Arsip | Syubuhat RSS feed for this section

MENGAPA KITA MENOLAK DEMOKRASI? (bagian 1)

14 Mar

لمذا نرفض الديمقراطية

(Bagian 1)

Diringkas dan disarikan dari Mushtholahât wa Mafâhîm karya Syaikh ‘Abdul Âkhir Hammâd al-Ghunaimî hafizhahullâhu

Risalah ini adalah sebuah diskusi ilmiah seputar permasalahan demokrasi dan bagaimana sikap Islam terhadapnya. Yang mendorong saya menulis risalah ini adalah adanya artikel-artikel yang ditulis oleh al-Ustadz Fahmî Huwaidî (salah seorang kolumnis dan penulis senior dan terkenal di Mesir, pen.) yang mengajak untuk berkompromi dengan demokrasi, ketimbang menentang dan mengabaikannya.

Awal mulanya, ada salah satu artikelnya yang menunjukkan bahwa dirinya menganggap Islam itu dizhalimi ketika ada yang beranggapan bahwa Islam itu bertentangan dengan Demokrasi, dan pada akhirnya, artikelnya tersebut menunjukkan pengingkarannya terhadap aktivis muslim yang menolak demokrasi dan menganggap penolakan mereka ini sebagai suatu hal yang syâdz (aneh/ganjil) terhadap seruan Islam secara umum. Continue reading 

“HIKMAH” DARI SEORANG GANDHI

30 Okt

“HIKMAH” DARI SEORANG GANDHI


Siapa gerangan yang tak mengenal Mohandas Karamchand Ghandi alias Mahatma Gandhi? Seorang karismatik yang diberi gelar Father of Nation (Bapak Negara). Dia berjuang untuk melepaskan tirani kolonialisme Inggris dengan cara civil disobedience (ketidakpatuhan masyarakat sipil) yang dibangun di atas prinsip ahimsa (non kekerasan) sehingga membawa kepada kemerdekaan India. Bahkan kelahirannya dijadikan sebagai peringatan kenegaraan Gandhi Jayanti di India, dan International Day of Non Violance (Hari Non Kekerasan Sedunia) oleh dunia internasional. Betapa banyak orang yang memuliakan dan mengelu-elukan seorang Gandhi, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Acap kali kita melihat, orang menukil dan membawa ucapan “hikmah” Gandhi yang menurut mereka penuh dengan pelajaran dan hikmah, tak terkecuali saudara kita seaqidah. Continue reading 

EX ANGGOTA FPI MURTAD MELECEHKAN ISLAM

7 Jan

 

ISLAM DILECEHKAN!

 

Di tengah masyarakat kita belakangan ini muncul sebuah VCD yang meresahkan. Di dalam VCD ini ditampilkan ceramah seorang murtad (sebagaimana tampak dari pengakuannya sendiri, entah itu jujur atau tidak) yang bernama Mohamad Ali Makrus Attamimi, dan ia mengaku sebagai seorang ‘habib’ (keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu). Pengakuannya ini dusta, karena at-Tamimi adalah nisbat kepada Bani Tamim, bukan kepada keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang disebut dengan Alawiyin atau Baalawi.

Seorang penyair mengatakan:

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلاً لِلَيْلَى وَلَيْلَى لَا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَا

Semua orang mengaku punya hubungan dengan Laila

Namun Laila tidak mengakui ucapan mereka

Disebutkan pula bahwa dia adalah mantan aktifis FPI, seorang keturunan habib, dan juga pernah menjadi anggota Tim Pemburu Hantu Reality Show TV (Lativi) bahkan lebih parah lagi orang ini menyatakan sendiri bahwa dia pernah menjabat sebagai ‘penasehat paguyuban paranormal’ berarti sangat menggandrungi dunia perdukunan dan kesyrikan. Dan yang paling menyedihkan adalah disebutkan bahwa ‘dia menemukan kebenaran’ (artinya meninggalkan Islam dan memeluk agama Nashrani , wal ‘iyadzu billah!), padahal pada hakikatnya dia telah terseret dalam arus kesesatan yang nyata. Semoga Allah menyelamatkan kita dari tipu daya syaitan dan bala tentaranya. Continue reading 

ADA APA DENGAN “WAHHÂBΔ?

4 Jan

ADA APA DENGAN “WAHHÂBΔ?

 

Oleh :

Syaikh Muhammad bin Jamîl Zainū

 

Orang-orang biasa menuduh “wahhâbî” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun keperca-yaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur`ânul Karîm dan hadîts-hadîts shahîh. Mereka menentang dakwah kepada tauhîd dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allôh semata.

Suatu kali, di depan seorang syaikh penulis (Syaikh Jamîl Zainū) membacakan hadîts riwayat Ibnu Abbâs yang terdapat dalam kitab Al-Arba’în An-Nawawîyah. hadîts itu berbunyi:

إذا سألتَ فاسأل الله و إذا استعنت فاستعن بالله ” (رواه الترمذي و قال حديث حسن)

“Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allôh, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kep-da Allôh.” (HR. At-Tirmidzî, ia berkata hadîts hasan shahîh) Continue reading 

MENYINGKAP WAHHABISME

4 Jan

WAHHABISME EXPOSED“MENYINGKAP WAHHABISME”

Hidaayah Islamic Foundation [ Sri Lanka ]

 

Pada paruh pertama abad kedua belas (hijrîyah), dunia Islâm mengalami kemunduran, kehinaan dan kejatuhan yang amat sangat. Atmosfer yang melingkupi seluruh wilayah Islâm dalam keadaan sangat suram dan gelap. Degradasi dan penyelewengan akhlâq (moral) merajalela di mana-mana. Agama pun juga mengalami kemerosotoan sebagaimana seluruh aspek lainnya.

Ajaran tauhîd (monotheisme) Nabî Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam yang murni dan tegas mulai terkotori oleh khurôfat dan takhâyul yang tumbuh dan berkembang pesat. Masjid-masjid mulai kosong ditinggalkan dan bahkan dilupakan. Banyak masyarakat awam yang jâhil yang tertipu dengan jimat-jimat, jampi-jampi (mantra) dan bulir tasbih, hanya mendengar dan bertaklid buta kepada kaum shūfî yang berlagak faqîr yang menyedihkan dan kaum Darwisy yang (gemar menari-nari) penuh kebahagiaan. Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.525 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: