mayoritas ulama lain tdk mengetahui dalil/hujah? Apa Antum kira golongan diluar Antum tdk menguasai ilmu2 Qur&#8217;an &amp; Hadits? Afwan Akhi, inilah salah satu penyakit mahluq yg sangat sukar diobati yaitu &#8220;takabur&#8221; merasa paling benar, paling mengikuti hujjah/dalil Qur&#8217;an &amp; Hadits, paling ittiba thdp generasi Sahabat &amp; Salafus-Shaleh dll&#8230;. diluar sekte-nya adalah bodoh, bid&#8217;ah tdk mengerti ilmu agama dll. Penyakit ini pula (Takabur/merasa paling benar dll) yg merupakan dosa pertama yg dilakukan mahluk ke pd Allo SWT dengan ucapannya &#8220;Ana Khoirun min hu&#8230;.&#8221; </p>
<p>Kalo boleh tanya dari mana Antum mengambil dalil? apakah sanad2 yg Antum ambil muttasil, sampai pada Nabi SAW???? Jangan hanya bicara/ngaku mengikuti RasuluLloh SAW Sohabat, &amp; generasi Salafus-Sholeh lainnya, kalo hanya bicara, siapapun bisa. Alhamdulillah Guru2 &amp; Ulama2 kami mempunyai sanad yg muttasil sampai kpd Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW. dgn sanad2 yg Tsiqoh. (ana cuma Tahaduts bi Ni&#8217;mah)</p>
<p>Masalah dalil2, sangat banyak utk menghemat ruang komentar ini, ana yakin antum bisa searching di Google dalil2 yg membolehkan Maulid, bukannya apa2 tp supaya antum bisa menilai suatu hukum secara berimbang dari dua kutub yg berbeda &amp; supaya pemikiran qta tdk picik! Antum hanya melihat dari sisi pandang &#8220;Ulama&#8221; anda saja, seperti yg tlah ana sampaikan, jangan membiasakan berfikiran picik!</p>
<p>Afwan, Ana yaqin banyak kt2 ana yg dirasakan menyakitkan, ana minta maaf ana tdk bermaksud demikian, tp kadang kalo penyakit sudah akut perlu penanganan khusus yg tdk jarang akan merasakan kesakitan yg amat, tp bersabarlah kalo qta ingin cpat sembuh!</p>
<p>Afwan sekali lgi&#8230;&#8221;Takabur kpd orang takabur = Sodaqoh&#8221;</p>
<p>Salam hormat ana utk Guru2 antum yg mulia &amp; Keluarga! Smoga Alloh membersihkan hati qta dari sifat Takabur &amp; penyakit2 hati lainnya! Semoga aqidah yg qta pegang benar2 diatas jalur yg benar(Qur&#8217;an &amp; Hadits) dengan pemahaman Salafus-Sholeh! Semoga qta dikaruniai kelapangan hati dalam menerima kebenaran! Aamiiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: insyaflahsalafy</title>
		<link>http://abusalma.wordpress.com/2008/03/12/bid%e2%80%99ahkah-peringatan-maulid-nabi/#comment-2253</link>
		<dc:creator>insyaflahsalafy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 13:52:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalma.wordpress.com/?p=689#comment-2253</guid>
		<description>tanya:
Di tempat saya, karena takut bid&#039;ah, akhirnya semua hal yang berkaitan dengan maulid ditiadakan.
Pekan berikutnya semua orang Islam ditanya, &quot;Siapa yang ingat bahwa pekan lalu adalah tanggal kelahiran Rasulullah ?&quot;
Ternyata, tidak satupun yang ingat.
Jadi, bagaimana solusinya ? Apa mengganti materi pengajian rutin menjadi sirah nabi pun harus dipukul rata sebagai bid&#039;ah ? :)
Bagaimana pula kalau tidak ada pengajian rutin ?

&lt;blockquote&gt;Agar tidak takut bid&#039;ah maka selayaknya kita belajar ta&#039;shil (fondasi) ilmu, baik itu aqidah, manhaj, hadits dan selainnya, terutama dalam masalah bid&#039;ah. Anda juga bisa mempelajari buku &#039;Ilmu &#039;Ushulil Bida&#039; karya Syaikh &#039;Ali Hasan al-Halabi, atau buku-2 lainnya.
Untuk mencintai Rasulullah, maka ada banyak hal yang bisa kita lakukan, dan yang paling utama adalah kita berupaya mencontoh semua yang berasal dari beliau. Kecintaan kita kepada Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa sallam bukan sekedar simbolis atau slogan belaka, namun harus termanifestasikan dalam kehidupan kita.
Sekiranya peringatan maulid Nabi itu sunnah atau dianjurkan, niscaya para sahabat dan salaf ridhwanullah &#039;alaihim ajma&#039;in akan lebih mendahului kita di dalam kebaikan. Namun kenyataannya tdk ada satupun dari mereka merayakan maulid.
Sesungguhnya, dengan mempelajari sirah, merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Nabi Shallallahu &#039;alaihi wa Sallam. Dan tidak ada korelasinya, antara mempelajari sirah yang dapat kita lakukan kapan saja, tanpa terikat dengan waktu mu&#039;ayan, dengan peringatan-2 simbolis maulid Nabi yang seringkali penuh dengan kemungkaran dan kebid&#039;ah, Wal&#039;iyadzubillah.
Jadi, suatu hal yang cukup aneh bagi saya, ketika Anda mengkorelasikan antara peringatan maulid dengan mempelajari sirah Nabi... Semoga Alloh memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tanya:<br />
Di tempat saya, karena takut bid&#8217;ah, akhirnya semua hal yang berkaitan dengan maulid ditiadakan.<br />
Pekan berikutnya semua orang Islam ditanya, &#8220;Siapa yang ingat bahwa pekan lalu adalah tanggal kelahiran Rasulullah ?&#8221;<br />
Ternyata, tidak satupun yang ingat.<br />
Jadi, bagaimana solusinya ? Apa mengganti materi pengajian rutin menjadi sirah nabi pun harus dipukul rata sebagai bid&#8217;ah ? :)<br />
Bagaimana pula kalau tidak ada pengajian rutin ?</p>
<blockquote><p>Agar tidak takut bid&#8217;ah maka selayaknya kita belajar ta&#8217;shil (fondasi) ilmu, baik itu aqidah, manhaj, hadits dan selainnya, terutama dalam masalah bid&#8217;ah. Anda juga bisa mempelajari buku &#8216;Ilmu &#8216;Ushulil Bida&#8217; karya Syaikh &#8216;Ali Hasan al-Halabi, atau buku-2 lainnya.<br />
Untuk mencintai Rasulullah, maka ada banyak hal yang bisa kita lakukan, dan yang paling utama adalah kita berupaya mencontoh semua yang berasal dari beliau. Kecintaan kita kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bukan sekedar simbolis atau slogan belaka, namun harus termanifestasikan dalam kehidupan kita.<br />
Sekiranya peringatan maulid Nabi itu sunnah atau dianjurkan, niscaya para sahabat dan salaf ridhwanullah &#8216;alaihim ajma&#8217;in akan lebih mendahului kita di dalam kebaikan. Namun kenyataannya tdk ada satupun dari mereka merayakan maulid.<br />
Sesungguhnya, dengan mempelajari sirah, merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam. Dan tidak ada korelasinya, antara mempelajari sirah yang dapat kita lakukan kapan saja, tanpa terikat dengan waktu mu&#8217;ayan, dengan peringatan-2 simbolis maulid Nabi yang seringkali penuh dengan kemungkaran dan kebid&#8217;ah, Wal&#8217;iyadzubillah.<br />
Jadi, suatu hal yang cukup aneh bagi saya, ketika Anda mengkorelasikan antara peringatan maulid dengan mempelajari sirah Nabi&#8230; Semoga Alloh memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
