BUKU TAMU

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, bahwa ia berkata: ‘tidak aku temui seorangpun yang ucapannya baik melainkan hal tersebut terbukti dalam segala aktivitasnya, dan tidak seorangpun yang ucapannya jelek melainkan terbukti pula hal tersebut dalam segala aktivitasnya’.
Imam Muslim meriwayatkan dalam shohihnya, hadits no (2581) dari Abu Hurairah bahwa nabi bersabda: ‘Apakah kalian tahu Siapakah orang yang bangrut’, para shahabat menjawab: ‘orang yang bangrut adalah orang yang tidak punya uang (dirham) dan tidak pula harta benda’, lalu beliau bersabda: ‘orang yang bangrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan amalan sholat, puasa dan zakat, namun ia datang dalam keadaan telah mencaci orang lain, menuduhnya, memakan hartanya dan menumpahkan darah serta memukulnya, maka amalan baiknya diberikan kepada masing-masing orang tersebut, maka apabila kebaikannya habis sebelum melunasi hutang-hutangnya, maka diambil dari dosa masing-masing orang tersebut lalu ditarok diatasnya, kemudian ia dicampakan kedalam neraka.’
Imam Muslim meriiwayatkan lagi dalam shohihnya, hadits (2564) dari Abu Hurairah dalam sebuah hadits yang cukup panjang, yang pada akhir hadits tersebut diungkapkan:
‘Cukuplah untuk seseorang sebuah kejahatan bahwa ia menghina saudaranya sesama muslim, segala sesuatu antara muslim terhadap muslim lainnya haram; darahnya, hartanya dan kehormatannya’.
Imam bukhari meriwayatkan dalam shohihnya, hadits no (1739) dan Imam Muslim, yang ini menurut lafazh Bukhari, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah berkhutbah pada hari nahar (idul adha), beliau bertanya kepada manusia yang hadir waktu itu : Hari apakah ini?, mereka menjawab: hari yang suci, beliau bertanya lagi: negeri apakah ini?, tanah suci, beliau bertanya lagi: bulan apakah ini?, bulan yang suci, selanjutnya beliau bersabda: ‘Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan sesama kalian diharamkan diatas kalian (untuk merusaknya) sebagaimana kesucian hari ini pada bulan yang suci ini di negeri yang suci ini, beliau mengulangi ucapan tersebut beberapa kali, lalu berkata: Ya Allah apa aku telah menyamapaikan (perintahMu), Ya Allah apa aku telah menyamapaikan (perintahMu).’
Imam Muslim meriiwayatkan dalam shohihnya, hadits no (2674) dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: ‘Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, ia akan mendapat pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya tampa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka, barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya tampa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka‘
Imam Bukhari meriwayatkan dalam shohihnya, hadits no (6502) dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah berkata: Barangsiapa yang memusuhi para waliku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perperangan terhadapnya’
Berangkat dari nasehat beberapa asatidzah kepada kami, untuk tidak merendahkan ilmu dan amal kami dengan turut membuang-buang waktu menjawab sampah serapah para pengangguran tak punya gawe, maka buku tamu yang sebelumnya sengaja kami hapus dan kami ganti dengan sillaturrahim ini. Biarlah mereka yang merangkak dan merayap melepaskan kendali mereka, yang penting diri kita ini sibuk dengan ilmu dan amal shalih…
Untuk itu silakan bagi para ikhwah sekalian untuk menjadikan forum ini sebagai forum sillaturrahim dengan mengangkat adab-adab Islami dan meninggalkan jidal yang tidak bermanfaat. Semua yang masuk sebagaimana biasanya akan saya sortir, yang layak untuk ditampilkan akan ditampilkan dan yang tidak layak akan dihapus.
Semoga dengan bergantinya buku tamu dengan forum sillaturrahim ini dapat lebih memberikan mashlahat yang baik bagi kita semua dan mengalihkan perhatian kita dari perkara yang sia-sia, ghibah yang haram, kezhaliman dan fitnah-fitnah keji yang sedang dijajakan oleh sebagian saudara-saudara kita. Allohumma.









Februari 1, 2007 pada 8:07 am
Assalamu’alaikum…
Die, kenapa koq buku tamunya dihapus dan diganti ini? Yah… ahsan lah kalo begitu… jadi tidak repot dengan fitnah dan dusta para pengangguran.
Antum tenang aja akh… tidak usah pusing mikirin orang-2 jahil lagi hasad itu. Mereka itu tdk punya hikmah dan ilmu, isinya hanya fitnah dibalut kedustaan.
Btw, bukannya ikut-2 lagi atau angkat-2 masalah ini lagi. Tapi CTPAT itu apaan sih? antum lagi disikat lagi sama Ibrahim dg model tulisannya ala CIA lagi. Kalo antum berkenan boleh antum jawab, kalo tidak bales via email aja… Gimana?
Ana cuman heran saja dg Ibrahim Boncu ini. Tidak bermutu sama sekali tulisannya…
Februari 1, 2007 pada 8:10 am
Assalamu’alaikum…
Keep istiqomah my brother… tidaklah membahayakan awan gonggongan anjing yang menyalak, tidaklah bakal sampai panah-panah pendek itu ke bulan…
Teruslah beramal, berdakwah dan berbagi ilmu. Salafiyun itu jelas manhaj dan metodenya. Walau semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila, tapi Laila jijik dengan pengaku-ngakuan mereka…
Februari 1, 2007 pada 9:16 am
Salaamun’alaikum
salam kenal aj
alhamdulillah ana banyak mendapatkan faedah dari situs antum
jazakallahu khoir
Februari 1, 2007 pada 10:02 am
Assalamu’alaikum…
semoga antum selalu dijaga oleh Allah dan dilindungi dari makar-makar orang jahat, dan semoga Allah memberi kesabaran bagi antum dan ustadz-ustadz yang dilecehkan oleh orang-orang yang penuh kedengkian, “badan yang sakit mudah obatnya, hati yang sakit obatnya akan sulit bagi orang yang tidak mau kembali kepada sumber agama yang benar”, inilah musibah yang sangat besar menimpa kita saat ini,
sungguh merugi orang menyibukkan diri menghisab orang lain seakan dia tidak akan dihisab nanti “na’udzubillah min dzalik”.
nasehat sudah disampaikan, bahkan nasehat seorang syeikh yang mulia seakan dianggap angin lalu, bahkan dengan kesombongan menantang-nantang orang yang beda pendapat dengannya.
perkataan kotorpun siap mereka lemparkan bagi saudaranya yang berbeda pendapat dengannya, atau mereka menganggap yang berbeda dengan mereka maka telah “khuruj minal millah”?
lebih mencintai kaum kuffarkah? dinasehati bahwa salamnya salah itu untuk orang kafir! tapi malah diralat tulisan lafadznya saja! aneh seribu aneh!!!!!
semoga Allah memberi hidayah pada mereka !!!
“wahai dzat yang maha pembolak balik hati tetapkan hati kami dalam agamaMu yang haq ini”
Februari 1, 2007 pada 10:28 am
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
semoga lebih sabar…lebih istiqomah..dan blog ini lebih bermuatan ilmu yang bermanfaat.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Februari 1, 2007 pada 11:04 am
Assalamualaikum Warahmatullohi Wabaraktuh
salam ta’aruf
Agar Pengunjung kita semakin bervariasi, kami mengajak antum barter link …
jazakumullohu khoir, link antum telah kami tambahkan
Februari 1, 2007 pada 11:50 am
Alhamdulllah… lebih ahsan insya Allah… dan ana juga setuju dengan antum, bahwa hendaknya setiap komentar di moderasi terlebih dahulu, mana komentar yang layak dan tidak layak.. tapi ana ada sedikit pertanyaan nih akh, tentang Judul Halaman ini ” SILLATURRAHIM”.. ana pernah dengar bahwa istilah SILLATURRAHIM itu terbatas pada hubungan darah atau keluarga dengan syahid kata RAHIM yakni hubungan yang seketurunan. misal kata SILLATURRAHIM digunakan ketika kita mengunjungi saudara sekandung, orang tua, dsb yang masih dalam ruang lingkup keluarga, sedangkan untuk hubungan selainnya disebut ZIARAH, KUNJUNGAN atau selainnya.. benarkah pendapat seperti itu ya aba salma??
Atas penjelasannya ana ucapkan Jazakallahu Khoiron.. Semoga Ana dan Antum tetap istiqomah di atas Manhaj yang Haq ini.. Aamin.
Februari 3, 2007 pada 4:03 pm
ass.wr.wb
menanggapi ucapan : “dinasehati bahwa salamnya salah itu untuk orang kafir! tapi malah diralat tulisan lafadznya saja! aneh seribu aneh!!!!!”
maaf orng awam: itukn critanya salam u/org yg ikuti kebnran, jd bukan kapir lg? iya ga?
sudahi prtikaian,lerai perklahian, rasax msh jg miris baca siltrahmi/bukutmu lm.gak prinsip, gak pnting, digedekan. sy sdr mngkn saudra msh muda2, ingat mati, ingat hisab.
wass
Februari 4, 2007 pada 6:37 am
Ngomong-ngomong ttg fitnah, ana jadi ingat kisahnya Imam Bukhari & Imam ad-Dzuhli ketika terjadi “fitnah lafadz”. Dalam sebagian kitab disebutkan bahwa diantara sebabnya adalah hasadnya adz-Dzuhli (seorang ulama besar Naisabur ketika itu) terhadap Imam Bukhari yang datang ke Naisabur.
Awalnya ia menganjurkan orang-orang untuk belajar kepada Imam Bukhari. tapi setelah beberapa waktu, majelisnya menjadi sepi karena kebanyakan mereka “ngaji”-nya pindah ke Bukhari. Lalu iapun hasad kepada Bukhari dan mulai membicarakannya….
Fitnah terus berlanjut sampai Imam Bukhari di Hajr oleh kebanyakan orang termasuk oleh Imam Abu Hatim, Abu Zur’ah, dll. Dan yang tidak meng-hajr tinggal Imam Muslim dan Ahmad bin Salamah. Dan akhirnya Imam Bukhari harus hengkang dari Naisabur.
Fitnah ini merupakan sebab ditulisnya kitab “Kholqu Af’aalil Ibaad” oleh Imam Bukhari.
Yang unik, disebabkan fitnah ini akhirnya Imam Muslim tidak menulis riwayat dari adz-Dzuhli dan tidak pula Bukhari dalam kitab Shohih-nya.
Dan para ulama yang sesudahnya seperti Ibnu Taimiyyah, mengatakan bahwa mereka semua adalah para ‘ulama Ahlus Sunnah.
Mungkin kalau kisah ini diterjemahkan dan dipelajari, ada banyak hikmah yang bisa diambil.
Sekarang ini, yang mutasyaddid mentabdi’ membabi buta & yang mutasaahil bermudah-mudah dengan ahli bid’ah… Allahul Musta’aan.
Februari 8, 2007 pada 11:34 am
Assalamualaikum Akhi,
Salam Ta’aruf.
Akhi Abu salma, ana mau sharing2 masalah pengajaran di TPA. sudah umum diketahui bahwa di TPA itu diajarkan menyanyi dan cergam/komik, dan ini memang beralasan karena fitroh anak2 itu lebih tertarik dan memberikan perhatian yang lebih kepada pengajar jika dalam menyampaikan materi diberi selingan nasyid atau cergam.Gimana Akhi…
belum lagi ditambah,bahwa TPA ini ada dibawah Muhammadiyah…Kalau antum benar2 alumni ITS, InsyaAllah tau yang namanya TPA Baitul Muttaqin di masjid Baitul Muttaqin -di Keputih itu lho-. dan ana juga cukup kebingungan bermuamalah dengan ranting Muhammadiyah ini.suatu saat para pengajar diajak untuk foto keanggotaan muhammadiyah, bagaimana menurut antum? ato saat ada musran muhammadiyah, dan pengajar di undang, dan tentu saja nanti ikut votting memilih ketua ranting -walaupun hasil votting pada musran tidak mutlak langsung memilih ketua, karena nanti juga diadakan pertimbangan musyawarah dalam memilihnya-
Ana mau tanya satu lagi masalah gambar…..ana melihat di majalah qiblati ada komik tapi hanya wajahnya saja yang di sensor? bukankah itu masih ada faktor menyerupai? kalau seperti itu boleh…tentu saja melihat film kartun -terutama untuk anak2- seperti kartun jepang itu juga boleh karena memang tidak menyerupai manusia yang sesungguhnya, misalnya wajah yang lonjong(tidak masuk akal untuk ukuran yang sesungguhnya), hidung yang tidak ada lubangnya, model rambut yang tidak masuk akal, dsb.
Gimana Akhi…..
Jazakallloh
Wassalamualaikum [warohmatullahi wabarokatuh].
Februari 8, 2007 pada 12:48 pm
Afwan, mau nambah tanya….bagaimana hukumnya gambar/foto makhluk hidup seperti pohon, tanaman,bunga,ikan dsb…..?
Februari 11, 2007 pada 7:57 am
Assalaamu ‘alaykum,
Mas M.Rochdie Pratama,
Perkenalkan, saya “Arema” yang sekarang sdg mencari ilmu di New South Wales, Australia.
Saya mengenal blog sampean dari blog Ibrahim.. karena penasaran saya telusuri hingga saya sampai pada blog ini.. Kalo boleh berkomentar: Emang gaya penyajian blognya berbeda..:)
Palng tidak, Ibrahim tdk menyediakan form komentar… he he he..
Btw,
Sampean menyebut Ustadz Ridwan Abdul Aziz Surabaya, sebagai yang pernah mengajar syarah Arbain an-Nawawi, saya hanya pengen konfirmasi, apakah Beliau itu yang berasal dari Wajak, Malang? Saya pernah pnya temen juga yg benama Ridwan Abdul Aziz yg dulu sama2 ngaji di Ustadz Rahmat al-Arifin, Wajak, Malang. Nah, dia terus pindah ke Surabaya. Dan saya sudah lama sekali tdk bertemu dengan mas Ridwan itu, hingga hari ini.
Apakah betul?
Terma kasih u konfirmasinya..
Syukran.
Wassalamu ‘alaykum.
Bapakne Hammam
Februari 11, 2007 pada 2:50 pm
Assalamu’alaikum
Apakah [akhy] Abu Salma memiliki artikel tentang hukum berdakwah di parlemen? Benarkah para masyayikh yang tersebut dibawah ini membolehkan berdakwah lewat parlemen? Diantara masayikh yang disebut Ust. Ahamad Sarwat, L.c di eramuslim yang membolehkan berdakwah lewat parlemen adalah:
Syeikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di
Syeikh Ahmad Muhammad Syakir
Syeikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi
Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin
Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-AlBani
Syeikh Dr. Shalih bin Fauzan
Benarkah demikian. Mohon penjelasannya?
Februari 11, 2007 pada 7:31 pm
ass[alamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh]
afwan, bagaimana pula dgn gbr makhluk hidup di cover vcd yg banyak dijual/disebar, gbr dalam vcd, gbr dalam produk tertentu misal madu, pasta gigi merk siwak, yg dijual ikhwan ? tlg ditanyakan pada ust yg ada.
kedua, thn ini kita akan lulus sma dan ortu mndukng u/sekolah agar dpt ijazah agama, satu2nya di iain, disana dari s1 sampai s3 ada. bgmn nashat [antum] ttg hal ini? thx
wass[alamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh]
Februari 12, 2007 pada 11:01 pm
Assalamu’alikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Alhamdulillah banyak manfaat yg aku dapat dari blog ini
Aku butuh penjelasan tentang Tauhid Mutaba’ah.
terima kasih sebelumnya.semoga dapat bermanfaat juga utk saudaraku semua atas penjelasannya nanti.
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Februari 13, 2007 pada 10:35 am
kepada al-akh abu salma, ana mo tanya, apa benar syaikh Ali Hasan tidak dianggap lagi sebagai ulama salafiyin di Arab Saudi?
padahal setau ana, ketika syaikh Ali ditahzir lajnah daimah, syaikh Utsaimin langsung membela syaikh Ali.
Tolong hilangkan syubhat ini di hati ana.
Jazakollohu.
Februari 13, 2007 pada 8:32 pm
akhi, ana minta izin ngambil logo dari salafi.or.id tuk di BLOG ana.
smg alloh membalas antum dengan sesuatu kebaikan yg banyak, dan memberkahi dakwah salaf yg haq ini.
Februari 14, 2007 pada 10:03 pm
Bismillah,,,
kalo tentang tauhid muttaba’ah bisa dilihat di kitab “al-qaulul mufiid fi adillati at-tauhiid” karya syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-Wushoby (’aalim dari yaman)……
Februari 15, 2007 pada 12:05 am
Assalamualaikum Akhi……
Coba antum liat blok pribadi ana….maramissetiawan.wordpress.com
insyaAllah bermanhaj salaf, namun suasananya adem ayem. ana mengambil dari majalah2 salaf seperti qiblati, elfata,swaraquran, dsb.
tapi afwan ini masih minimalis/baru.
insyaAllah bisa dijadikan referensi shahih yang adem ayem
tambahkan ke link antum kalau menurut antum layak.
jazakalloh khoir
wassalamualaikum
Februari 15, 2007 pada 3:55 am
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Dalam artikel Garis Pemisah Antara Dakwah Salafiyyah dan Dakwah Hizbiyyah alhamdulillah sangat jelas sekali penjelasannya.
Namun aku masih bingung dengan realita yg ada saat ini,moga mas bisa bantu penjelasannya.
dalam lingkungan kita ada yg namanya Yayasan dari A..Z,ada Ormas dari A..Z,ada partai dari A…Z,apakah beda antara ketiganya,apakah semua itu bisa digolongkan Hizby atau ada rincian seperti penjelasan dalam artikel..?
Dalam bermajelis misalnya apakah boleh kita memilah dan memilih ustadz yg menyampaikan Ilmu hanya Ustadz yg bermanhaj Salaf saja,dalam artian bila Ustadz yg menyampaikan jelas dai Ormas,partai, yayasan tertentu kita boleh tidak ikut..?walaupun kitab yg dia sampaikan kitab kitab karya Ulama ahlusunnah dan dia hadir dalam rangka dakwah Islam tidak membawa nama ormas,partai/yayasan.
Bagaimana cara kita menjelaskan kepada seseorang bila kita ditanya kenapa kamu tidak ikut bermajelis..? padahal kita tidak ikut karena siUstadz yg menyampaikan jelas dari Ormas/partai tertentu.
Bagaimana menjelaskan kesalahan Ormas/partai/yayasan tertentu,apakah boleh kita langsung ungkap kesalahannya langsung,atau juga kita terangkan kebaikannya.
itu saja mas uneg uneg dari saya.karena kurangnya ilmu,pengalaman,saya mohon bimbingannya semoga saya bisa benar dalam bersikap,saya yakin karena ilmu yg kurang dan tidak adanya bimbingan bisa bisa saya salah dalam bersikap sehingga bisa mengotori manhaj salaf yg bersih ini,moga bermanfaat juga kiranya utk saudaraku yg lain atas penjelasannya. terima kasih.
Februari 16, 2007 pada 7:29 am
Assalamu’alaikum,
Akhy, setiap saya klik artikel dikolom download, kenapa selalu tidak bisa yah?Tidak terbuka,terlebih untuk donlod.Berkali saya coba selalu tdk bisa.Ada yang tahu?
Wassalam
Februari 16, 2007 pada 9:16 am
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,
baru saja ana mendownload artikel dari situs antum. jazakallah.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Februari 16, 2007 pada 9:44 am
Akhi….caranya memasukkan text arab/Al-Quran gimana caranya?
Februari 16, 2007 pada 10:30 am
Sedikit bantuan buat akh maramis tentang teks arab dalam al-Qur’an.. antum bisa lihat link dibawah ini :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,920.0.html
http://www.myquran.org/msword/
Mudah2an bermanfaat…
Februari 19, 2007 pada 9:29 am
Assalamu’alaikum.
Test aja mas…
Februari 19, 2007 pada 11:02 am
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarakatuh
Akhii…Antum pernah dengar atau baca tentang bantahan syaikh al-Bani kepada Ulama yang mewajibkan cadar.?
Katanya hal ini terdapat dalam kitab beliau yang berjudul: Ar-Radd al-Mufhim ‘ala man Khalafa al-’Ulama wa Tasyaddada wa Ta’ashshaba wa Alzama al-Mar’ata an Tastura Wajhaha wa Kaffaiha wa Awjaba walam Yaqtani’ bi Qawlihim innahu Sunnatun wa Mustahabbun.
Kalo antum ada waktu, tolong di bahas ya akh.?
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Februari 20, 2007 pada 9:51 am
Alhamdulillah, begini kan lebih baik.
JazakAlloh khoyron akhy.
Al ‘afwu jika ada kata yang kurang berkenan.
Februari 20, 2007 pada 1:24 pm
Akh Abu Salma, sekali-kali tolong ditulis profil2 ustadz salafi di Indonesia. Menurut ana itu penting karena di kemudian hari ustadz2 ini nantinya bisa mjd sejarah dakwah salafiyyah di Indonesia. Semoga dakwah barokah ini selalu berjaya hingga nantinya saya berharap akan berdiri daulah yang bermanhaj nubuwwah(tentunya dengan dakwah yang haq).Amin
Februari 20, 2007 pada 2:35 pm
Jadi cadar itu khilaf akhi abu salma…? apa akhwat/istri yang tidak bercadar itu sudah menyelisihi manhaj salaf. realitanya di masyarakat awam-indonesia-, memang cadar itu dituduh sebagai ke-ekstrimis-an dalam beragama. janganlkan bercadar, jilbab lebar aja sudah dituduh ekstrim -walaupun tidak sehebat tuduhan yang cadar, dan ana memang lebih setuju yang ini(cukup lebar tanpa bercadar)-.gimana nih akh abu salma??
Februari 20, 2007 pada 2:42 pm
Salaamun’alaikum
y akhil karim tolong dimuat hasil dauroh bersama syaikh2 murid Imam al-Albani
Jazakallahu Khoir
Februari 20, 2007 pada 3:26 pm
Sekedar membantu al-akh Abu Ad’Hia. Bahwa buku terjemahan Ar Radd al-Mufhim, oleh al-akh Yuda ‘Buldozer’ sudah di-upload di blognya, yaitu http://kampungsunnah.wordpress.com , silahkan dapat antum donlot.
Akhukum.
Di Bekasi.
Februari 23, 2007 pada 6:44 am
akhy, antum tau siapa itu syeikh mamduh bin farhan yang sering muncul di majalah qiblati? Apa dia ulama salafy?
ada yang bilang kalau syekh shalih munajjid itu ditahdzir syeikh salim al-hilaly, apa ini benar? kalau benar, kenapa beliau ditahdzir? ana pernah lihat tulisannya di majalah qiblati.
kemarin di toko buku ana lihat ada terjemahan buku Aidh al-qorni “menjadi wanita paling….” terbitan elba, kenapa kok elba masih menerbitkan tulisan Aidh al-qorni, padahal sudah ditahdzir syeikh ibrohim ruhaily? siapa sih orang-orang dibalik elba?
Februari 23, 2007 pada 11:47 am
Assalamu’alaikum warohamtullohi wabarokatuh,
Akhi,apa antum punya artikel ttg penyimpangan HT&Aqidah pendiri HT taqiyudin nabahani?klo antum punya tlong krm ke email ana….Barakallohu Fiik.
Februari 25, 2007 pada 7:13 am
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
aku mau tanya : kemanakah bunga bank itu harus disalurkan..?
Apakah boleh utk saudara kita yg sakit mohon penjelasannya.
terima kasih
Februari 25, 2007 pada 9:49 am
Assala:mu’alaikum
Kaifa Ha:l Ya Aba Salma?
Ana tanya, apa hasil dari pertemuan dengan Syaikh Ali Hasan?
Keliatannya antum sibuk ya… Apa sih sekarang kegiatannya?
Ba:rokallohu fi:k
Assala:mu’alaikum
Februari 25, 2007 pada 2:16 pm
akhy, ana ‘nggak sengaja search di google dan menemukan situs sabiluna.net dengan link-linknya yang di dalamnya menggunakan berbagai istilah yang sudah tidak asing lagi di kalangan tholabul ‘ilmi diantaranya dengan mengatasnamakan manhaj salaf dan ahlusunnah wal jama’ah. Namun masyaallah, di dalamnya justru ada bantahan terhadap Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-Albany, mencela negeri Saudi dan masih banyak lagi syubhat-syubhat yang terdapat di dalam situs ini dan situs-situs yang menjadi linknya. Apakah akhy tahu siapa mereka? Apakah akhy memiliki risalah ilmiyyah ataupun maqolah untuk membantah syubhat-syubhat dari kelompok atau orang-oarang yang sejalan dengan pemikiran mereka?
Allahu a’lam
Februari 25, 2007 pada 3:18 pm
al akh abu salma-hafidhakallah…
ana mau tanya bagaimana sebenarnya hukum merekanm dalam vcd? yakni ceramah2 para masyaikh tsb?ana baca di salafy or id, darus salaf ada fatwa syaikh bin Baz yang mebgharamkan?lantas ana baca di iklan ada VCD otobigarfi dan keg. dakwah syaikh bin baaz.gimana ini.ana pernah ikut kajian salafy-mereka yang menuduh sururi-,menyita kamera,tidak boleh berjualan produk2 dh,tibyan dll,tapi kalu ada pedagang mereka yang jualan di kajian akbar kami di solo,panitia juga tidak masalah, mereka bawa mjl syariah,nashihah,no problem,mereka mengatakan salafy yang merekam dengan vcd adl hizbi.mhon penjelasan jazaakallah
Februari 26, 2007 pada 6:09 pm
ASSALAMU’ALAIKUM …
ikhwani ‘azzakumulloh … ana perlu artikel yang bergambar tentang penyelanggaran jenazah. semoga Alloh m,empermudah urusan kita
Februari 26, 2007 pada 6:59 pm
Assalamu’alaikum…
Ana cuma mau kenal sama antum semua…
Jazakalloh Khoir…
Februari 27, 2007 pada 9:32 am
[akhy],beberapa kali ana “mampir” ke blog yang beberapa waktu yang lalu menjadi rival antum dalam cyber-war ini (mudah-mudahan segera berakhir krn sama sekali tdk ada maslahatnya, walhamdulillah antum sudah tdk tanggapi lagi -dhohirnya- begitu) ana juga sama sekali tidak melihat artikel2 terkait antum, barakallohu fiik.. ada 2 artikel yang dalam beberapa hari ini menjadikan ana pusing, bahkan baru kali ini mengetahuinya yakni tentang : pengakuan ustadz abu mas’ud dan ustadz ibnu yunus,
ya akhi.. tolong jangan katakan tidak tahu, ana yakin antum memahami permasalahan tersebut, berikan kepada ana beberapa pencerahan. antum benar bahwa jangan sekali-kali kita disibukkan dengan perkara seperti ini tetapi syubhat harus segera dihilangkan dari kepala ana, wa jazaakallohu khoiron.
Februari 27, 2007 pada 12:06 pm
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
akh…antum pernah masuk ke web ==> s(hufy)indonesia(dot)wordpress.com ga???
Februari 27, 2007 pada 7:49 pm
Assalaamu`alaikum warohmatullohi wa barokatuhu.
Alhamdulillah, di tengah-tengah derasnya fitnah para pendengki dakwah salafiyyah yang mubarokah ini, khususnya serangan bertubi-tubi mereka kepada dakwah yang haq ini, Alloh ta`ala telah memunculkan para pembela dakwah salafiyyah.
saya memohon dan berdu`a kepada Alloh, semoga Antum diberi keikhlasan dan tambahan ilmu didalam membuka subhat dan dan membantah tuduhan para pendengki.
semoga dakwah salafiyyah terus menaburkan semerbak wangi tauhid di negeri ini dan memadamkan syirik, menyebarkan sunnah dan mematikan bid`ah.
tetap istiqomahlah akhuna Abu Salma di dalam berdakwah, taburkan kelemahlembutan didalam membuka subhat mereka.
Semoga Alloh ta`ala memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang mencari Al-Haq, dan semoga Alloh ta`ala mengistirahatkan kita dari para pendengki.
jazakumullohu khoyron
Abu Salman Burhan Hidayat al-Jawy
Februari 28, 2007 pada 9:27 am
afwan akh…maksudnya blog salafyindonesia.wordpress(dot)com akhy tau siapa mereka?semoga akhy dapat memberikan penjelasan artikel artikel mereka
Maret 2, 2007 pada 1:05 am
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
afwan akh aku sering tanya,bolehkan….?
ditempatku acara kenduri dalam rangka kematian,menuai padi,acara
adat(bersih desa)masih ada dan cukup sulit utk dihilangkan.
Aparat desa juga pemuka agama mendukung acara tsb.
Bagaimana mensikapinya akhy…?
Apakah makanan utk kenduri itu haram..? atau ada perinciannya.
Maret 3, 2007 pada 8:58 pm
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Ya Akhy Abu Salma, salam kenal dari ana di bekasi, yang alhamdulillah da’wah mubarokah ini sedang marak2nya di sini.Ana banyak sekali mengambil manfaat dari blog antum ini.Semoga Alloh ta`ala memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. Ana ingin tanya ke antum masalah mikrobiologi, kemana harus emailnya?semoga antum berkenan membalasnya
jazakumullohu khoyron
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Maret 3, 2007 pada 10:41 pm
assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
buat ikhwan yang mau melihat kejahatan dan kesesatan syiah rafidhah bisa antum buka http://www.kasralsanam.com setidaknya antum bisa memberikan pembanding kepada situs salafyindonesia yang sebenarnya buatan syiah itu untuk memecah belah dakwah ahlussunnah.
baarokallahu fiikum
Maret 4, 2007 pada 6:14 pm
Assalamu’alaikum warohmatulloh,
bagaimana kabar antum di Malang?
ana minta izin, untuk memposting artikel antum di site pribadi ana…Tolong sampaikan juga salam ana untuk temen2 di wisma as Sunnah
Akhukum Fillah,
Tito Abu Muslim
Maret 5, 2007 pada 8:09 am
Assalamualaikum akhi….
Ana masih belum mafhum mengapa salafy kita terbagi menjadi ‘dua kubu’. Dan ini yang juga menjadi kebingungan ana untuk menjelaskan kepada teman2 ana -yang ingin ana ajak ke manhaj salafy- tentang mana salafy yang benar, kalau semuanya benar mengapa tidak bersatu saja?. akhi…ana butuh penjelasan yang sederhana tapi mudah dimengerti.
jazakalloh
wassalamualaikum
Maret 5, 2007 pada 10:59 am
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Ikhwah, perkenalkan ana dari batam,sebelumnya mengenal manhaj dari kajian-kajian yang sering diadakan baik di yayasan atau Radio. Ana ingin mengikuti Jejak antum Abu Salma bikin web/Blog cuman karena terbentur keilmuan ana sebagai tholib yang awam, ana jadi urung.( gimana ya..)
Alhamdulilah ana banyak mengambil manfaat dari kontent disini, untuk memudahkan bisa ngga ya akhi..ini di CHM khan..
Syukron
Maret 5, 2007 pada 4:44 pm
Assalamu’alaikum…
Abu Salma…afwan ana mau tanya…masalah fiqh..
Kalo duduk pada raka’at terakhir shalat witr itu tawaruk atau iftirasy?
Jazakallah Khoir…
Maret 5, 2007 pada 5:33 pm
Assalamu’alaikum…
Akhi…antum ada yang tau dengan al-Ustadz Muhammad Ridwan Lc nggak?
Ana pernah denger kalo beliau pernah ngajar di Ma’had Imam Bukhori Solo…trus skrg dah keluar…lalu beliau bergabung dengan sodara-sodara kita di eks-LJ…lalu beliau memberikan semacam “testimoni” gitu…?? Apa diantara antum ada yang tahu atau pernah denger tentang hal ini ???
Jazakalloh Khoir…
Oya…ana juga pernah di LJ…sekarangpun masih…tapi ana ga’ ikut nuduh-nuduhin orang-orang yang ngaji ama Ust.Yazid, Ust.Abu Ihsan,dll contohnya.. sebagai sururi….dulu sih pernah waktu baru kenal manhaj (karena blom ngerti…afwan)…karena ana pertama kali kenal dakwah ini lewat LJ…
Abul Hasan
Maret 5, 2007 pada 6:40 pm
Assalamualaikum akhi….
ana mau tanya…..bagaimana cara mengusir jin di dalam rumah yang sebelumnya kosong?
Ana punya rumah baru yang dikontrakkan….namun sudah dua kali rumah tersebut tidak jadi dikontrak oleh orang -padahal sudah nego- karena desas-desus bahwa rumah tersebut banyak jin/setan/penampakannya. ana mafhum bahwa jika di dalamnya terus dilantunkan ayat-ayat Quran oleh pemilik barunya dan pemilik baru tersebut rajin beribadah dengan sebenar-benrnya maka akan hilang sendiri jin/setan tersebut. hanya saja pasti orang itu akan sulit untuk dijelaskan yang demikian dan memilih untuk mengkontrak dirumah yang lain yang berimbas pada rumah ana yang tidak laku.
akhi…ana butuh solusinya.
jazakalloh.
wassalamualaikum
Maret 7, 2007 pada 8:58 pm
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
saya mau tanya manakah yg rojih antara membiarkan jenggot tanpa
batas atau merapikannya (yang melewati segenggam tangan).
Bukankah alqur’an/Hadist lebih didahulukan daripada Atsar..?
Bagaimana kalau kita dipaksa utk memotong jenggot oleh Instansi dimana kita bekerja,sementara kita belum siap utk keluar dari instansi tsb karena ekonomi,atau masalah lain dalam hal mencukur jenggot yg intinya ada paksaan dari orang/Instansi dll,namun dihati kita tau akan haramnya tindakan tsb.
terima kasih ,semoga bermanfaat juga utk saudara yg lain.
Maret 8, 2007 pada 8:16 am
Assalamualaikum akhi….
afwan ana mau tanya masalah blog.
-bagaimana caranya masukin RSS kedalam blog kita?
-bagaimana cara copy paate kode html ke blog kita? apa ada cara khusus? kok ana sudah berkali2 copy paste kode html tapi error script?
jazakalloh
wassalamualaikum
Maret 8, 2007 pada 1:05 pm
assalamu ‘alaikum
mhn dicek ricek ttg pemakian istilah cia, cialafy, al cia-i disini. tnyata user abunawas al funni memakinya di forum ’sampah’ myquran. apkah ini terilhami istilah disini?mhn tdk usah pakai istilh yg berbau takfiri tsb.
Maret 8, 2007 pada 9:42 pm
ini lho akhi….maksud an, antum kok bisa nampilin situs istri antum ummu salamah di kiri blog? gimana caranya?bisakah ana juga menampilin situs tertentu di blog ana seperti itu?
Syukron
Maret 13, 2007 pada 12:51 pm
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Ana pernah sholat dhuhur (masbuk) kemudian pada rakaat terakhir, imamnya hanya sujud sekali(sementara kami (makmum) terlambat mengingatkan karena kami kira duduk diantara dua sujud). Apa yang harus ana lakukan, apakah menyempurnakan sujud atau langsung berdiri kemudian sujud sahwi? mohon penjelasannya!
Maret 14, 2007 pada 10:12 am
assalaamualaikum, [akhy] ana ingin tanya tentang fatwa syaikh Utsaimin tentang tidak bolehnya kita menggunakan topi yang lidah topinya berada di depan, apakah antum punya penjelasan sains tentang hal ini supaya ana bisa lebih paham. klo dari sisi agama memakai topi seperti itu termasuk tasyabuh dengan orang kafir.
Maret 15, 2007 pada 11:33 am
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Mas Rahdi Uhibbukum fillah. Masya Allah tulisan antum sangat bermanfaat sekali. Ana kangen ama antum akh. ana sekarang udah kerja di Cilegon. Semoga antum masih inget ama ana.
Tetep istiqomah mas, semoga antum slalu dalam lindungan Allah ‘azza wa jalla.
Maret 15, 2007 pada 5:16 pm
Assalamu’alaikum…
sebenarnya sholat malam itu sama dengan sholat tahajjud?
Maret 15, 2007 pada 7:13 pm
http://abdurrahman.wordpress.com/2007/01/12/borok-borok-jumiyyah-ihyaut-turots-al-hizbiyyah/#more-100
tanggapan antum gmn klo bisa di posting