Arsip | Bid’ah RSS feed for this section

KEUTAMAAN HARI ‘ASYURA

18 Des

Oleh: Tim Daar al-qosim

Penerjemah: Abu Ahmad Fuad Hamzah Baraba’,Lc

Segala puji bagi Allah pemelihara seluruh alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul mulia, Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Wa ba’du:

Diantara nikmat Allah Ta’ala yang diberikan atas hamba-hamba-Nya, adalah perguliran musim-musim kebaikan yang datang silih berganti, mengikuti gerak perputaran hari dan bulan. Supaya Allah Ta’ala mencukupkan ganjaran atas amal-amal mereka, serta menambahkan limpahan karunia-Nya.

Dan tidaklah musim haji yang diberkahi itu berlalu, melainkan datang sesudahnya bulan yang mulia, yakni bulan muharam. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah  radiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل } رواه مسلم في صحيحه

Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan muharam, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR.Muslim). Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menamai bulan muharam dengan bulan Allah, ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan sebagian makhluk-Nya terhadap sebagian yang lainnya, serta mengutamakannya dari sebagian yang lainnya. Continue reading 

FATWA SYAIKH ‘UBAILAN TENTANG MENGUJI MANUSIA

12 Feb

Fadhilatusy Syaikh ‘Abdullâh bin Shalih al-Ubailân ditanya :

ما رأيكم في امتحان الناس وإلزام طلبة العلم بقول العلماء في تجريح الأشخاص أو غيرها من القضايا الخلافية بين أهل السنة؟

Apa pendapat Anda tentang menguji manusia dan mengharuskan para penuntut ilmu untuk berpegang dengan pendapat ulama di dalam men-jarh individu-individu tertentu atau selainnya yang termasuk permasalahan khilafiyah diantara kalangan ahlus sunnah?

Fadhilatusy Syaikh menjawab :

هذا فيه تفصيل أما إن كان المتكلم فيه من أئمة البدع والذي لايختلف أهل السنة فيه فيجب على المسلم أن يعتقد فيه ما اعتقده أهل السنة وإلا خرج عن سبيلهم إن كان عنده علم

Masalah ini ada perinciannya. Adapun jika orang yang diperbincangan di sini adalah para pembesar ahli bid’ah yang tidak diperselisihkan oleh ahlus sunah (atas kebid’ahannya), maka wajib bagi seorang muslim untuk meyakininya sebagaimana yang diyakini oleh Ahlus Sunnah. Jika tidak, ia dapat keluar dari jalan ahlus sunnah apabila ia memiliki ilmu. Continue reading 

BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI??

12 Mar

BID’AHKAH PERINGATAN MAULID NABI??

Oleh : Usamah bin Abdillah ath-Thiiby al-Filisthini

Termasuk perkara yang tidak diragukan lagi adalah, bahwa sekarang ini kita berada dalam kehidupan yang penuh dengan slogan yang gencar, mengarah kepada penghulu keturunan nabi Adam, baginya sholawat yang paling utama dari salam yang paling sempurna. Slogan-slogan tersebut menyakiti sang penebar rahmat dan petunjuk Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. dikarenakan sekarang kita dekat dengan waktu peringatan Maulid Nabi (!!). Maka saya ingin menjelaskan kepada kaum mislimin bentuk penganiayaan kepada Rasulullah, bahkan model-modelnya amat banyak sekali. Continue reading 

HALLOWEEN KERAMAT?

24 Okt

HALLOWEEN KERAMAT?

 

 

Dari Abi Sa’id radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Kalian benar-benar akan meniru sunnah (jalan/tata cara) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai sekiranya mereka memasuki lubang biawak kalian pun juga turut mengikutinya.” Kami (para sahabat) bertanya : ”Apakah Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab : ”siapa lagi?” [HR Bukhari, Bab Ma Dzakaro ’an Bani Isra’il 11/272]

Continue reading 

EBOOK : RACUN FIQHUL WAQI’

3 Okt

Racun Fikih realitasbanner-new.gif

 

RACUN FIQHUL WAQI’

(Berlebihan di dalam mendalami Fikih Realitas)

Oleh :

Al-Ustadz Muhammad Arifin Baderi, MA

 

Penulis buku (خطوط رئيسية لبعث الأمة الإسلامية) berkata : “Dan pada hari ini, -sangat disayangkan- kita memiliki ulama’ (syuyukh) yang hanya memahami kulit agama islam, layaknya ia sedang hidup pada zaman dahulu, padahal sistem kehidupan dan metode transaksi masyarakat telah berubah. Apa gunanya seorang ulama’ yang membaca ayat-ayat riba’ sedangkan ia tidak memahami berbagai transaksi riba’ yang berjalan pada zaman sekarang, dan apa gunanya seorang ulama’ yang tidak mampu untuk membantah perkataan seorang atheis yang mengatakan bahwa hukuman potong tangan bagi pencuri ialah tindakan bengis, dan menikah dengan empat wanita itu gaya hidup orang-orang rimba dan tidak moderen

Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.525 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: