Arsip | Fatawa RSS feed for this section

UNTUK KESEKIAN KALI : TENTANG SYAIKH MUHAMMAD HASSÂN (PASCA REVOLUSI)

23 Feb

Saya sebelumnya pernah menurunkan artikel berjudul “Sekali Lagi Tentang Syaikh Muhammad Hassân al-Mishrî” yang berisi transkrip jawaban dari al-Muhaddits ‘Abdullâh bin Shâlih al-‘Ubailân hafizhahullâhu. Berikut ini adalah tanya jawab dengan Syaikh ‘Abdullâh al-‘Ubailân hafizhahullâhu berkenaan dengan bagaimana menyikapi Syaikh Muhammad Hassân pasca revolusi di Mesir. Sengaja saya menurunkan hal ini sebagai tanggung jawab ilmiah untuk menunjukkan sikap terakhir beliau.

Pertanyaan :

“Syaikh kami yang mulia. Dahulu Anda pernah ditanya tentang seorang dai yang bernama Muhammad Hassân, dan Anda memberi jawaban kepada sang penanya bahwa tidak mengapa mendengarkan dan mengambil manfaat dari ceramahnya (Muh. Hassân). Demikian pula ada sebagian orang yang menukil dari Anda tentang pujian Anda kepada al-Qaradhâwî, dan sebagian duat. Kami mengharapkan sudi kiranya Anda memberikan penjelasan tentang hal ini.” Continue reading 

HUKUM BOIKOT PRODUK KAFIR

22 Jan

Pertanyaan :

ما الدليل على أن المقاطعة مستحبة؟ وهل من أفتى بوجوبها مُخطئ؟ وما الدليل على خطئه؟

“Apa dalil (yang menyatakan) bahwa hukum boikot (produk kafir) itu mustahab (disukai/sunnah)? Apakah fihak yang menfatwakan akan keharamannya itu bersalah? Dan apa dalil atas kesalahannya?

Syaikh Yasîr Burhâmî hafizhahullâhu menjawab : Continue reading 

TAHUN BARU DAN MUHASABAH

18 Des

Oleh: Tim Daar al-qosim

Penerjemah: Abu Ahmad Fuad Hamzah Baraba’,Lc

Seiring datangnya Tahun Baru Hijriah, sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Hal ini merupakan jalan menuju petunjuk dan keselamatan. Orang cerdik itu, adalah mereka yang selalu menimbang dirinya serta beramal untuk bekal perjalanan setelah meninggal. Dan orang yang berakal, adalah mereka yang membiasakan dirinya menapaki jalan kebaikan dan melazimkan dirinya dengan syariat.

Manusia itu tidak terlepas dari dua keadaan, jika ia seorang yang muhsin (yang banyak berbuat kebaikan), (dengan muhasabah) akan bertambah kebaikannya, adapun jika ia seorang yang banyak lalai, maka ia akan menyesal dan segera bertaubat. Allah Ta’ala berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ [الحشر:18].

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri memperkatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…(QS. Al-hasyr:18). Continue reading 

FATWA SYAIKH ‘UBAILAN TENTANG MENGUJI MANUSIA

12 Feb

Fadhilatusy Syaikh ‘Abdullâh bin Shalih al-Ubailân ditanya :

ما رأيكم في امتحان الناس وإلزام طلبة العلم بقول العلماء في تجريح الأشخاص أو غيرها من القضايا الخلافية بين أهل السنة؟

Apa pendapat Anda tentang menguji manusia dan mengharuskan para penuntut ilmu untuk berpegang dengan pendapat ulama di dalam men-jarh individu-individu tertentu atau selainnya yang termasuk permasalahan khilafiyah diantara kalangan ahlus sunnah?

Fadhilatusy Syaikh menjawab :

هذا فيه تفصيل أما إن كان المتكلم فيه من أئمة البدع والذي لايختلف أهل السنة فيه فيجب على المسلم أن يعتقد فيه ما اعتقده أهل السنة وإلا خرج عن سبيلهم إن كان عنده علم

Masalah ini ada perinciannya. Adapun jika orang yang diperbincangan di sini adalah para pembesar ahli bid’ah yang tidak diperselisihkan oleh ahlus sunah (atas kebid’ahannya), maka wajib bagi seorang muslim untuk meyakininya sebagaimana yang diyakini oleh Ahlus Sunnah. Jika tidak, ia dapat keluar dari jalan ahlus sunnah apabila ia memiliki ilmu. Continue reading 

JARH WA TA’DIL ADALAH MASALAH IJTIHADIYAH

12 Jan

الجرح والتعديل من مسائل الاجتهاد

Syaikh Abû ‘Abdil Mu’iz Muhammad Ali Firkuz

Pertanyaan :

Apakah yang yang dilakukan para ulama di dalam jarh (mencacat kredibilitas) dan ta’dîl (menilai kredibel) terhadap individu-individu tertentu termasuk masalah khilâfiyah, atau ucapan (baca : penilaian) mereka satu dengan lainnya memiliki hukum (yang sama dengan) permasalahan fiqhiyah ijtihâdiyah dari sisi (kesamaan) implikasi berupa harus berlapang dada dan tidak boleh menjelek-jelekkan orang yang berlainan pendapat dengannya, membawa ucapannya kepada kemungkinan yang terbaik serta menelaah ucapannya untuk menilai benar salahnya, bukan malah mencela dan menvonisnya bid’ah? Semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban :

Segala puji hanyalah milik Alloh Pemelihara alam semesta. Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada orang yang Alloh utus sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta, kepada keluarga beliau, sahabat dan saudara-saudara beliau sampai hari kiamat. Amma Ba’du : Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.526 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: