Arsip | Firqoh RSS feed for this section

MENYOROT MODERNISME ISLAM

2 Jun

Kita dapat mengaitkan secara ideologi, bahwa gerakan modernisme Islam yang sedang marak saat ini memiliki hubungan erat dengan sekte masa lampau, yaitu Mu’tazilah yang berkembang pada abad ketiga Hijriah. Walaupun sekte ini mengklaim menerima al-Qur’an dan Sunnah, namun mereka gemar melakukan ta’wil (mengintepretasikan dengan makna yang jauh) dan berpandangan bahwa ‘aql lebih didahulukan ketimbang naql (wahyu). Pada akhirnya, sekte ini pun memudar. Gerakan modernisme Islam di zaman ini, bukanlah berevolusi dari mu’tazilah, namun keduanya memiliki prinsip yang serupa dan mirip.

Apabila dijejak, sebenarnya gerakan modernisme ini berasal dari Eropa abad pertengahan, zaman dimana metodologi saintifis mulai berkembang di Spanyol dan berpandangan bahwa apa yang diajarkan gereja tidaklah benar secara saintifis. Hal inilah yang memicu awal terjadinya revolusi.  Pandangan dasar kaum modernisme terhadap semua agama adalah “agama dapat berubah-ubah menurut situasi dan kondisi serta tidak permanen dan kebenaran absolut itu tidak ada.”

Kaum modernis Yahudi dan Nasrani, berupaya menunjukkan bahwa agama masih relevan dengan manusia. Akhirnya mereka pun membuat-buat inovasi (bid’ah) di dalam agama agar manusia tetap tertarik dengan agama. Seperti ritual menyanyi di Gereja yang diperkenalkan pada tahun 1900-an. Mereka berupaya menyatakan bahwa ketuhanan (divinitas) dan manusia dapat dicampur di dalam injil (Bible), dan bahwa bagian yang benar di dalamnya haruslah tidak ketinggalan zaman (out of date). Mereka juga berpandangan bahwa agama senantiasa berubah seiring dengan perubahan zaman dan tidak ada kebenaran mutlak (absolut) di dalam Bible. Continue reading 

Membongkar Kedok Sufisme di Hadramaut

13 Jun

Membongkar Kedok Sufisme di Hadramaut

Oleh : Syaikh Ali Ba Bakar bin Yahya



Diberi kata pengantar oleh :
1. Asy-Syaikh Alwi bin Abdul Qodir As-Segaf
2. Asy-Syaikh Abu Bakar bin Haddar Al-Haddar
3. Asy-Syaikh Shalih bin Bekhit Maula Dawilah
Cetakan pertama 1426 H / 2005 M

[Mereka semua Alul Bait dari keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu].

Muqaddimah
Oleh : Asy-Syaikh Alwi bin Abdul Qodir As-Segaf

Segala puja dan puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, penghulu kita, kekasih kita dan penyejuk pandangan kita Muhammad bin Abdillah, yang telah bersabda : (yang artinya)

“Barangsiapa mengada-ada (sesuatu yang baru) dalam urusan kami ini yang bukan darinya maka (sesuatu yang beru yang diada-adakannya) itu tertolak.”

Continue reading 

DR. ‘Abdullah Azzam dan Para Penghafal Matan

23 Mei

DR. ‘Abdullah Azzam dan Para Penghafal Matan

 

Syaikh ‘Utsman ‘Abdus Salam Nuh dalam Ath-Thoriq illa Jama’atil Umm menceritakan sebuah kisah yang menarik tentang DR. ‘Abdullah Azzam rahimahullahu dan semoga Alloh menjadikan beliau sebagai salah seorang syahid di jalan-Nya dan mengampuni segala dosa-dosa dan kesalahan beliau. Syaikh ‘Utsman berkata :

Setelah diproklamirkan berdirinya pemerintahan sementara Afghanistan yang dibawah pimpinan Mujaddidi [seorang shufi ekstrim, akan datang penjelasan akan hakikatnya pada pembahasannya nanti, pent.], Majalah “Al-Jihad” yang terbit pada bulan Maret 1986 edisi no. 53, menurunkan artikel berjudul Ja’al Haqq wa Zahaqol Bathil buah pena DR. Abdullah Azzam. Beliau menulis :

Continue reading 

Menjawab Syubuhat Quburiyun

15 Mei

Menjawab Syubuhat Quburiyun1

Oleh : Syaikh ‘Ali Babakar

Ada sebuah syubuhat yang dilontarkan oleh para penyembah kubur (quburiyun) terhadap orang yang mengingkari mereka mengenai istighotsah (meminta pertolongan) kepada orang yang mati, mereka berkata :

Kami bersyahadat Laa ilaaha illa Allahu dan Muhammad Rasul Alloh. Kami juga berkeyakinan bahwa Alloh adalah yang Maha Pencipta, Pemberi Rezeki, Pengatur (alam semesta), Pemberi mudharat dan manfaat, di tangan-Nyalah segala sesuatu dan Dia-lah yang menurunkan hujan. Kami juga tahu bahwa mayit (wali Alloh) tidaklah memiliki kemanfaatan dan kemudharatan dengan sendirinya. Akan tetapi dia (si mayit ini) adalah seorang yang shalih dan memiliki kedudukan di sisi Alloh. Maka dari itu, kami berdo’a dan bertawassul kepada Alloh melalui perantaraannya, supaya dirinya memberikan syafa’at bagi kami di sisi Alloh sehingga do’a kami maqbul (diterima). Dia (si mayit ini) adalah penengah antara kami dengan Alloh, karena ketaatan kami amatlah sedikit sedangkan dosa kami amatlah berlimpah, sehingga apabila kami meminta langsung kepada Alloh tanpa penengah, maka niscaya do’a kami takkan diterima dikarenakan banyaknya dosa kami. Karena itulah kami jadikan seorang wali (yang telah mati) sebagai penengah antara diri kami dengan Alloh.”

Continue reading 

EBOOK : INILAH HADDADIYAH…!!!

8 Mei

هذه هي الحدّادية!!!

فاعرفواها ثمّ احذروا منها

 

INILAH HADDADIYAH…!!!

KENALILAH DAN WASPADALAH DARINYA

 

Banyak orang mengaku-ngaku bahwa diri mereka adalah ahlus sunnah, dan ini tentu saja sah-sah saja. Siapa saja berhak mengaku-ngaku karena pengakuan adalah suatu hal yang mudah. Namun, pengakuan belaka tanpa bukti adalah sekedar mengaku-ngaku saja. Sebagaimana perkataan seorang penyair :

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلا بِلَيْلَى وَلَيْلى لا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ

Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila

Namun Laila memungkiri semua pengaku-akuan itu

Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.526 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: