Arsip | wala’ dan baro’ RSS feed for this section

KABUT BERACUN ITU BERNAMA VALENTINE’S DAY

13 Feb

Oleh : al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada orang-orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yang menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan ” Be my Valentine” (Jadilah Valentine-ku) atau sama artinya “Jadilah Kekasihku”.

Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk toko buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, toko-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mall dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warna pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hampir semua media cetak dan elektronik pun jadi penggesa program misterius ini. Continue reading 

SYAIKH MUHAMMAD BAZMUL BERBICARA TENTANG ADIKNYA, AHMAD BAZMUL

12 Jan

Syaikh ‘Alî Abû Haniyah hafizhahullâhu berkata :

Yang saya kenal dari Fadhîlah asy-Syaikh Muhammad Bazmûl hafizhahullâhu adalah, beliau ini orang adalah yang berakal, orang yang adil dan obyektif, memiliki ilmu yang luas dan pena yang tidak ada bandingannya serta manhaj yang lurus. Beliau senantiasa menghormati, memuliakan dan mengenal keutamaan para ulama. Kami menganggap beliau demikian bukan untuk mensucikan beliau di hadapan Alloh. Untuk itulah saya menghubungi beliau pada hari Senin, 16 Muharam 1430 H yang bertepatan dengan tanggal 12 Januari 2009, untuk turut mencermati kejadian yang tengah berlangsung di medan dakwah salafiyah sehingga beliau bisa meletakkan batasan kepada saudaranya (yaitu DR Ahmad Bazmûl) atas arogansinya kepada Syaikh ‘Alî (Hasan).

Yang saya ketahui pula dari beliau secara yakin, bahwa beliau tidak meridhai kelancangan saudaranya Ahmad. Syaikh (Muhammad Bazmûl) sendiri memuji dan menyanjung Syaikh ‘Alî dan beliau adalah orang yang sangat tawadhu’ –semoga Alloh membalas beliau dengan kebaikan dan menambah keutamaannya-. Beliau hafizhahullâhu berkata : Continue reading 

PERAYAAN TAHUN BARU DALAM SOROTAN

31 Des

PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR

 

Oleh : Muhammad Abū Salmâ

 

 

Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil meniup terompet. Bising sekali. Di pinggiran jalan, berjejer panjang para penjual terompet dengan berbagai aksesorisnya mengais rezeki. Saya teringat, ohya… beberapa hari lagi akan masuk pergantian tahun. Subhânallôh, di mana-mana masyarakat tampaknya sedang sibuk mempersiapkan perayaan tahun baru. Mulai dari spanduk, baleho, umbul-umbul, aksesoris dan lainnya. Di perempatan lampu merah, mata saya tertarik dengan sebuah spanduk bertuliskan, ”Muhasabah Akhir Tahun & Istighotsah” bersama ”Gus…”. Continue reading 

MUFTI MESIR : WISH MERRY CHRISTMAS

24 Des

MUFTI MESIR : WISH MERRY CHRISTMAS

 

Sungguh amat menyedihkan sekali, dalam rangka untuk mempromosikan dialog antarkeyakinan dan mengilangkan gap antara Kristen – Islam serta menghilangkan stigma Islam ekstrem, 138 tokoh Islam menandatangani surat terbuka ucapan natal dan tahun baru kepada clergy (para pendeta) Kristen, termasuk kepada Pope (Paus) Benedict XVI. Di dalam surat tersebut, para tokoh Islam mengucapkan selamat natal dan tahun baru dalam rangka untuk melakukan dialog antarkeyakinan, surat tersebut juga berisi ucapan terima kasih kepada para penguasa Kristen atas respon positif mereka terhadap surat mereka sebelumnya. Continue reading 

MENYOROT PERAYAAN CHRISTMAS (NATAL)

5 Des

MENYOROT PERAYAAN CHRISTMAS (NATAL)

 

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah: “Hai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”.” (QS al-Mâ`idah : 77)

Umat Muslim dan Kristiani yang serius dapat banyak belajar dari Christmas (natal), perayaan tahunan kemenangan paganisme terhadap agama Nabî sâ (Yesus Kristus) ‘alaihi as-Salâm. Continue reading 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.525 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: