Arsip | Tahdzir RSS feed for this section

UNTUK KESEKIAN KALI : TENTANG SYAIKH MUHAMMAD HASSÂN (PASCA REVOLUSI)

23 Feb

Saya sebelumnya pernah menurunkan artikel berjudul “Sekali Lagi Tentang Syaikh Muhammad Hassân al-Mishrî” yang berisi transkrip jawaban dari al-Muhaddits ‘Abdullâh bin Shâlih al-‘Ubailân hafizhahullâhu. Berikut ini adalah tanya jawab dengan Syaikh ‘Abdullâh al-‘Ubailân hafizhahullâhu berkenaan dengan bagaimana menyikapi Syaikh Muhammad Hassân pasca revolusi di Mesir. Sengaja saya menurunkan hal ini sebagai tanggung jawab ilmiah untuk menunjukkan sikap terakhir beliau.

Pertanyaan :

“Syaikh kami yang mulia. Dahulu Anda pernah ditanya tentang seorang dai yang bernama Muhammad Hassân, dan Anda memberi jawaban kepada sang penanya bahwa tidak mengapa mendengarkan dan mengambil manfaat dari ceramahnya (Muh. Hassân). Demikian pula ada sebagian orang yang menukil dari Anda tentang pujian Anda kepada al-Qaradhâwî, dan sebagian duat. Kami mengharapkan sudi kiranya Anda memberikan penjelasan tentang hal ini.” Continue reading 

PARA PENJEBAK DAN HASRAT UNTUK MENCELA

29 Jan

Oleh : Syaikh Shadiq al-Baidhani

Alloh Ta’âlâ menciptakan makhluk dan menjadikan mereka memiliki tabiat untuk melakukan kesalahan dan kemaksiatan, agar hamba-hamba Alloh mengetahui bahwa kesempurnaan itu hanyalah milik Alloh semata. Dia tidak butuh kepada makhluk-Nya, sedangkan makhuk itu bersifat lemah dan selalu bergantung pada tuhannya. Mereka sangat butuh kepada-Nya di dalam setiap setiap gerakan maupun diamnya.

Tidaklah mungkin orang yang berakal itu mendakwakan adanya ishmah (keterpeliharaan dari dosa) dan keterbebasan (dari kesalahan), karena ini merupakan hal yang mustahil secara akal maupun syar’i. Karena itulah Alloh menjadikan taubat itu sebagai obat kemaksiatan. Barangsiapa yang bertaubat, maka Alloh akan menerima taubatnya, dan ini merupakan suatu hal yang telah disepakati oleh umat Islam semenjak zaman kenabian dahulu sampai hari ini. Continue reading 

PERINGATAN DARI ACARA JAHILIYAH “APRIL MOP”

1 Apr

التحذير من كذبة نيسان ابريل

Oleh :

Al-Muhaddits DR. ‘Âshim al-Qoryûtî

Prolog :

April Mop, dikenal dengan “April Fools’ Day” dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari. (April Fool’s Day BBC)

Ironinya budaya ini pun diikuti oleh sebagian kaum muslimin dengan latahnya. Untuk itulah, saya menurunkan ulasan dari seorang ahli hadits terkenal, DR. Âshim al-Qaryûtî, murid ahli hadits zaman ini, Muhammad Nâshiruddîn al-Albânî. DR. ‘Âshim dikenal sebagai seorang peneliti dan pembahas ulung, yang biasa berkutat di manuskrip-manuskrip dan naskah kuno peninggalan ulama salaf. Bahkan beliau lah yang ditugasi untuk merawat dan merestorasi manuskrip-manuskrip di Perpustakaan Universitas Islam Madinah. (Abu Salma) Continue reading 

“HIKMAH” DARI SEORANG GANDHI

30 Okt

“HIKMAH” DARI SEORANG GANDHI


Siapa gerangan yang tak mengenal Mohandas Karamchand Ghandi alias Mahatma Gandhi? Seorang karismatik yang diberi gelar Father of Nation (Bapak Negara). Dia berjuang untuk melepaskan tirani kolonialisme Inggris dengan cara civil disobedience (ketidakpatuhan masyarakat sipil) yang dibangun di atas prinsip ahimsa (non kekerasan) sehingga membawa kepada kemerdekaan India. Bahkan kelahirannya dijadikan sebagai peringatan kenegaraan Gandhi Jayanti di India, dan International Day of Non Violance (Hari Non Kekerasan Sedunia) oleh dunia internasional. Betapa banyak orang yang memuliakan dan mengelu-elukan seorang Gandhi, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Acap kali kita melihat, orang menukil dan membawa ucapan “hikmah” Gandhi yang menurut mereka penuh dengan pelajaran dan hikmah, tak terkecuali saudara kita seaqidah. Continue reading 

JANGAN SEMBRONO DI DALAM MENG-HAJR SAUDARAMU (1)

12 Mei

JANGAN SEMBRONO DI DALAM MENG-HAJR SAUDARAMU (1)

Oleh : Al-Ustâdz Abu ‘Abdil Muhsin, Lc.

[Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah]

Sungguh, Allah benar-benar telah memberi kenikmatan kepada kaum muslimin dengan menjadikan mereka bersaudara. Allah berfirman:

﴿فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتٌمْ عَلَى شَفَى حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا﴾

“Lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kalian dahulu berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. * (Ali ‘Imran: 103)

Catatan * : Wahai saudaraku, coba kita renungkan kembali, siapa kita pada tahun-tahun yang silam. Tatkala kita belum mengenal namanya “ngaji”. Saat itu kita masih berpesta di atas dosa, tersesat dalam belantara maksiat dan terombang ambing di lautan bid’ah. Alhamdulillah, Allah kemudian menyelamatkan kita, sehingga kita berkumpul dan bersaudara di atas tujuan yang satu, yaitu beribadah kepada-Nya semata. Ini merupakan karunia yang tiada tara. Maka apakah layak jika kemudian kita saling menggunjing, saling menjatuhkan, saling memutuskan hubungan, saling hajr, hanya karena perkara ijtihadiyyah yang masih diperselisihkan oleh para ulama Ahlus Sunnah?! Apakah kita hendak membuang nikmat Allah yang sangat agung itu hanya karena perkara dunia atau permasalahan-permasalahan yang seharusnya kita bisa saling memahami?! Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang benar-benar merasakan nikmat persaudaraan, lalu bersyukur dan terus menjaga nikmat tersebut. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari tipu daya setan yang menghendaki perpecahan pada barisan Ahlus Sunnah. Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.525 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: