SEKALI LAGI TENTANG SYAIKH MUHAMMAD HASSAN AL-MISHRI

Berikut ini adalah transkrip percakapan seorang penuntut ilmu dengan Asy-Syaikh al-Muhaddits ‘Abdullâh bin Shâlih al-‘Ubailân hafizhahullâhu via telepon. Dalam percakapan ini, Syaikh mendukung pendapat Syaikh ‘Ali al-Halabî dan masyaikh Syam akan kesalafiyahan Syaikh Muhammad Hassân.

Syaikh : Na’am (iya)*

[Catatan : Ini adalah adab seorang ulama yang patut ditiru, yaitu beliau berupaya menghindarkan diri dari tasyabbuh (menyerupai) kaum kafir dengan sering mengawali percakapan di telepon dengan kata “hallo”, dan lebih memilih untuk mengucapkan “iya”, pent.]

Penanya : Assalâmu ‘alaikum warohmatullâhi wabarokâtuh

Syaikh : Wa’alaikum as-Salâm warohmatullâhu wabarokâtuh

Penanya : Hayyakumullâhu ya Syaikh

Syaikh : Allôhu yuhyîka

Penanya : Apakah diizinkan Saya merekam pertanyaan ini?*

[Catatan : Ini adalah adab penuntut ilmu, meminta izin terlebih dahulu apabila akan merekam sebuah pembicaraan, pent.]

Syaikh : Pertanyaannya apa dulu sebelum Anda merekamnya?*

[Catatan : Ini menunjukkan pemahaman yang dalam dari diri Syaikh untuk melihat jenis dan bentuk pertanyaannya sebelum beliau mengizinkannya untuk direkam.]

Penanya : Pertanyaannya wahai Syaikh, sesungguhnya sebagian saudara kita –wahai Syaikh-, mereka terpengaruh dengan Syaikh Muhammad Hassân. Saya ingin menasehati mereka, karena itu Saya ingin minta nasehat Anda untuk mereka wahai Syaikh.

Syaikh : Ada apa emangnya dengan Syaikh Muhammad Hassân? Kenapa dengan Syaikh Muhammad Hassân?

Penanya : Demi Alloh, para ulama membicarakan tentang Syaikh Muhammad Hassân.*

[Catatan : Di sini sang penanya tampak agak kaget sebab Syaikh memberikan jawaban yang berbeda dengan yang diinginkannya, Pent.]

Syaikh : Siapa ulama yang membicarakannya? Apakah Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd?!

[Catatan : Di sini Syaikh hendak menunjukkan bahwa Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad seharusnya yang menjadi rujukan di dalam masalah jarh wa ta’dîl karena beliau adalah ulama yang paling obyektif, pent.]

Penanya : Syaikh ‘Ubaid al-Jâbirî telah membicarakannya, dan beliau mengatakan bahwa dia (Syaikh Muhammad Hassân) adalah Quthbî wahai Syaikh.

Syaikh : ‘Ubaid al-Jâbirî ini mengambil posisi ulama tentang hal ini ataukah perkara ini merupakan haknya dan selainnya?

Penanya : Sebagian ikhwah bertanya kepada beliau dan beliau menjawab bahwa dia adalah Quthbî wahai Syaikh.

Syaikh : ‘Ala kulli hâl (biar bagaimanapun) ini merupakan ijtihâd dari Syaikh (al-Jâbirî), yang bisa benar dan bisa keliru. Sesungguhnya, saudara kami al-Akh Muhammad Hassân adalah termasuk seorang yang berilmu (ulama) dan pemilik keutamaan. Kami tidak mendakwakan bahwa beliau itu ma’shûm dan tidak pernah bersalah. Namun beliau adalah termasuk ahlus sunnah dan orang yang membela aqidah dan sunnah serta beliau termasuk jajaran da’i yang terdepan yang menampakkan pembelaan terhadap aqidah dan sunnah di dunia. Beliau banyak memberikan manfaat di Mesir, Syam dan selainnya.

Penanya : Maksudnya wahai Syaikh, Muhammad Hassân itu termasuk ahlus sunnah?

Syaikh : Iya, iya, termasuk ahlus sunnah.

Penanya : Bukannya dia memiliki kesalahan-kesalahan wahai Syaikh?

Syaikh : Tidak ada orang yang tidak memiliki kesalahan wahai saudaraku. Akan tetapi kesalahan-kesalahan beliau ini tidak mengeluarkannya dari ahlus sunnah.

Penanya : Mereka juga mengatakan bahwa dia juga seorang ikhwânî wahai Syaikh.

Syaikh : Tidak, tidak, beliau bukan seorang ikhwânî, bukan…  beliau adalah seorang salafî, dan seorang salafî itu senantiasa tidak akan menyebutkan guru-gurunya kecuali Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimîn –yang beliau sendiri belajar padanya-, menyebutkan Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz dan menyebukan al-Albânî. Tidak akan selamanya dia berargumen dengan salah seorang pun selain mereka.

Penanya : Jazzâkallâhu khoyron wahai Syaikh, bârokallôhu fîka yâ Syaikh, hayyakallohu yâ Syaikh

[Rekaman dialog ini bisa dilihat di sini.]
[Sumber : Muntadayât Kullis Salafiyîn]

Teks Transkrip :

الشيخ العبيلان : نعم .
السائل: السلام عليكم ورحمة الله و بركاته .
الشيخ العبيلان: و عليكم السلام و رحمة الله .
السائل: حياكم الله يا شيخ .
الشيخ العبيلان : الله يحييك.
السائل: ممكن يا شيخ نسجل هذا السؤال…؟
الشيخ العبيلان :إيش هو السؤال قبل أن تسجله؟
السائل : السؤال يا شيخ : إن بعض الإخوة يا شيخ متأثرين بالشيخ محمد حسان ، و أقوم بالنصح لهم ، فأريد منكم نصيحة لهم يا شيخ .
الشيخ العبيلان : و ماذا فيه الشيخ محمد حسان ؟..إيش فيه الشيخ محمد حسان ؟
السائل: و الله متكلمين فيه أهل العلم الشيخ محمد حسان .
الشيخ العبيلان : من الذي تكلم فيه ؟ الشيخ عبد المحسن العباد ؟!.
السائل: تكلّم فيع الشيخ عبيد الجابري ، و يقول عليه قطبي يا شيخ .
الشيخ العبيلان : عبيد الجابري هذا منصّب من أهل العلم لهذا الأمر أو أن هذا الأمر له و لغيره؟.
السائل: قام بسؤاله الإخوة فقال لهم قطبي يا شيخ .
الشيخ العبيلان : على كل حال هذا اجتهاد من الشيخ ..قد يُصيب و قد يخطئ ، إنما أخونا الأخ محمد حسان رجل من أهل العلم و الفضل ، و نحن لا ندّعي عصمته ، و لا ندعي أنه لا يخطئ ، لكنه من أهل السنة و من المدافعين عن العقيدة و السنة و من أبرز الدعاة الذين يظهرون في الإعلام دفاعا عن العقيدة و السنة ، انتفع منه في مصر و في الشام و في غيرها .
السائل: يعني يا شيخ محمد حسان من أهل السنة ؟.
الشيخ العبيلان : نعم نعم من أهل السنة .
السائل : و ليس عليه مؤاخذات يا شيخ؟
الشيخ العبيلان : ما فيه أحد ما عليه مؤاخذات يا أخي ، لكن هذه المؤاخذات لا تخرجه من السنة .
السائل: يقولون عليه بأنه إخواني يا شيخ .
الشيخ العبيلان : لا لا ليس إخوانيا و لا …الرجل سلفي ، و سلفي دائما لا يذكر من مشايخه إلا الشيخ محمد بن عثيمين ، قد درس عليه ، و يذكر الشيخ عبد العزيز بن باز ، و يذكر الألباني ، أبدا لا يستشهد بأحد غير هؤلاء .
السائل: جزاك الله خيرا يا شيخ ، بارك الله فيك يا شيخ ، حياك الله يا شيخ

About these ads
Perihal

لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه، بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق؛ فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقًا Tidaklah aib (tercela) bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, bernisbat kepadanya dan berbangga dengannya. Bahkan wajib menerima pernyataan tersebut darinya dengan kesepakatan, karena sesungguhnya tidaklah madzhab salaf itu melainkan kebenaran.

Tagged with: , , , , , , , ,
Ditulis dalam Nasehat Ulama, Pembelaan
One comment on “SEKALI LAGI TENTANG SYAIKH MUHAMMAD HASSAN AL-MISHRI

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PENTING!

MOHON MAAF KEPADA PARA PENGUNJUNG SEKALIAN APABILA DI DALAM BLOG INI DITEMUKAN IKLAN-IKLAN YANG KURANG LAYAK. SAYA SUDAH MENGUPAYAKAN UNTUK MENGHILANGKANNYA, NAMUN DIJAWAB OLEH PIHAK WORDPRESS BAHWA UNTUK MENGHILANGKAN IKLAN, KAMI HARUS MENGUPGRADE NYA MENJADI AKUN PREMIUM

KARENA ITU BAGI PARA IKHWAH SEKALIAN AGAR MEMBUKA BLOG SAYA DI ABUSALMA.NET YANG INSYA ALLOH BEBAS DARI IKLAN-IKLAN YANG TIDAK SENONOH. SYUKRON. ABUSALMA.NET SUDAH BERHASIL DIRESTORE KEMBALI, ALHAMDULILLAH

**********************

=>klik sini<=

BEBAS IKLAN INSYA ALLOH

**********************

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.651 pengikut lainnya.

Arsip
Tautan

Journal of Life

Pengusaha Muslim

Ebook Terbaru

Berlemahlembutlah Wahai Penuntut Ilmu : Mutiara Nasehat Syaikh Muhammad al-Imam Sekali Lagi Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah

Ambil Untuk Situs Anda
Jumlah Pengunjung
  • 2,516,476 Orang
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.651 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: